SIMEULUE Tribune Indonesia.com Keberadaan material batu karang dan pasir pantai di lokasi proyek revitalisasi TK Hayatun Nufus dan TK Permata Ibu, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, memicu perhatian publik. Masyarakat mempertanyakan keamanan serta kualitas material tersebut untuk pembangunan fasilitas pendidikan anak.
Hasil konfirmasi INFOrakyat.Co.
ke Konsultan Pengawas Proyek dan pihak pihak terkait
” Oki pihak konsultan pengawas menegaskan bahwa material yang menjadi sorotan publik bukanlah bahan utama untuk struktur bangunan sekolah. “Pasir pantai dan batu karang itu bukan digunakan untuk bangunan sekolah, melainkan cuma buat meratakan jalan masuk ke area sekolah,” ujar Oki saat dihubungi.
Tanggapan Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat untuk memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi kondisi riil di lapangan. Melalui Kabid Dinas Pendidikan Simeulue, Salfianto, menyatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari kepala sekolah dan konsultan pengawas agar duduk perkara menjadi jelas.
Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Simeulue mengingatkan pentingnya mengacu pada dokumen resmi sebelum menyimpulkan adanya dugaan pelanggaran. Kasi Intel Kejari Simeulue, Fikri Abrar Pratama, S.H., M.H., menegaskan penentuan ada atau tidaknya indikasi penyimpangan tidak bisa disimpulkan hanya dari tampilan fisik atau foto semata.
”Penentuannya tidak bisa asal tebak. Harus dicek dan disesuaikan dulu dengan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta kontrak kerja yang ada,” terang Fikri.
Menunggu Keterangan Resmi
Pernyataan resmi dari Kepala TK Hayatun Nufus, Kepala TK Permata Ibu, serta Kepala Desa Senebuk selaku pemangku wilayah di lokasi proyek masih terus diupayakan untuk memberikan keterangan.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan bersama pihak pengembang dapat bersikap transparan mengenai rincian pengerjaan proyek. Keterbukaan informasi ini dinilai krusial demi memastikan fasilitas sekolah bagi anak-anak di Simeulue dibangun secara aman, kokoh, dan sesuai standar teknis yang berlaku(*)





















