Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan

- Editor

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI/Tribuneindonesia.com

 

Di mana ada pemimpin yang membangun peradaban, di sana pendidik dihormati, guru disejahterakan, dan rakyat diutamakan. Di mana ada pemimpin yang hanya mencari tampil di podium, berpidato panjang, dan menyusun program megah — tapi melupakan pengajar dan melupakan rakyat — di sana kehancuran sedang ditanam, meskipun belum kelihatan hari ini. Minggu 16 Agustus 2026

Lihatlah Jepang. Setelah dibom, setelah hancur menjadi debu, pemimpinnya tidak sibuk tampil di depan kamera. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan bukan berapa banyak senjata yang tersisa — melainkan: “Berapa guru yang masih hidup?” Mereka mengumpulkan setiap pendidik yang selamat, memuliakan mereka, mensejahterakan mereka, dan menjadikan gaji guru setara dengan pejabat tertinggi negara. Dalam puluhan tahun, bangsa yang hancur itu bangkit menjadi salah satu peradaban terkuat di dunia. Bukan karena kekayaan alam — Jepang hampir tidak punya sumber daya alam — tetapi karena mereka membangun dari ruang kelas, dari penghargaan kepada pengajar.

Lihatlah Singapura. Dari negeri yang kecil, miskin sumber daya, dan terbelakang — pemimpinnya memahami: satu-satunya kekayaan adalah manusia. Mereka menempatkan guru di posisi terhormat, gaji pendidik ditetapkan layak dan tinggi, dan setiap kebijakan selalu dimulai dari pendidikan. Hari ini negeri itu berdiri tegak di antara bangsa-bangsa maju. Bukan karena luas wilayah — tapi karena mereka tahu: penghargaan kepada pendidik adalah fondasi peradaban yang tidak bisa runtuh.

Lihatlah Vietnam. Bangsa yang lama dilanda perang — pemimpinnya bangkit dengan keteguhan hati. Mereka membangun kesejahteraan guru, menempatkan pendidikan sebagai jalan keluar dari keterbelakangan. Dan hari ini mereka melangkah maju dengan langkah yang mantap.

Baca Juga:  Ada Apa Bobby Nasution ke Aceh? Isu Empat Pulau Jadi Sorotan

Sebaliknya, lihatlah bangsa-bangsa yang jatuh ke dalam kegelapan. Nigeria — negeri yang kaya sumber daya alam, di bawah tanahnya minyak dan kekayaan tersedia berlimpah. Tapi pemimpinnya melupakan pendidikan, melupakan guru, dan membiarkan rakyat hidup dalam kemiskinan di atas kekayaan sendiri. Negeri itu terpecah, konflik meletus di mana-mana, dan kekayaan alam justru menjadi kutukan. Karena pemimpinnya sibuk membagi kekayaan, bukan membangun manusia.

Banyak negeri lain juga begitu — pemimpinnya naik ke podium, berbicara dengan lantang, menjanjikan kemajuan, membuat program demi program. Tapi di belakang layar, guru masih berjuang menghidupi keluarganya, rakyat masih menunggu keadilan yang tidak kunjung datang, dan pendidikan masih berdiri di atas kaki yang pincang. Mereka lupa: tidak ada peradaban yang pernah berdiri kokoh di atas pengajar yang miskin.

Maka carilah pemimpin yang tidak terlalu banyak berbicara, tetapi banyak berpikir tentang kesejahteraan pendidik. Carilah pemimpin yang tidak terlalu sibuk di podium, tetapi sibuk memastikan setiap anak mendapat pengajaran yang baik dan setiap guru mendapat penghidupan yang layak. Karena pemimpin yang membangun peradaban tidak diukur dari ketinggian pidatonya — melainkan dari seberapa baik gurunya diperlakukan, dan seberapa sejahtera rakyatnya hidup.

Dan jangan heran kalau bangsa ini berjalan di tempat. Kalau fondasinya — yaitu guru — dibiarkan miskin, maka seberapa megah pun program di atas kertas, seberapa tinggi pun pemimpin berdiri di podium — semuanya itu akan runtuh. Karena kehancuran itu tidak datang tiba-tiba. Ia datang ketika pemimpin memilih tampil di depan, dan melupakan mereka yang membangun dari belakang.

Berita Terkait

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25

Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23

Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34