Bitung | Tribuneindonesia.com – Pangkalan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VIII resmi bertransformasi menjadi pusat kemeriahan pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Negeri Aertembaga, Senin (14/09/26).
Seluruh rangkaian perayaan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari penuh dan akan berakhir pada 19 September mendatang.
Kawasan militer Satrol Kodaeral VIII menyajikan perpaduan atraktif antara kegiatan seni budaya, olah raga, panggung hiburan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pihak penyelenggara mengemas puncak peringatan tahun ini secara lebih megah, inklusif, dan terbuka bagi publik luas.
Panitia merangkul seluruh lapisan masyarakat Kota Bitung untuk berpartisipasi aktif, tanpa membatasi kepersertaan hanya bagi warga Negeri Aertembaga semata.
Seluruh alur kegiatan yang terselenggara telah mengantongi izin resmi serta mengamankan dukungan penuh dari jajaran pimpinan tinggi Kodaeral VIII.
Ketua Panitia HUT Negeri Aertembaga sekaligus Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi.
Dukungan kepemimpinan tersebut mematangkan persiapan acara sekaligus membuka ruang interaksi sosial yang solid antara prajurit TNI Angkatan Laut dan warga sipil.
Marvill menegaskan bahwa salah satu misi utama dari pergelaran ini adalah menarik minat serta mendekatkan potensi sumber daya manusia Kota Bitung dengan institusi TNI AL.
Di samping menghadirkan hiburan, acara ini mengemban misi sosial untuk mempererat kemitraan dengan masyarakat Aertembaga yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.
Ia menjelaskan bahwa perikanan merupakan urat nadi perekonomian lokal, sehingga TNI AL berkomitmen hadir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Keseruan HUT Negeri Aertembaga diwarnai beragam perlombaan lintas generasi, mulai dari line dance, kompetisi tradisional kupas kelapa dan potong kayu, hingga ekshibisi bola basket veteran usia 40 tahun ke atas.
Panitia juga menyajikan atraksi street fighter serta free riding guna memanjakan para pecinta otomotif dan olahraga ekstrem hingga akhir pekan perayaan.
Para pelajar dari tingkatan SD, SMP, hingga SMA turut mendapatkan panggung khusus untuk mengekspresikan bakat seni serta prestasi terbaik mereka.
Pendekatan ini mengubah seremoni tahunan menjadi wadah interaksi sosial yang dinamis bagi warga dari beragam latar belakang dan rentang usia.
Penyelenggara menyisipkan edukasi sejarah Aertembaga dan perjalanan Kota Bitung agar generasi muda tetap mengenali akar budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.
”Harapan kami, kegiatan pesta rakyat seperti ini dapat mengembangkan talenta, memacu prestasi, serta mendongkrak perekonomian daerah melalui keterlibatan aktif para pelaku UMKM,”
pungkas Marvill. (kiti)




















