DPC Organda Simeulue Protes Pengalihan Kapal AH-1 karena Dinilai Mengancam Stabilitas Ekonomi

- Editor

Rabu, 19 November 2025 - 07:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIMEULUE Tribune Indonesia.com -Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Organda Simeulue menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pengalihan kapal Aceh Hebat 1 dari rute pelayaran Simeulue ke rute Krueng Geukueh, Aceh Utara – Penang, Malaysia. Kebijakan tersebut dinilai akan menimbulkan dampak besar bagi aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Simeulue.

Ketua DPC Organda Simeulue, Ricki, menegaskan bahwa keberadaan kapal Aceh Hebat 1 merupakan salah satu penopang utama ketersediaan barang dan mobilitas masyarakat dari dan menuju Simeulue. Menurutnya, pengalihan kapal tersebut berpotensi mengganggu pasokan logistik yang selama ini bergantung pada jalur laut, terutama untuk distribusi kebutuhan pokok.

Ricki meminta Gubernur Aceh untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut secara menyeluruh. Ia menilai pemerintah provinsi perlu mempertimbangkan kondisi geografis Simeulue sebagai wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Ia juga menegaskan bahwa ketidakstabilan transportasi dapat berimbas langsung pada kenaikan harga barang di pasaran.

Baca Juga:  PEPABRI, LVRI dan PPM Gotong Royong Bersihkan Kantor Pasca Banjir Bandang Aceh Tamiang

“Kami meminta Ketua DPRK Simeulue dan Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah tegas demi mempertahankan kapal ini. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan kelancaran roda perekonomian di Simeulue,” ujar Ricki.

Ia menambahkan bahwa Organda Simeulue siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan agar pengoperasian Aceh Hebat 1 tetap diprioritaskan untuk melayani masyarakat Simeulue. Menurutnya, keberlanjutan akses transportasi laut yang stabil merupakan kunci utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan pernyataan sikap ini, DPC Organda Simeulue berharap Pemerintah Aceh dapat meninjau kembali keputusan tersebut dan memprioritaskan kepentingan masyarakat kepulauan yang selama ini mengandalkan layanan transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas dan distribusi barang.(*)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue
Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat
​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga
Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan
KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Satuan Lantas Polres Simeulue Semarakkan HUT RI ke 81 Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalan Raya
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05

Dampingi Gubernur Sulut di Dermaga Satrol, Wali Kota Bitung Hengky Honandar Hadiri Peringatan HUT Kodaeral VIII

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:57

Dapur MBG dan Peta yang Belum Tuntas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06

Pergantian Dandim dan Ujian Jejaring Kekuasaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:27

Akses Keuangan, Target yang Dikejar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:33

Survei Merit dan Jejak Kesiapan ASN

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dapur MBG dan Peta yang Belum Tuntas

Jumat, 14 Agu 2026 - 03:57

TNI dan Polri

Polres Bireuen Tangkap Spesialis Pembobol Rumah Sekolah

Jumat, 14 Agu 2026 - 03:25