Suhadi dan Maliki dilantik Gubernur Aceh sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues Periode 2025-2030.

- Editor

Senin, 17 Februari 2025 - 04:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren | Tribunindonesia.com

Gubernur Aceh, yang baru saja diangkat sumpah oleh Mendagri Tito Karnavian. Bergerak cepat, berkeliling Acehengunakan moda helicopter.
Muzakkir Manaf secara resmi melantik Suhaidi dan H. Maliki sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues,periode 2025-2030. Dimana acara pelantikan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR-K Gayo Lues di Gedung Sidang Utama DPR-K Gayo Lues. Hari minggu, 16 Februari 2025.

Muzakir Manaf,dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada Suhaidi dan H. Maliki yang kini memegang amanah memimpin Kabupaten Gayo Lues selama lima tahun ke depan. Mualem menyampaikan, pelantikan ini merupakan hasil dari kepercayaan yang diberikan masyarakat, dan mengingatkan pentingnya menjaga amanah tersebut dengan baik. Ia menekankan bahwa tugas yang akan diemban oleh kedua pemimpin ini bukanlah tugas yang ringan.

“Kepercayaan masyarakat ini harus dijaga dengan baik. Tugas yang diemban bukanlah tugas yang ringan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan program-program pembangunan untuk kepentingan rakyat kita.

Lebih lanjut, Mualem memberikan sejumlah arahan kepada Suhaidi dan H. Maliki dalam memimpin Gayo Lues. Ia mengingatkan agar mereka selalu menjaga keharmonisan hubungan antara eksekutif dan legislatif untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah dalam membangun Kabupaten Gayo Lues. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembinaan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan memiliki kapasitas yang memadai untuk melayani masyarakat.

“Mari kita ubah mindset dari ‘dilayani’ menjadi ‘melayani’ dan pastikan para ASN bekerja dengan profesionalisme tinggi,” tambah Mualem.

Gubernur Aceh juga menekankan agar Pemerintah Kabupaten Gayo Lues selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk memastikan pembangunan yang ada di Gayo Lues berjalan sesuai dengan rencana dan untuk kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong agar para akademisi dilibatkan dalam setiap rancangan pembangunan agar program-program yang dilaksanakan terukur dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Mualem juga menegaskan pentingnya memberi ruang bagi para pengusaha di Gayo Lues untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, agar bisa menciptakan nilai tambah dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, dukungan dari masyarakat Gayo Lues juga sangat penting untuk kesuksesan setiap program pembangunan yang dilaksanakan.

“Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues dapat bekerja keras dan menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dukungan doa dari ulama dan masyarakat akan sangat berarti bagi keberhasilan program-program yang dijalankan,” kata Mualem.

Sebagai bagian dari agenda kerja ke depan, Mualem mengingatkan agar Bupati Suhaidi segera mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan di Akademi Militer (Akmil) Magelang yang akan dilaksanakan pada 21 hingga 28 Februari mendatang. Namun, Wakil Bupati H. Maliki hanya akan ikut serta pada acara penutupan yang akan dihadiri langsung oleh Presiden pada 28 Februari 2025.

Selain itu, Mualem juga membahas rencana untuk meningkatkan ekspor hasil alam Aceh ke luar negeri, khususnya ke Penang, Malaysia. Ia menjelaskan bahwa Aceh, termasuk Gayo Lues, memiliki banyak produk unggulan seperti kopi, kakao, dan hasil pertanian lainnya yang memiliki potensi besar untuk diekspor. “Kami sedang merencanakan jalur ekspor langsung ke Penang. Di sana, ada pasar yang sangat potensial untuk produk-produk hasil alam kita. Kami berharap dapat memfasilitasi petani dan pengusaha lokal untuk mengirimkan produk mereka ke pasar internasional, yang tentunya akan meningkatkan pendapatan daerah dan petani,” ujar Mualem.

Baca Juga:  SAPA: BSI Harus Utamakan Kesejahteraan Masyarakat, Bukan Persiraja

Gubernur Aceh tersebut menegaskan bahwa rencana ekspor langsung ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk Aceh, khususnya kopi Gayo dan alpukat yang sudah terkenal dengan kualitasnya. Untuk itu, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk ekspor, termasuk transportasi dan logistik yang efisien.

Mualem juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pengusaha, maupun masyarakat, agar program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian Aceh.

Pada kesempatan yang sama,Suhaidi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Aceh yang telah hadir untuk melantik mereka. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pilkada yang berlangsung damai dan berterima kasih kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) yang telah menyelenggarakan pemilihan dengan lancar.

