Relawan Listrik untuk Negeri Kritik Kinerja Dirut PLN Usai Pemadaman Massal di Sumatera

- Editor

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Teuku Yudhistira, M.I.Kom Relawan Listrik untuk Negeri (foto ist)
H. Teuku Yudhistira, M.I.Kom Relawan Listrik untuk Negeri (foto ist)

Jakarta – Gelombang pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Mei 2026 kembali memicu sorotan terhadap kinerja PT PLN (Persero). Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), H. Teuku Yudhistira, M.I.Kom, melontarkan kritik tajam terhadap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, yang dinilainya bertanggung jawab atas belum optimalnya penguatan sistem kelistrikan di Pulau Sumatera.

Dalam tulisan opini yang disampaikan kepada media, Yudhistira menilai pemadaman yang terjadi bukan sekadar akibat gangguan teknis pada jaringan transmisi 275 kV di wilayah Muara Bungo, Jambi, sebagaimana dijelaskan PLN, melainkan merupakan konsekuensi dari belum terealisasinya proyek strategis penguatan jaringan transmisi 500 kV Muara Enim–Aur Duri.

Menurutnya, proyek tersebut telah lama disebut sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumatera, namun hingga kini masih berada pada tahap perencanaan dan pengadaan.

“Kerentanan sistem sudah diketahui sejak lama. Solusi juga sudah tersedia, tetapi pelaksanaannya dinilai berjalan lambat sehingga risiko gangguan besar tetap membayangi sistem kelistrikan Sumatera,” kata Yudhistira.

Soroti Proyek Transmisi 500 kV

Yudhistira menyebut pembangunan jaringan transmisi 500 kV Muara Enim–Aur Duri merupakan proyek vital untuk memperkuat interkoneksi dan menyediakan jalur cadangan apabila terjadi gangguan pada sistem eksisting.

Ia menilai keterlambatan proyek tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pernyataan manajemen PLN mengenai prioritas penguatan transmisi dengan realisasi di lapangan.

Menurutnya, kapasitas pembangkit listrik di Sumatera relatif mencukupi, namun kemampuan penyaluran energi masih menjadi tantangan karena infrastruktur transmisi belum diperkuat secara optimal.

Kritik Terhadap Manajemen Risiko

Selain menyoroti lambannya pembangunan infrastruktur, Yudhistira juga mengkritik manajemen risiko PLN yang dinilai belum mampu mengantisipasi potensi gangguan sistem yang telah lama diketahui.

Ia berpendapat bahwa berbagai kajian teknis sebelumnya telah mengingatkan adanya kerentanan pada jaringan transmisi Sumatera apabila belum didukung sistem cadangan yang memadai.

Baca Juga:  ​Prahara di PN Depok: KPK Ringkus Ketua dan Wakil Ketua Terkait Suap Eksekusi Lahan

“Dalam pandangan kami, risiko tersebut sudah lama teridentifikasi sehingga perlu percepatan langkah-langkah mitigasi agar tidak berulang menjadi pemadaman berskala luas,” ujarnya.

Singgung Laporan Pemulihan Listrik Saat Bencana

Dalam tulisannya, Yudhistira juga menyinggung laporan pemulihan pasokan listrik saat bencana banjir yang pernah terjadi di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera.

Ia mengklaim terdapat perbedaan antara laporan pemulihan yang disampaikan kepada pemerintah pusat dengan kondisi di lapangan yang masih mengalami gangguan pasokan listrik dalam waktu cukup lama.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan penulis dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak PLN maupun pihak terkait lainnya.

Desak Evaluasi Kepemimpinan

Yudhistira menilai pemadaman berulang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kerugian ekonomi serta mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, hingga sektor kesehatan.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sistem kelistrikan nasional, khususnya terkait percepatan proyek-proyek strategis yang bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik.

“Publik membutuhkan kepastian bahwa proyek-proyek penguatan sistem berjalan sesuai target sehingga kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PT PLN (Persero) maupun Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo terkait kritik yang disampaikan Koordinator Nasional Re-LUN tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat kritik dan opini yang disampaikan oleh H. Teuku Yudhistira selaku Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN). Sejumlah tuduhan dan penilaian yang disampaikan dalam tulisan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak PT PLN (Persero) maupun pihak yang disebutkan. Prinsip keberimbangan tetap diperlukan sesuai kaidah jurnalistik.

Berita Terkait

Jasa Raharja Raih Penghargaan di Ajang Transportasi Indonesia Awards 2026
​Atasi Pencemaran PT FSU, Wali Kota Bitung Boyong Tim Gabungan Datangi KLH dan BKPM
Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep
Kejar Target , Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Lembur Pasang Pintu RTLH Hingga Malam Hari
Reje Kampung Alur Item Diminta Buka Transparansi Penggunaan Dana Desa 2024–2026, Warga Desak APH Lakukan Audit Menyeluruh
Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan Dapur Hingga Panen Telur di Lapas Kota Bakti
Kecerdasan Mengelola Keuangan: Mahkota Sejati Seorang Istri
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Wujudkan Harapan Baru bagi Rabumah Amin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:29

Keadilan yang Tak Kunjung Tiba: Di Balik Seruan Kedaulatan Papua dan Maluku

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:21

Wanita Cerdas Mengelola Keuangan, Wanita yang Tak Mau Belajar Tetap Berjalan di Tempat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:10

beranilah negaraku: berikan hak kedaulatan, hentikan perang sia-sia, bangun persaudaraan setara

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:37

Bayu Anugerah Gugat Otto Hasibuan dan Presiden RI, Kepatuhan Putusan MK Jadi Sorotan

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:13

Jasa Raharja DKI Gelar FGD FKLL, Bersama Stakeholder Petakan Strategi Tekan Kecelakaan di Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:17

PESAN KEBENARAN DAN KEKUATAN

Senin, 25 Mei 2026 - 08:07

Dana Desa Dipotong, Koperasi Belum Terbentuk: Keresahan Masyarakat Aceh Tenggara Mulai Menguat

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:54

Gerebek Gubuk Maut di Pancur Ido! Pengedar Sabu Dibekuk Saat Racik Paket Haram, Polisi Sita 2 Gram Narkotika

Berita Terbaru