Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!

- Editor

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TRIBUNEINDONESIA.COM | KUTACANE | Rabu, 11 Februari 2026 Isu dugaan kejanggalan pengelolaan anggaran kembali mengguncang Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Dinas Kesehatan yang mengelola anggaran puluhan miliar rupiah pada tahun 2024–2025.

 

Ketua Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Saidul, secara terbuka melontarkan kritik keras dan menantang dilakukan audit total terhadap seluruh pengelolaan anggaran yang dinilai menyisakan banyak tanda tanya.

 

“Kalau memang bersih, jangan takut diaudit! Buka semua dokumen ke publik. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” tegas Saidul lantang kepada wartawan di Kutacane, Rabu (11/2/2026).

 

Deretan Anggaran Jumbo Jadi Sorotan

LKGSAI membeberkan sejumlah pos anggaran bernilai besar yang kini menjadi perhatian publik, antara lain:

Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Rp17,5 miliar

Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp13,5 miliar

Pengadaan obat-obatan Rp2,5 miliar

Bimbingan Teknis (Bimtek) Rp2,5 miliar

Rehabilitasi dan pemeliharaan kantor Rp3,2 miliar

Pengadaan Pusling roda empat Rp1,22 miliar

Reagen dan alat kesehatan lainnya ratusan juta rupiah

Menurut Saidul, angka-angka tersebut bukan nilai kecil untuk ukuran kabupaten. Ia menilai publik berhak mengetahui secara rinci peruntukan dan realisasi anggaran tersebut.

 

“Jangan sampai laporan di atas kertas terlihat sempurna, tapi masyarakat di lapangan masih mengeluh soal pelayanan. Transparansi itu wajib,” ujarnya.

 

Dugaan Obat Kadaluarsa Picu Tanda Tanya

Selain itu, mencuat informasi mengenai dugaan adanya obat-obatan kadaluarsa di gudang farmasi Dinas Kesehatan pada tahun 2024 dengan nilai yang disebut mencapai sekitar Rp300 juta.

Baca Juga:  “Khitanan Berkah” dan Layanan Kesehatan Tahap II, Relawan RSA Bersama PEPABRI, BATARA, dan PENA PUJAKESUNA Perkuat Pemulihan Korban Banjir Aceh Tamiang

 

Jika informasi tersebut benar, Saidul menyebutnya sebagai indikasi lemahnya manajemen perencanaan dan distribusi obat.

 

“Bagaimana bisa anggaran obat miliaran rupiah dikelola, tapi ada stok mati di gudang? Ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada pemborosan atau kelalaian yang merugikan rakyat,” tegasnya.

 

Prioritas Dipertanyakan

Proyek rehabilitasi kantor miliaran rupiah juga ikut disorot. Saidul menilai, di tengah kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang optimal, prioritas anggaran seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan fasilitas dan pelayanan di Puskesmas serta wilayah pelosok.

 

“Jangan sampai gedungnya yang dibaguskan, tapi pelayanan dasarnya tertinggal. Anggaran kesehatan itu menyangkut nyawa dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Tantang Aparat Penegak Hukum

Saidul secara tegas meminta Polda Aceh dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit dan penyelidikan secara profesional serta transparan terhadap seluruh pengelolaan anggaran yang dipersoalkan.

 

“Kami tidak menuduh, tapi kami mempertanyakan. Dan pertanyaan ini harus dijawab dengan data, bukan dengan diam. Jika tidak ada masalah, buktikan. Jika ada pelanggaran, proses sesuai hukum,” ujarnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara selaku Pengguna Anggaran belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai sorotan tersebut.

 

Isu ini kini menjadi perhatian masyarakat Aceh Tenggara. Publik menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran kesehatan benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat dan bukan kepentingan lain.***

Berita Terkait

Pengawasan APBD 2025 Mengerucut, DPRD Sumut Soroti UHC, RTRW, Abrasi hingga Stadion Utama
Asri Ludin Percepat Program Rumah Layak Huni, Sertifikat dan PBB Gratis Ikut Disiapkan
303 Pramuka Deli Serdang Siap Ukir Prestasi di Jambore Daerah Sumut XI
KEBAKARAN HANGUSKAN 5 RUMAH DI SIMPANG LIMA DESA SINABANG KABUPATEN SIMEULUE
Panen Bawang Merah Dibeli BUMD, Petani Peroleh Jaminan Harga dan Pasar
Program Inklusi Pendidikan Antar Deli Serdang ke Lima Besar Penghargaan Pembangunan Nasional
Desak Copot Direksi Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, Front Pemuda Kalimantan & Sumatera ‘Segel’ Kantor PLN Pusat
2.088 Mahasiswa Unimed Mulai Pengabdian di 51 Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:39

GRPK Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim ke MA dan Komisi Yudisial

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:45

Khitanan Massal 55 Anak Perkuat Kepedulian Sosial Pesantren

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:33

GRPK Soroti Pemberitaan Sentilan Bupati Deli Serdang, Tegaskan Pemahaman Anggaran Daerah Harus Utuh

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:03

ASPRUMNAS Sumut Kawal 3 Juta Rumah, Bongkar Modus “Lab di Balik Meja” Proyek MBR

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:29

Rumah Datok Ong Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Tiga Lembaga Apresiasi Bupati Deli Serdang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:59

PC HIMMAH Medan Minta Isu Rico Waas Disikapi Objektif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:46

KONI Batu Bara Matangkan Kekuatan Atlet Menuju PORPROVSU 2026, Targetkan Prestasi Kompetitif di Medan

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:45

Mora Harahap Mantapkan Langkah Menuju Kursi Ketum BM PAN 2026–2031, Usung Konsolidasi Nasional dan Regenerasi Progresif

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Asri Ludin Percepat Program Rumah Layak Huni, Sertifikat dan PBB Gratis Ikut Disiapkan

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:07

Pemerintahan dan Berita Daerah

303 Pramuka Deli Serdang Siap Ukir Prestasi di Jambore Daerah Sumut XI

Selasa, 7 Jul 2026 - 13:00