Suhaidi mengungkapkan, salah satu prioritas yang akan mereka jalankan adalah pembangunan infrastruktur, khususnya untuk memperlancar akses antara Gayo Lues dan Aceh Tamiang, yang semasa kampanye mereka janjikan akan menjadi prioritas jika terpilih. “Alhamdulillah, doa masyarakat diijabah, dan kami akan segera merealisasikan janji tersebut,” ujar Suhaidi.

Selanjutnya, Suhaidi menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya alam di Gayo Lues untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, sekitar 27 persen dari luas wilayah Gayo Lues adalah lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Namun, sebagian besar wilayah Gayo Lues masih berupa hutan lindung yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan.

Adapun “Salah satu program prioritas kami,adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya dibidang sektor pertanian. Kami akan fokus pada pengembangan kebun kopi, kakau, tembakau, dan jagung. Di tahun 2026, kami juga akan mewajibkan setiap ASN memiliki kebun kopi seluas 1 hektar,” tuturnya.

Bupati yang baru saja dilantik tersebut menyampaikan komitmennya,untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, dengan memastikan bahwa setiap pegawai negeri sipil (PNS) di Gayo Lues menggunakan plat nomor kendaraan yang sesuai dengan wilayah daerah setempat. “Kami akan segera mengatur ini untuk memastikan pajak yang dibayarkan sesuai dengan daerahnya,” ungkap Suhaidi.

Bupati Defenitif, memaparkan tantangan yang dihadapi Gayo Lues terkait dengan kondisi alam yang seringkali mengakibatkan bencana alam, seperti tanah longsor dan kerusakan jalan. Ia mengusulkan agar UPT V PUPR yang ada di Aceh Tenggara, dapat dipindahkan ke Gayo Lues, mengingat panjangnya Ruas jalan provinsi di Gayo Lues yang lebih luas dibandingkan Aceh Tenggara.

Suhaidi-Maliki, akan fokus pada peningkatan sektor pertanian, khususnya pengembangan kebun kopi dan tanaman lain yang potensial. Suhaidi berharap dengan program tersebut, Gayo Lues dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian daerah.

Pelantikan Suhaidi dan H. Maliki ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain mantan Menteri Perdagangan Agus Supramanto, anggota DPR-RI Irmawan dan Muslim Ayyub, serta pejabat Aceh lainnya tampak juga Plt. Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah, Kapolres Gayo Lues, Dandim Gayo Lues, Kepala Dinas Pangan Aceh Surya Rayendra, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, maupun Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya momen pelantikan ini sebagai langkah awal demi kemajuan Kabupaten Gayo Lues, menyambut Indonesia Emas.

Berita Terkait

Fandi Maulana Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Penggelapan, Kuasa Hukum Apresiasi Putusan PN Takengon
Hakim PN Medan Tolak Prapid Tersangka Penganiayaan, Air Mata Orangtua Korban Pecah di Ruang Sidang
PERADI PASNI Gandeng Polres Salatiga: Kawal Penegakan Hukum Humanis di Era KUHP Baru
Miris, Bocah 11 Tahun Diduga Dianiaya Dua Perempuan Dewasa di Pidie
Poldasu Selidiki Dugaan Korupsi Proyek SPKLU di PLN UID Sumut
Putusan MA Diabaikan, Lamsin SKD Angkat Bicara: “Jangan Permainkan Hukum Negara”
Putusan MA Sudah Sampai ke Kabag Hukum, Pemkab Aceh Tenggara Dinilai Belum Bergerak Cepat
Perkuat Sinergi, Imigrasi Ngurah Rai Gelar Media Gathering demi Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:57

Diduga Jadikan Jabatan sebagai Alat Tekan Guru PPPK, Plt Kepsek SDN 2 Lawe Dua Layak Dievaluasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:50

Diduga Gunakan Jabatan untuk Menekan Guru PPPK, Plt Kepsek SDN 2 Lawe Dua Dikecam Keras

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:57

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Gelar Wisuda Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:25

Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor di Juli Paya Cut-Simpang Mulia

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:21

Penanaman Distan Agara Dipertanyakan.Jagung 3sak dengan Biaya Perawatan senilai 25 JT per KK

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:12

Wujudkan Lingkungan Kondusif, Kodim 1310/Bitung Tegaskan Sinergitas Lintas Sektoral melalui Patroli Malam

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:06

Dansatrol Kodaeral VIII Perkuat Kesiapan Operasional Melalui Arahan Virtual Kasal

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36

Sinergi Digital Bitung Perkuat Pelantikan PWI Sulut 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x