
TRIBUNEINDONESIA.COM, GAYO LUES — Senyapnya pagi di Dusun Belah Lane, Desa Telege Jernih, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendadak berubah menjadi kepanikan hebat pada Senin (2/11/2026). Si jago merah mengamuk dan melahap habis pemukiman warga dalam waktu singkat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghanguskan sedikitnya 22 unit rumah warga. Tak hanya tempat tinggal, amukan api juga meratakan dua fasilitas penting masyarakat setempat, yakni satu unit mushala dan satu unit balai adat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimin, saat dikonfirmasi membenarkan insiden kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di wilayahnya itu.
“Sebanyak 22 unit rumah warga ludes terbakar. Selain itu, api juga menghanguskan satu unit mushala dan satu unit balai adat,” ujar Muhaimin, Senin (2/11/2026).
Enam Armada Damkar Diterjunkan, Nihil Korban Jiwa

Menindaklanjuti laporan darurat dari masyarakat, BPBD Gayo Lues langsung bergerak cepat dengan mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke area pemukiman lainnya.
Di tengah kerugian material yang ditaksir cukup besar, BPBD memastikan satu hal yang patut disyukuri: tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Seluruh warga dilaporkan selamat.
“Untuk saat ini petugas masih di lapangan melakukan penanganan dan pendataan. Informasi lebih lanjut akan secepatnya diinformasikan,” kata Muhaimin.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di Desa Telege Jernih tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.***












