JAKARTA – Tribuneindonesia.com
Perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan resmi berakhir pada Senin, 14 September 2026. Presiden Prabowo Subianto melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya melalui Keppres Nomor 97/P Tahun 2026.
Purbaya tercatat menjabat selama 1 tahun 6 hari, sejak dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Selama menjabat, ia mengaku masa tugasnya penuh tekanan. “Bikin pusing terus-terusan hampir tiap hari. Nggak kerasa 1 tahun, karena mikir terus. Tapi yang penting hasilnya lumayan lah,”ujarnya sepekan sebelum diganti.
Lantas apa saja prestasi dan alasan di balik pergantiannya?
Deretan Prestasi Purbaya Selama Setahun:
1. Gebrakan Likuiditas Rp200 Triliun
Kebijakan paling fenomenal adalah pemindahan dana pemerintah Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke 5 Bank BUMN dalam bentuk deposito on-call 6 bulan melalui KMK Nomor 276 Tahun 2025. Dana tersebut dilarang untuk membeli SBN dan diarahkan langsung ke sektor riil untuk mengatasi kekeringan likuiditas. 7d53
2. Penerimaan Pajak Naik Tanpa Naikkan Tarif
Hingga Juli 2026, penerimaan pajak tumbuh hampir 30% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp1.224,3 triliun. Capaian ini diraih tanpa menaikkan tarif atau jenis pajak baru, melainkan dengan perbaikan kinerja Ditjen Pajak, Bea Cukai, dan optimalisasi sistem Coretax.
3. Defisit Terkendali & IHSG To The Moon
Defisit APBN hingga Juli 2026 tetap terkendali di 0,91% dari PDB, sementara belanja negara Rp1.969,6 triliun. Di pasar modal, sebulan setelah dilantik, IHSG melesat hingga mencetak rekor di 8.273 dan sentimen positif publik naik dari 23% menjadi 47%. fc72
4. Program “Lapor Pak Purbaya”
Program kanal aduan pajak dan bea cukai ini berhasil menjaring lebih dari 15 ribu aduan hanya dalam dua hari, dan membuat Purbaya dinobatkan sebagai Menteri dengan kinerja terbaik dalam survei IPO tahun pertama Kabinet Merah Putih.
Alasan di Balik Pergantian:
Menurut analisis media nasional, ada 3 isu besar yang memicu reshuffle:
1. Reshuffle Internal 400 Pejabat: Pada 10 September 2026, 4 hari sebelum dicopot, Purbaya merombak 400 pejabat eselon II dan III Kemenkeu demi percepatan APBN 2026. Langkah ini dinilai menimbulkan gejolak internal.
2. Polemik Restitusi Pajak: Purbaya mengungkap daftar 200 penunggak pajak senilai Rp50-60 Triliun dan sempat menahan proses restitusi di semua sektor untuk mengejar kepatuhan wajib pajak besar.
3. Tarik-ulur Dividen Danantara: Ia menagih setoran dividen Danantara sebesar Rp120 Triliun untuk PNBP, yang mendapat penolakan dari pihak Danantara.
Presiden kemudian menunjuk Suahasil Nazara, Guru Besar FEB UI dan Wamenkeu selama 7 tahun, yang dinilai lebih akomodatif dan memahami kesinambungan fiskal.





















