BI dan KRI Sidat-851 Sukses Gelar Layanan Ekspedisi Rupiah Kedaulatan di Mahengetang

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 10:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Bank Indonesia, Saat Melakukan Penukaran Uang Rusak/Lusu  Dengan Uang yang Baru di Pulau Mahengetang. (Dok. Istimewa)

Tim Bank Indonesia, Saat Melakukan Penukaran Uang Rusak/Lusu Dengan Uang yang Baru di Pulau Mahengetang. (Dok. Istimewa)

Bitung | Tribuneindonesia.com – Komitmen menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok maritim nusantara terus digelorakan. Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Kedaulatan 2026 di Pulau Mahengetang, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Talaud), Sulawesi Utara, pada Minggu (13/9/26).

​Masyarakat pesisir menyambut antusias kedatangan tim ekspedisi yang tiba membawa misi edukasi sekaligus layanan penukaran uang.

Rangkaian acara yang berlangsung di Kantor Desa Mahengetang tersebut dimulai tepat pada pukul 11.30 WITA dengan menghadirkan berbagai agenda krusial bagi warga setempat.


​Sejumlah tokoh penting turut mendampingi kelancaran kegiatan perbatasan ini. Ketua Tim Bank Indonesia Yonathan Y. Kawalo hadir memimpin sosialisasi, didampingi Kadeops KRI Sidat-851 Lettu Laut (P) Abdul Rauf Santoso, Kepala Desa Mahengetang Mufti Ali Ibrahim, S.E., jenderal personel KRI Sidat-851, serta para tokoh adat dan agama setempat.


Dalam pemaparannya, Yonathan Y. Kawalo menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat perbatasan terhadap mata uang nasional.

Ia menyampaikan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi pembayaran yang sah, melainkan juga simbol utama kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah terluar.

​Edukasi berlanjut dengan pelatihan praktis mengenali keaslian fisik uang kertas.

Tim Bank Indonesia memperagakan secara langsung metode “3D” (Dilihat, Diraba, Diterawang) kepada para warga agar mereka dapat membedakan uang asli dengan potensi peredaran uang palsu secara mandiri.

Baca Juga:  Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang

​Selain teknik identifikasi, warga juga menerima panduan resmi mengenai prosedur penanganan uang rusak dan lusuh.

Tim membeberkan tata cara penukaran uang yang sudah tidak layak edar sesuai regulasi Bank Indonesia, sekaligus memberikan langkah hukum yang wajib dilakukan jika menemukan indikasi uang palsu.

​Antusiasme warga memuncak saat memasuki sesi layanan penukaran uang baru yang dibuka secara langsung di lokasi. Warga memanfaatkan momen ini untuk menukarkan uang lusuh mereka dengan uang kertas emisi terbaru yang disediakan oleh Bank Indonesia.

​Setelah seluruh rangkaian sosialisasi dan penukaran uang usai, kegiatan berlanjut dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antarinstansi dan masyarakat.

Tepat pukul 12.20 WITA, seluruh rangkaian acara di Pulau Mahengetang resmi berakhir dengan situasi yang terpantau aman, tertib, dan kondusif.

​Usai merampungkan aksinya di Pulau Mahengetang, Tim Ekspedisi Rupiah Kedaulatan bersama KRI Sidat-851 langsung bertolak membelah lautan.

Mereka melanjutkan pelayaran menuju sasaran berikutnya, yakni Pulau Kalama, demi memastikan pemerataan uang layak edar di seluruh pulau terdepan Sulawesi Utara. (kiti)

Berita Terkait

Tiga Kompor Gas Meledak di Kantin RSUD Langsa, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa, Pelayanan tetap Normal
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar
Dukung Kebutuhan Daerah, PT PEMA Salurkan Dua Unit Becak Motor untuk Pemko Langsa
Peringati HSP ke-98, KNPI Langsa Berikan Anugerah Pemuda Award 2026 kepada Puluhan Tokoh Inspiratif
Cegah Kebocoran Pajak Daerah, BPKK Aceh Tengah Hadirkan Aksi Perubahan Aplikasi GEO-ATLAS
Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha
Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:06

25 Bangunan Terbakar di Telege Jernih, 23 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Senin, 2 November 2026 - 15:18

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Senin, 2 November 2026 - 10:13

Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar

Senin, 2 November 2026 - 06:54

Gotong Royong Rampung, Jalan Darurat Natam-Darul Hasanah Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Senin, 2 November 2026 - 03:20

Bukan Sekadar Tilang, Polres Bireuen Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Lewat Operasi Patuh Seulawah 2026

Senin, 2 November 2026 - 02:07

Kapolres Bireuen Ajak Siswa SMAN 1 Bireuen Jadi Pelopor Kamtibmas dan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 2 November 2026 - 00:50

Kawal Hak Sipil Warga Keturunan Filipina, Korlap Sartika Manuel Apresiasi Langkah Kemenkumham dan Pemkot Bitung

Berita Terbaru