Bitung | Tribuneindonesia.com – Peta persaingan menuju kursi panas Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bitung periode 2026–2030 semakin mengerucut, Rabu (08/07/26).
Arus dukungan dari berbagai pengurus cabang olahraga kini mulai mengalir deras ke satu nama utama, yakni Walikota Bitung, Hengky Honandar.
Kepastian ini menguat setelah Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bitung secara resmi menyatakan sikap politik olahraganya. Induk organisasi sepak bola tersebut sepakat memberikan mandat penuh kepada Hengky untuk memimpin induk olahraga tertinggi di Kota Bitung tersebut.
Penyerahan surat dukungan resmi itu dilakukan langsung oleh Ketua Askot PSSI Bitung, Geraldi Mantiri. Bertempat di ruang VIP Kantor Walikota Bitung pada Rabu (8/7), Geraldi tampak didampingi Ketua Komite Eksekutif PSSI Bitung, Wilson Wonte.
Menurut Geraldi, langkah taktis mendatangi langsung pucuk pimpinan kota tersebut merupakan bagian dari pemenuhan regulasi organisasi.
Format dukungan tertulis ini menjadi syarat mutlak yang harus dikantongi oleh setiap figur yang ingin bertarung dalam bursa pemilihan.
”Setiap bakal calon Ketua Umum KONI wajib mengantongi rekomendasi tertulis dari pengurus cabang olahraga (cabor). Kedatangan kami hari ini adalah untuk memastikan Pak Walikota memenuhi syarat formil tersebut,”
urai Geraldi menjelaskan mekanismenya.
Geraldi juga menepis spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya muatan politis di balik manuver PSSI ini.
Ia menggarisbawahi bahwa keputusan tersebut murni didasari atas visi masa depan dan komitmen total terhadap prestasi olahraga daerah.
PSSI menilai rekam jejak serta kapasitas yang dimiliki oleh Hengky Honandar menjadi modal yang sangat kuat. Sosok Walikota tersebut dianggap sebagai figur paling ideal dan mumpuni untuk menakhodai KONI Bitung dalam empat tahun ke depan.
“Beliau (Hengky Honandar) bukanlah sosok asing dalam dunia olahraga lokal. Jam terbangnya sudah teruji karena pernah memimpin beberapa organisasi cabor sebelumnya. Jadi, pilihan kami mendukung beliau adalah langkah yang sangat logis demi kemajuan olahraga di Bitung,”
tegas Geraldi.
Dukungan dari PSSI ini pun terbilang sangat strategis dan berbobot tinggi. Pasalnya, rekomendasi dari asosiasi ini bernilai dua suara dalam forum pemilihan nanti, mengingat PSSI Bitung menaungi dua disiplin olahraga sekaligus, yakni sepak bola lapangan besar dan futsal.
Merespons modal politik olahraga yang diterimanya, Hengky Honandar menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan PSSI. Dirinya pun menyatakan kesiapan penuh untuk maju memperebutkan posisi Ketua Umum KONI Bitung.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah dari rekan-rekan PSSI. Momentum ini, seperti yang diutarakan Pak Geraldi, mematangkan langkah kami dalam melengkapi seluruh berkas persyaratan pencalonan,”
tutur Hengky.
Tempat terpisah, dinamika internal KONI Bitung terus bergerak maju menjelang pergantian kepengurusan.
Caretaker Ketua Umum KONI Bitung, Robert Lengkong, mengonfirmasi bahwa jadwal pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) sudah final.
Jika tidak ada perubahan, agenda krusial tersebut bakal dihelat pada Rabu, 15 Juli 2026 pekan depan, bertempat di Fave Hotel Bitung.
Robert menambahkan, hingga saat ini tercatat sudah ada 25 cabang olahraga resmi yang memegang hak suara sah untuk menentukan pemimpin baru KONI Bitung. (kiti)
















