Manado | Tribuneindonesia.com – Penyegaran besar-besaran di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) membawa perubahan signifikan pada lini manajemen sumber daya manusia.
AKBP Albert Zai kini resmi menarik kendali sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Sumber Daya Manusia (Kabagdalpers Ro SDM) Polda Sulut.
Pergeseran posisi perwira menengah tersebut menjadi salah satu poin krusial dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) jajaran Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres. Agenda rotasi komando ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, pada Rabu (8/7/26).
Aula Presisi Markas Polda Sulut menjadi lokasi khidmat berlangsungnya prosesi peralihan tongkat estafet kepemimpinan ini. Agenda tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, jajaran PJU, para Kapolres, perwakilan personel, serta pengurus Bhayangkari Daerah Sulut.
Di posisi barunya, AKBP Albert Zai memikul tanggung jawab besar untuk mengawal sistem rekrutmen, pembinaan karier, hingga pemetaan personel secara objektif. Jabatan di bawah naungan Biro SDM ini dituntut berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel.
Sebagai mantan Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai dinilai memiliki bekal pengalaman lapangan yang matang. Rekam jejak kepemimpinannya di wilayah teritorial diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam menyusun strategi penempatan personel yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Biro SDM sendiri merupakan dapur utama dalam mencetak, menyaring, dan meningkatkan kualitas seluruh anggota kepolisian di jajaran Polda Sulut.
Penunjukan ini sekaligus menyelaraskan komitmen institusi untuk memperkuat performa internal di tengah tantangan tugas yang kian dinamis.
Seiring bergesernya Albert Zai ke markas komando, tampuk kepemimpinan di Polres Bitung kini resmi diamanatkan kepada AKBP Arie Sulistyo Nugroho. Rotasi ini diharapkan mampu mempertahankan stabilitas keamanan di kota pelabuhan tersebut.
Selain wilayah Bitung, pergeseran tongkat komando juga menyentuh sejumlah daerah strategis lainnya. Di antaranya, kursi Kapolres Kotamobagu kini diduduki oleh AKBP Abdul Kholik, sementara wilayah kepulauan diperkuat oleh AKBP Ronald Andry Mauboy sebagai Kapolres Kepulauan Sitaro dan AKBP Dwi Yatmoko sebagai Kapolres Kepulauan Talaud.
Penguatan internal Polda Sulut semakin solid dengan hadirnya sejumlah wajah baru di jajaran Pejabat Utama. Posisi Karo Rena kini dipercayakan kepada Kombes Pol Muchamat Muchdori, sedangkan jabatan Karo SDM kini diemban oleh Kombes Pol Danang Beny Kuspriandono.
Lini pengawasan lalu lintas juga berganti nakhoda dengan masuknya Kombes Pol Yudi Kristanto sebagai Dirlantas Polda Sulut. Pada saat yang sama, KBP Guki Ginting resmi menjabat sebagai Ka SPN dan AKBP Iwan Permadi dipercaya mengisi posisi Wadir Pam Obvit.
Formasi kewilayahan pun digenapi dengan pelantikan AKBP Novrial Alberti Kombo sebagai Kapolres Tomohon dan AKBP Reza Morandy Tarigan sebagai Kapolres Bolaang Mongondow.
Melengkapi daftar tersebut, AKBP Andhika Fitransyah kini memimpin Polres Bolaang Mongondow Utara, serta AKBP Rully Robinson Polii yang didapuk menjadi Kapolres Kepulauan Sangihe.
Sebagai bentuk penghormatan organisasi, Kapolda Sulut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perwira yang berpindah tugas ke luar daerah.
Dedikasi tersebut diberikan kepada Kombes Pol Slamet Waloya, AKBP Nur Kholis, AKBP Irwanto, AKBP Lido Ratri Antoro, serta AKBP Juleigtin Siahaan atas pengabdian mereka di bumi Nyiur Melambai.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan instrumen penting untuk menjaga iklim kerja yang kondusif.
Langkah ini menjadi sarana regenerasi kepemimpinan sekaligus mempercepat pencapaian visi dan misi Polri.
”Ini sebagai bagian dari penyegaran organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta upaya menjaga iklim kerja yang kondusif agar mampu menjawab tantangan tugas dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang,”
tutur jenderal bintang dua tersebut.
Mantan Kepala Ops Damai Cartenz ini meminta seluruh pejabat baru, termasuk AKBP Albert Zai di lini SDM, untuk segera menyesuaikan diri dan langsung tancap gas.
Jajaran diwajibkan menyelaraskan program kerja dengan delapan program kebijakan atau Commander Wish Kapolda.
”Saya berharap kepada para pejabat utama dan Kapolresta/Kapolres jajaran Polda Sulut untuk dapat bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan cerdas, utamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Jadilah polisi yang Presisi,”
pungkas Irjen Pol Roycke Harry Langie menutup arahannya. (talia)
















