Ilham Gondrong: Penampilan Boleh Nyentrik, Integritas Tak Pernah Retak

- Editor

Kamis, 12 Juni 2025 - 22:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang Kuis | TribuneIndonesia.com 

Rambut gondrong, kulit legam, pakaian santai, dan langkah kaki yang tenang. Sekilas, Ilham Syahputra mungkin akan dianggap ‘bukan siapa-siapa’ oleh sebagian orang yang hanya menilai dari penampilan. Namun siapa sangka, pria berambut gondrong yang akrab disapa “Ilham Gondrong” ini justru dikenal luas di kalangan jurnalis Sumatera Utara sebagai sosok yang kritis, tajam, dan berintegritas dalam menyampaikan informasi.

oppo_32

Ilham saat ini menjabat sebagai kontributor Media Online TribuneIndonesia.com, sebuah platform berita digital yang sedang tumbuh pesat dan dipercaya publik karena pemberitaan yang tajam namun berimbang. Dari balik kesan luar yang kerap disalahartikan, Ilham justru menunjukkan bahwa nilai seseorang tak pernah ditentukan dari gaya rambut atau warna kulit melainkan dari isi kepala dan ketulusan hati.

Dari Jalanan ke Dunia Jurnalistik

Perjalanan Ilham tak selalu mulus. Ia pernah merasakan hidup keras di jalanan, bekerja serabutan, bahkan kerap dicap sebelah mata. Namun justru dari sana, ia tumbuh menjadi pribadi tangguh dan belajar memahami denyut kehidupan masyarakat bawah. Pengalaman itu menjadi modal utama saat ia mulai menulis sebagai citizen journalist di tahun 2017.

“Dulu saya bawa HP jadul, motret dan nulis langsung di warung kopi. Gak ada yang nyangka tulisan saya bisa dimuat,” kenangnya sambil tersenyum.

Kini, meski masih setia dengan gaya hidup sederhana dan penampilan khasnya, Ilham rutin menulis berita-berita yang membela rakyat kecil, menyoroti ketimpangan, dan mengangkat suara-suara yang selama ini luput dari perhatian media arus utama.

Baca Juga:  Ngopi Bareng Sang Maestro H. Nurdin Barus Bagikan Jejak Perjuangan di Dunia Jurnalis

Tajam Memberitakan, Santun Menyuarakan

Tak hanya andal menulis, Ilham juga dikenal sopan dalam bersikap. Dalam peliputan, ia lebih memilih mendekati narasumber dengan pendekatan humanis. “Wartawan itu harus punya empati. Bukan cuma mengejar berita, tapi memahami isi cerita,” ujarnya.

Tulisan-tulisannya tentang dugaan korupsi di proyek desa, konflik agraria, hingga kisah inspiratif petani lokal, sering kali mendapat respons luas dari pembaca. Ia pun beberapa kali diundang menghadiri diskusi publik sebagai pembicara, membuktikan bahwa kapabilitas jurnalistiknya diakui lintas kalangan.

Melawan Stigma, Membuktikan Diri

Ilham sadar betul bahwa banyak yang masih menilai orang dari kulit dan rambut. “Saya pernah ditolak masuk acara resmi, dikira preman. Tapi saya tetap senyum, lalu bilang, ‘Saya wartawan, Pak’. Baru mereka minta maaf,” ujarnya santai, tanpa rasa marah.

Baginya, stigma hanyalah tantangan kecil. Ia justru menjadikan semua itu sebagai energi untuk terus menulis, terus berbicara, dan terus membuktikan bahwa identitas sejati seseorang hanya bisa dibaca melalui karya dan perilaku.

Menginspirasi Generasi Muda

Kini, Ilham menjadi sosok yang dikagumi banyak jurnalis muda. Ia kerap berbagi ilmu di komunitas wartawan lokal dan media alternatif, memberi motivasi agar jangan pernah malu menjadi diri sendiri.

“Kalau mau dihargai, jangan minta dikasihani. Tunjukkan bahwa kita layak dihargai karena kerja dan karya kita,” pesannya.

Ilham Gondrong telah membalikkan pandangan banyak orang. Dari yang dulu dianggap remeh, kini ia justru menjadi representasi wartawan jalanan yang merakyat, idealis, dan konsisten dalam perjuangannya menyuarakan kebenaran.

Ilham Tribuneindonesia.com

Berita Terkait

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:38

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Perkuat Struktur Jembatan, Pemasangan Bekisting Box Culvert Dikebut Demi Akses Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:31

DPW PKB Aceh Rekrut Pengurus DPAC Se-Aceh, Terbuka bagi Putra-Putri Terbaik Aceh

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:24

Bupati Agara Salim Fakhry Lantik 61Pejabat III /IV Admininistrator Dan Pengawas

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:43

Sasar 400 Warga Undocumented, Kemenkum Sulut dan Pemkot Bitung Tuntaskan Pendaftaran Status WNI

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:51

Bupati Bireuen Resmikan Layanan Cath Lab RSUD dr. FAUZIAH Bireuen dan Penandatanganan PKS Antaranya RS Jantung

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10

Satreskrim Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Pencurian, Barang Bukti Berhasil Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:46

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Gandeng Dinas Sosial Edukasi Warga Cegah Stunting

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:53

Rumah Impian Rabumah Amin Mulai Terwujud, Rehab RTLH TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tembus 51 Persen

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Lemak Manis Serenci Kuasai Bola Kasti

Sabtu, 1 Agu 2026 - 00:30

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x