Serap Aspirasi Diskusi Publik, Perumda Duasudara Bitung Buka Diri Terhadap Kritik Air Bersih

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 14:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut PDAM Dua Sudara Bitung, Alfred Salindeho, S.E., M.M., di forum diskusi publik Monoland Coffee, Kota Bitung, (Ft. Istimewa).

Dirut PDAM Dua Sudara Bitung, Alfred Salindeho, S.E., M.M., di forum diskusi publik Monoland Coffee, Kota Bitung, (Ft. Istimewa).

Bitung | Tribuneindonesia.comPerumda Air Minum Duasudara Kota Bitung menjadikan setiap kritik dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi utama demi membenahi kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah kota, Minggu (13/09/26).

​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho, S.E., M.M., saat menghadiri forum diskusi publik di Monoland Coffee, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu.

​Diskusi publik bertajuk “Krisis Air Bersih: Pemerintah Beralasan atau Kesalahan Berpikir?” tersebut menjadi ruang terbuka yang mempertemukan pihak pengelola dengan berbagai elemen masyarakat.

Alfred secara terbuka menyambut kehadiran para mahasiswa, aktivis, hingga warga lokal yang menyampaikan keluhan serta pandangan kritikal mereka terkait krisis air yang melanda sejumlah titik.

​Ia menilai forum terbuka seperti ini sangat krusial karena pihak pengelola membutuhkan masukan riil dari lapangan untuk memetakan akar masalah pelayanan secara akurat.

Baca Juga:  Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar Sambut Kedatangan Yonif TP 857/Gana Gajahsora: Dorong Sinergi untuk Pembangunan Daerah

​Tantangan utama ketersediaan air bersih di Kota Bitung sendiri kian meningkat tajam, terutama saat memasuki musim kemarau yang mengeringkan sejumlah debit sumber air.

​Penurunan debit air baku pada musim kemarau secara langsung berdampak pada penurunan pasokan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga di beberapa wilayah pelayanan.


​”Partisipasi masyarakat, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam memberikan masukan sekaligus bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”


ujar Alfred.

​Guna mengantisipasi defisit pasokan tersebut, Perumda Air Minum Duasudara menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara langsung ke daerah terdampak maupun area yang belum terjangkau jaringan pipa.

Alfred mengimbau warga untuk memanfaatkan saluran pengaduan resmi agar petugas dapat segera menindaklanjuti gangguan pasokan air di lapangan melalui komunikasi dua arah yang efektif. (kiti)

Berita Terkait

Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola
Rp9 Miliar Bergeser, Tiga Surat Jadi Penentu
BI dan KRI Sidat-851 Sukses Gelar Layanan Ekspedisi Rupiah Kedaulatan di Mahengetang
Pasar dan Terminal Deli Tua Diuji
SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit
Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik
Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran
Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:27

Serap Aspirasi Diskusi Publik, Perumda Duasudara Bitung Buka Diri Terhadap Kritik Air Bersih

Minggu, 13 September 2026 - 12:56

Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola

Minggu, 13 September 2026 - 12:18

Rp9 Miliar Bergeser, Tiga Surat Jadi Penentu

Minggu, 13 September 2026 - 10:17

Pasar dan Terminal Deli Tua Diuji

Minggu, 13 September 2026 - 07:03

SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit

Minggu, 13 September 2026 - 04:59

Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik

Sabtu, 12 September 2026 - 12:47

Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran

Sabtu, 12 September 2026 - 10:47

Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rp9 Miliar Bergeser, Tiga Surat Jadi Penentu

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:18