TRIBUNEINDONESIA.COM I MEDAN – Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PC HIMMAH) Kota Medan meminta berbagai pihak agar tidak terburu-buru membangun penilaian negatif terkait izin perjalanan Wali Kota Medan, Rico Waas, ke luar negeri untuk kepentingan berobat. Organisasi mahasiswa tersebut menilai tudingan dugaan pelanggaran administrasi harus disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua PC HIMMAH Kota Medan, Sahmurad, mengatakan desakan kepada Menteri dalam Negeri (Mendagri) untuk menjatuhkan sanksi kepada Rico Waas dinilai tidak tepat apabila belum didukung data dan penjelasan resmi dari pihak terkait. Menurutnya, mekanisme perjalanan kepala daerah memiliki prosedur administrasi yang jelas dan diatur dalam tata kelola pemerintahan.
menyoroti etika kepemimpinan tentu merupakan bagian dari kontrol sosial. namun, menyampaikan tudingan pelanggaran tanpa dasar yang kuat justru menunjukkan cara pandang yang kurang objektif,” ujar Sahmurad di Medan, Minggu (24/05).
Ia menjelaskan, izin perjalanan kepala daerah, terlebih untuk kepentingan kesehatan, tidak dapat dipisahkan dari proses administrasi dan koordinasi yang telah diatur pemerintah. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap persoalan tidak langsung dibawa ke ruang opini tanpa terlebih dahulu memahami mekanisme yang berlaku.
Sahmurad juga mengajak elemen mahasiswa dan kalangan pemuda di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, untuk tetap mengedepankan sikap kritis yang berbasis data dan informasi yang valid. Menurutnya, fungsi pengawasan sosial harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran. Karena itu, seluruh pihak diharapkan lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini agar suasana tetap kondusif,” tegasnya.
PC HIMMAH Kota Medan menilai ruang demokrasi harus tetap dijaga melalui kritik yang konstruktif, proporsional, dan berlandaskan fakta, sehingga tidak berkembang menjadi polemik yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat Kota Medan.
ILHAM GONDRONG















