Warga Bantu Warga sebagai Aksi Sosial sebagai Bentuk Kepedulian sesama

- Editor

Jumat, 26 Desember 2025 - 02:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November silam, Aksi sosial yang ditunjukkan oleh warga masyarakat dan anak rantau gampong Curee Tunong kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, sebagai aksi warga bantu warga, dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Di Motori Keuchik yang langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban terdampak banjir bandang digampong Lhok Pungki kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Misbahuddin keuchik gampong Curee Tunong, didampingi oleh Tgk Imum dan Tuha Peut, kepada media ini mengatakan, Aksi sosial ini adalah warga bantu warga, dalam aksi ini bertujuan untuk mengunjungi saudara- saudara kita yang tertimpa musibah besar dan sekaligus pemberian bantuan logistik kepada korban yang saat ini tinggal ditenda – tenda yang menjadi tempat perlindungan sementara bagi para korban banjir. Kegiatan ini merupakan respon cepat dari warga kami, donasi yang dikumpulkan melalui swadaya masyarakat dan bantuan dari anak ratou desa curee tunong yang berdomisili dimalaysia.

Dengan semangat kebersamaan, donasi dikumpulkan melalui berbagai cara,termasuk menghubungi anak rantau yang ada dimalaysia, termasuk secara langsung dor to dor kerumah warga maupun melalui koordinasi dengan semua Apatur Gampong Curee Tunong, termasuk ketua Pemuda dan anggotanya. Dan Alhamdulilah hasil yang dikumpulkan dapat dibelikan beberapa kebutuhan pokok untuk para pengungsi, antusias yang tinggi dari warga masyarakat menjadi bukti bahwa nilai kepedulian sosial terhadap sesama secara kemanusiaan, “ucapnya.

Baca Juga:  ​Terima Kunjungan Bidang Pengawasan, Plh Kajari Bitung Pastikan Kinerja Sesuai Prosedur

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan yang dibawakan mencakup berbagai kebutuhan pokok dan logistik darurat, antara lain beras, air mineral, roti, biskuit, makanan siap saji, sarung, selimut, perlengkapan wanita, pakaian pantas pakai dan pakaian baru, pakaian anak-anak, kebutuhan bayi, sabun cuci, family kit, minyak goreng, serta kebutuhan lainnya, “tutupnya.

Bantuan kemanusiaan ini kita antar langsung kebarak- barak pengungsian, untuk Lokasi I, kegampong Lhok pungki kecamatan Sawang, bantuan kami di terima langsung oleh kepala dusun setempat. Pada lokasi ke II didusun kuta bate, Rencana mau menyebrang sungai dikarenakan arus sungai yang sangat deras, maka salah seorang warga menyeberang sungai untuk mengambil bantuan dari kami,bantuan tersebut di terima oleh salah seorang warga, “jelasnya.

Sementara itu salah warga, kepada media ini mengatakan, Bantuan ini sangat membantu kami dalam situasi sulit ini. Terima kasih kepada kami masyarakat dari gampong curee tunong kecamatan simpang mamplam kabupaten Bireuen dan bantuan masyarakat serantau dari malaysia yang telah peduli terhadap kami para pengungsi, semoga bantuan bapak dan ibu, di balas oleh Allah SWT, ” Amin ya rabbal Alamin ” ungkap salah satu warga. ( samsul)

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Panitia Tetapkan Pemenang Lomba Karya Foto dan Karya Tulis Jurnalistik Aceh Tengah–Bener Meriah
Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Berita Terbaru