Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) resmi berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Bitung untuk menghadirkan program Sekolah Lansia Laskar Bintang demi mendongkrak kualitas hidup para warga senior, Selasa (15/09/26).
Ketua TP PKK Kota Bitung, Ellen Honandar-Sondakh, S.E, membuka secara resmi wadah edukasi tersebut di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari pada senin (14/09).
Momen peresmian Sekolah Lansia Laskar Bintang ditandai dengan pemukulan tetengkoren oleh Ellen Honandar-Sondakh sebagai simbol dimulainya proses pembinaan bagi kaum lanjut usia di wilayah tersebut.
Ellen menegaskan bahwa kaum lansia memegang peranan yang sangat fundamental dalam struktur keluarga maupun kehidupan bermasyarakat karena memiliki rekam jejak pengalaman dan teladan yang bernilai tinggi.
Ia menyampaikan apresiasi serta sambutan hangat atas inisiatif pembentukan wadah belajar khusus lansia di Kelurahan Tanjung Merah tersebut.
Melalui program ini, para peserta lansia diharapkan dapat menyerap beragam materi teoretis maupun praktis mengenai pemeliharaan kesehatan, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga kesiapan mental menghadapi usia senja.
Ellen turut mengimbau setiap anggota keluarga agar terus mencurahkan kasih sayang, penghormatan, serta perhatian berkelanjutan agar para warga senior tidak merasa terisolasi dalam keseharian mereka.
Ia menekankan agar Sekolah Lansia Laskar Bintang tidak berhenti pada forum pembelajaran semata, melainkan berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan antarpeserta.
Pesan khusus juga disampaikan kepada jajaran pengelola agar mengoperasikan sekolah secara profesional dan penuh kasih sayang, sehingga para lansia merasa selalu dihargai dan didengarkan.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kota Bitung, Dr. Ir. Haidy Malingkas, M.Si, menjelaskan bahwa lembaga ini dibentuk guna mengoptimalkan peran Bina Keluarga Lansia (BKL) menuju terwujudnya lansia yang tangguh, sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat (SMART).
Haidy menambahkan bahwa proses pembelajaran akan berlangsung selama 6 hingga 12 bulan dengan total 12 kali pertemuan, melibatkannya tim pengajar lintas sektor mulai dari TP PKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter umum, hingga jajaran dinas terkait.
Kegiatan peluncuran tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Drs. Jeffry Wowiling, M.Si, Kadis Sosial Leddy Ambat, S.STP, Camat Matuari Fonda Femmy Orah, S.Sos, Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu, S.Pd, Kepala Puskesmas Sagerat dr. Gladys Usulu, serta jajaran pengurus TP PKK dan puluhan peserta lansia. (kiti)





















