TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Percepatan program rumah layak huni kembali bergulir di Kecamatan Pancur Batu. Asri Ludin Tambunan mengawali pembangunan empat unit rumah layak huni melalui peletakan batu pertama di kediaman Amir Surbakti, warga Dusun II, Desa Namo Simpur, Selasa (7/7/2026). bersamaan dengan itu, empat unit rumah yang telah rampung juga diserahkan kepada para penerima manfaat.
Prosesi penyerahan ditandai dengan pemberian kunci rumah secara simbolis kepada para penerima, salah satunya Suyati, warga Dusun III, Desa Durin Simbelang. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memberikan kepastian hukum atas kepemilikan rumah.
Asri Ludin Tambunan menegaskan, pembangunan rumah layak huni bukan hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih nyaman, melainkan juga disertai pengurusan sertifikat kepemilikan agar setiap penerima memperoleh kepastian hukum atas aset yang dimiliki.
Setelah rumah selesai dibangun, sertifikat kepemilikannya akan diurus sehingga masyarakat memiliki kepastian hukum atas rumahnya,” ujarnya.
Selain itu, penerima bantuan memperoleh pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Rumah ini dibangun dari uang rakyat yang dikelola negara. manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai disalahgunakan,” pesannya.
agenda tersebut juga diisi dengan penyerahan kartu identitas kepada bilal mayit dan penggali kubur. Kartu tersebut menjadi dasar penyaluran tali asih sebesar Rp150 ribu setiap bulan melalui rekening penerima sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka melayani masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, Yetty Sembiring, menjelaskan, sepanjang 2026 dialokasikan pembangunan sembilan unit Rumah tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Pancur Batu. Secara keseluruhan, target pembangunan dan rehabilitasi RTLH tahun ini mencapai 140 unit.
menurut Yetty, capaian tahun sebelumnya juga memperlihatkan peningkatan. sepanjang 2025 telah terselesaikan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 454 unit RTLH di berbagai wilayah.
Program tersebut, lanjut Yetty, turut memberikan dampak ekonomi karena setiap pembangunan rumah melibatkan tenaga kerja dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5 yang belum memiliki pekerjaan.
sesuai arahan Asri Ludin Tambunan, minimal dua pekerja pada setiap pembangunan rumah berasal dari kelompok masyarakat desil 1 sampai desil 5 yang belum memiliki pekerjaan. Cara ini ikut membuka lapangan kerja sekaligus menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Suyati, salah seorang penerima bantuan, mengaku bersyukur atas rumah layak huni yang diterimanya. baginya, hunian baru tersebut menjadi harapan bagi keluarga untuk menikmati kehidupan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
semoga rumah ini membawa berkah dan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” ucapnya.(Ilham Gondrong)














