Bitung | Tribuneindonesia.com – Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung menjadikan setiap kritik dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi utama demi membenahi kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah kota, Minggu (13/09/26).
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho, S.E., M.M., saat menghadiri forum diskusi publik di Monoland Coffee, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu.
Diskusi publik bertajuk “Krisis Air Bersih: Pemerintah Beralasan atau Kesalahan Berpikir?” tersebut menjadi ruang terbuka yang mempertemukan pihak pengelola dengan berbagai elemen masyarakat.
Alfred secara terbuka menyambut kehadiran para mahasiswa, aktivis, hingga warga lokal yang menyampaikan keluhan serta pandangan kritikal mereka terkait krisis air yang melanda sejumlah titik.
Ia menilai forum terbuka seperti ini sangat krusial karena pihak pengelola membutuhkan masukan riil dari lapangan untuk memetakan akar masalah pelayanan secara akurat.
Tantangan utama ketersediaan air bersih di Kota Bitung sendiri kian meningkat tajam, terutama saat memasuki musim kemarau yang mengeringkan sejumlah debit sumber air.
Penurunan debit air baku pada musim kemarau secara langsung berdampak pada penurunan pasokan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga di beberapa wilayah pelayanan.

”Partisipasi masyarakat, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam memberikan masukan sekaligus bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”
ujar Alfred.
Guna mengantisipasi defisit pasokan tersebut, Perumda Air Minum Duasudara menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara langsung ke daerah terdampak maupun area yang belum terjangkau jaringan pipa.
Alfred mengimbau warga untuk memanfaatkan saluran pengaduan resmi agar petugas dapat segera menindaklanjuti gangguan pasokan air di lapangan melalui komunikasi dua arah yang efektif. (kiti)





















