Jalan Galang Berubah Kuburan hidup

- Editor

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GALANG | TribuneIndonesia.com — Kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Kota Galang, Kabupaten Deli Serdang, kian mengerikan. Jalan lintasan utama yang setiap hari dilalui warga itu kini berubah bak kubangan binatang. Lubang menganga, lumpur mengaduk-aduk badan jalan, dan permukaannya hancur lebur tanpa sisa. Setiap hujan turun, jalan berubah menjadi adonan lumpur licin yang menjijikkan. Saat kemarau datang, debu dan abu-abu beterbangan seperti salju putih, menyelimuti rumah, warung, dan paru-paru warga.

Dampaknya bukan sekadar ketidaknyamanan. Warga mulai tumbang satu per satu. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat, terutama menyerang anak-anak di bawah umur. Debu tebal dari badan jalan yang kering dan rusak parah menjadi racun yang dihirup saban hari. Jalan yang seharusnya menjadi nadi ekonomi justru berubah menjadi sumber penyakit yang menggerogoti kesehatan masyarakat Kota Galang.

Ironisnya, ruas Jalan Perintis Kemerdekaan disebut sebagai jalan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun hingga kini, tak terlihat langkah tanggap darurat yang nyata. Warga merasa dibiarkan hidup di tengah bencana yang pelan-pelan membunuh. Kerusakan makin parah akibat lalu lintas truk bertonase besar yang melintas bebas, menggilas badan jalan yang rapuh hingga makin remuk-redam.

Baca Juga:  Sidang Lapangan Perkara No. 408/BTH /2025 Jadi Perhatian, Objek Sengketa Pernah Diputus Sebelumnya

Juli, seorang aktivis perempuan sekaligus warga setempat, meluapkan kekecewaannya saat ditemui Sabtu (21/2/2026). Menurutnya, jalan yang dulu mulus kini hancur karena beban kendaraan berat yang tak terkendali. “Kami sudah pernah turun ke jalan, berdemo meminta pemerintah segera memperbaiki. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Jalan ini sudah hampir dua tahun dibiarkan rusak. Apa harus menunggu korban penyakit bertambah lagi baru ada tindakan?” ujarnya dengan nada geram.

Lebih memilukan, pemerintah setempat dinilai seolah menutup mata. Pemerintahan kecamatan dan kelurahan di Galang dituding tak tanggap, seakan kerusakan ini bukan urusan mereka. Warga mengaku berulang kali mengeluh, namun yang didapat hanya janji tanpa ujung.

Sementara itu, setiap hari mereka menghirup debu, terjebak lumpur, dan mempertaruhkan kesehatan anak-anaknya.

Masyarakat mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan: hentikan truk bertonase berlebih, lakukan perbaikan darurat, dan tetapkan jadwal rehabilitasi permanen. Jalan Perintis Kemerdekaan bukan sekadar aspal yang hancur—ia telah berubah menjadi ancaman hidup bagi warga Kota Galang. Jika pembiaran terus berlanjut, kerusakan ini bukan lagi soal infrastruktur, melainkan soal nyawa.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir
Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad
Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas
MN KAHMI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, Singgung Potensi Makar
Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar
PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29