Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 04:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​SIMEULUE Tribune Indonesia.com Keberadaan material batu karang dan pasir pantai di lokasi proyek revitalisasi TK Hayatun Nufus dan TK Permata Ibu, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, memicu perhatian publik. Masyarakat mempertanyakan keamanan serta kualitas material tersebut untuk pembangunan fasilitas pendidikan anak.

​Hasil konfirmasi INFOrakyat.Co.
ke Konsultan Pengawas Proyek dan pihak pihak terkait
” Oki pihak konsultan pengawas menegaskan bahwa material yang menjadi sorotan publik bukanlah bahan utama untuk struktur bangunan sekolah. “Pasir pantai dan batu karang itu bukan digunakan untuk bangunan sekolah, melainkan cuma buat meratakan jalan masuk ke area sekolah,” ujar Oki saat dihubungi.

​Tanggapan Dinas Pendidikan dan Kejaksaan ​Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat untuk memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi kondisi riil di lapangan. Melalui Kabid Dinas Pendidikan Simeulue, Salfianto, menyatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari kepala sekolah dan konsultan pengawas agar duduk perkara menjadi jelas.

Baca Juga:  Sambut Lebaran dengan Suka Cita, 123 Warga Binaan Lapas Perempuan Sigli Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1446 H 

​Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Simeulue mengingatkan pentingnya mengacu pada dokumen resmi sebelum menyimpulkan adanya dugaan pelanggaran. Kasi Intel Kejari Simeulue, Fikri Abrar Pratama, S.H., M.H., menegaskan penentuan ada atau tidaknya indikasi penyimpangan tidak bisa disimpulkan hanya dari tampilan fisik atau foto semata.

​”Penentuannya tidak bisa asal tebak. Harus dicek dan disesuaikan dulu dengan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta kontrak kerja yang ada,” terang Fikri.​

Menunggu Keterangan Resmi
​Pernyataan resmi dari Kepala TK Hayatun Nufus, Kepala TK Permata Ibu, serta Kepala Desa Senebuk selaku pemangku wilayah di lokasi proyek masih terus diupayakan untuk memberikan keterangan.

​Masyarakat berharap Dinas Pendidikan bersama pihak pengembang dapat bersikap transparan mengenai rincian pengerjaan proyek. Keterbukaan informasi ini dinilai krusial demi memastikan fasilitas sekolah bagi anak-anak di Simeulue dibangun secara aman, kokoh, dan sesuai standar teknis yang berlaku(*)

Berita Terkait

Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran
Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir
Jalan Provinsi Longsor di Tiga Juhar, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur
Pemkab Deli Serdang Siapkan Pasokan Sampah untuk PSEL Medan Raya
Maulid Nabi di Patumbak Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga
PAS KALI Diluncurkan, Keluarga Pasien Dapat Pendampingan dan Bantuan
“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Tembus Gelombang Demi Warga Terluar! Dinkes Simeulue Bawa Dokter Spesialis Tepat ke Jantung Pulau Teupah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 04:59

Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik

Sabtu, 12 September 2026 - 12:47

Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18

Jalan Provinsi Longsor di Tiga Juhar, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur

Sabtu, 12 September 2026 - 10:05

Pemkab Deli Serdang Siapkan Pasokan Sampah untuk PSEL Medan Raya

Sabtu, 12 September 2026 - 00:46

Maulid Nabi di Patumbak Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 00:26

PAS KALI Diluncurkan, Keluarga Pasien Dapat Pendampingan dan Bantuan

Jumat, 11 September 2026 - 22:53

“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”

Jumat, 11 September 2026 - 14:50

Tembus Gelombang Demi Warga Terluar! Dinkes Simeulue Bawa Dokter Spesialis Tepat ke Jantung Pulau Teupah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:47