Reymond Bakker: Pendidikan di Maluku Barat Daya Harus Dapat Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,/Tribuneindonesia.com

Reymond Bakker menegaskan bahwa pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menurutnya, pendidikan pada intinya merupakan fondasi utama dalam pengembangan karakter, keterampilan, dan potensi diri peserta didik untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, dengan proses yang berlaku seumur hidup. Selasa 10 maret 2026


“Tidak hanya persoalan akademik yang dibutuhkan, tetapi juga pembentukan karakter, berpikir kritis, serta penanaman nilai empati dan rasa tanggung jawab kepada peserta didik,” ujarnya. Oleh karena itu, pendidikan harus dijadikan sebagai peluru kendali yang mampu mengubah tatanan dunia sekaligus sebagai investasi jangka panjang tanpa batas waktu demi masa depan generasi bangsa dan negara Indonesia.

Tantangan Pendidikan di Indonesia Khususnya Wilayah 3T

Dalam perkembangannya, sistem pendidikan Indonesia menghadapi berbagai tantangan, baik dari faktor geografis maupun ketimpangan sarana prasarana. Meskipun pemerintah pusat telah berupaya meningkatkan kualitas melalui kurikulum yang berlaku dan digitalisasi pendidikan, tantangan tersebut masih menjadi permasalahan krusial – terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya.

Provinsi Maluku sebagian besar wilayah kecamatannya berbasis kepulauan, dengan muatan permasalahan pendidikan yang sejalan dengan daerah lain di Indonesia. Di Kabupaten Maluku Barat Daya, permasalahan yang dihadapi meliputi sarana prasarana yang kurang memadai, terbatasnya pendidik berkualitas, sulitnya akses geografis, rendahnya kesejahteraan guru, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Data Kondisi Daerah: Hubungan Pendidikan dan Pengangguran

Sebagai salah satu wilayah 3T di Provinsi Maluku, data menunjukkan jumlah penduduk Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2025 mencapai 95.746 jiwa. Tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan SMA (22,9%), sedangkan lulusan sarjana, magister, hingga doktor baru mencapai 5,73%. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka di daerah tersebut sebesar 6,11% pada akhir tahun 2024, dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 66,52%.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Maluku Barat Daya memiliki keterkaitan erat dengan permasalahan pendidikan dan struktur ekonomi daerah, yang pada intinya merupakan krisis kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya lapangan kerja formal. Akar penyebab utamanya antara lain kendala geografis sebagai daerah kepulauan dan ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan syarat pekerjaan formal, sehingga menciptakan lingkaran setan pengangguran.

Baca Juga:  ​Kajari Bitung Serap Arahan Strategis Jaksa Agung dalam Kunjungan Kerja di Manado

Imbauan Berdasarkan Dasar Hukum

Oleh karena itu, Reymond mengimbau kepada pemerintah daerah Maluku Barat Daya, pemerintah provinsi Maluku, hingga pemerintah pusat khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari amanat perundang-undangan di Indonesia.

Dasar hukum yang mendukung adalah Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional dalam Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal. Perhatian khusus yang dimaksud meliputi peningkatan kompetensi guru, reformasi kurikulum, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan infrastruktur pendidikan, serta kolaborasi seluruh pihak termasuk partisipasi masyarakat.

Maluku Barat Daya Berhak Mendapatkan Pendidikan Layak

Namun, semua upaya tersebut tidak dapat diraih secara mandiri oleh pihak sekolah yang menjadi sasaran permasalahan pendidikan di daerah tersebut, terutama karena kendala rentang kendali pendidikan yang berbasis kepulauan. Oleh karena itu, revitalisasi satuan pendidikan sebagai program nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia – sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 – tidak hanya harus diperuntukkan bagi sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK di wilayah barat Indonesia.

“Maluku Barat Daya harus menjadi perhatian utama karena kami bukan pelengkap dalam bingkai NKRI, tetapi kami adalah warga negara Indonesia yang berhak atas pendidikan dan pengajaran yang layak demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tegasnya kepada media.

Berita Terkait

Kartu Keluarga Diduga Bermasalah, Masyarakat Pertanyakan Profesionalisme Disdukcapil Aceh Tenggara 
HBKB Jakarta Utara dan Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Mitra Hadirkan Samsat juga Pengobatan Gratis
PSSB U-12 Ikut Festival Piala Presiden di Banda Aceh
​Putus Jaringan Antarprovinsi, Polres Bitung Amankan 15 Gram Sabu Asal Palu dari Tangan Pria Ini
Masyarakat Gayo Perantauan: Jangan Ciptakan Polemik Baru, Dukung Swadaya Warga Perbaiki Jalan Bireuen–Bener Meriah
Bupati Bireuen Serahkan Santunan Rp267 Juta dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan ke Pekerja Rentan dan Non ASN Bireuen
​Angin Kencang Melanda, Petani di Sekitar Cagar Alam Duasudara Diminta Jaga Lahan dari Kobaran Api
​Gali Inovasi di PENAS XVII Gorontalo, Wali Kota Bitung Boyong Kontingen Jelajahi Stan Pameran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:18

Kartu Keluarga Diduga Bermasalah, Masyarakat Pertanyakan Profesionalisme Disdukcapil Aceh Tenggara 

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:37

HBKB Jakarta Utara dan Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Mitra Hadirkan Samsat juga Pengobatan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:36

PSSB U-12 Ikut Festival Piala Presiden di Banda Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:58

​Putus Jaringan Antarprovinsi, Polres Bitung Amankan 15 Gram Sabu Asal Palu dari Tangan Pria Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:35

Bupati Bireuen Serahkan Santunan Rp267 Juta dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan ke Pekerja Rentan dan Non ASN Bireuen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:59

​Angin Kencang Melanda, Petani di Sekitar Cagar Alam Duasudara Diminta Jaga Lahan dari Kobaran Api

Senin, 22 Juni 2026 - 13:38

​Gali Inovasi di PENAS XVII Gorontalo, Wali Kota Bitung Boyong Kontingen Jelajahi Stan Pameran

Senin, 22 Juni 2026 - 12:19

​Akses Jalan Bitung–Minahasa Utara Kembali Terbuka Usai Mediasi Humanis TNI-Polri dan Warga

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Perpustakaan Deli Serdang Buka Kelas Gratis, Cetak Generasi Digital Berdaya Saing

Selasa, 23 Jun 2026 - 07:53

Sosial

PSSB U-12 Ikut Festival Piala Presiden di Banda Aceh

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:36