Re-LUN Sebut Kinerja Kelistrikan Era Darmawan Prasodjo Terburuk dalam 20 Tahun, PLN Belum Beri Tanggapan

- Editor

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN) merilis laporan yang mengkritisi kinerja sistem kelistrikan Jawa–Bali selama periode kepemimpinan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Dalam laporan tersebut, organisasi itu mengklaim bahwa sejumlah indikator keandalan listrik menunjukkan penurunan dibandingkan periode kepemimpinan direktur utama PLN sebelumnya.

Koordinator Nasional Re-LUN, Teuku Yudhistira, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6), menyatakan bahwa kesimpulan tersebut disusun berdasarkan analisis data yang disebut berasal dari laporan tahunan PLN, data yang dipublikasikan berbagai lembaga, serta kajian independen.

“Semua ini hasil laporan Tim Investigasi Data dan Laporan Khusus Re-LUN,” kata Yudhistira.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari PLN maupun Darmawan Prasodjo terkait isi laporan tersebut. Oleh karena itu, sejumlah klaim yang disampaikan dalam laporan Re-LUN belum dapat diverifikasi secara independen.Sumber : Laporan Tahunan PLN, Komisi VII DPR, ADB, Audit Independen Sumber : Laporan Tahunan PLN, Komisi VII DPR, ADB, Audit Independen

Indikator Keandalan Kelistrikan

Dalam laporannya, Re-LUN menggunakan dua indikator yang lazim dipakai dalam industri ketenagalistrikan untuk mengukur kualitas layanan.

Indikator pertama adalah System Average Interruption Duration Index (SAIDI), yakni rata-rata total durasi gangguan atau pemadaman yang dialami pelanggan dalam satu tahun. Semakin rendah nilai SAIDI, semakin baik tingkat keandalan pasokan listrik.

Indikator kedua adalah System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), yaitu rata-rata frekuensi gangguan yang dialami pelanggan dalam satu tahun. Nilai yang lebih rendah menunjukkan gangguan yang lebih jarang terjadi.

Menurut Re-LUN, kedua indikator tersebut digunakan sebagai dasar untuk membandingkan kinerja sejumlah direktur utama PLN sejak 2006 hingga pertengahan 2026, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa–Bali.

Periode 2006–2011 Dinilai Paling Stabil

Laporan tersebut menyebut bahwa masa kepemimpinan Eddie Widiono (2006–2008), Fahmi Mochtar (2008–2009), dan Dahlan Iskan (2009–2011) merupakan periode dengan tingkat keandalan sistem yang relatif tinggi.

Re-LUN mencatat nilai SAIDI pada periode tersebut berada di kisaran 120–240 menit per tahun, sementara SAIFI berkisar antara 1,2 hingga 1,8 kali gangguan per pelanggan per tahun.

Menurut laporan itu, selama periode tersebut tidak tercatat pemadaman berskala besar yang menyebabkan gangguan luas pada sistem Jawa–Bali.

Penurunan Bertahap pada 2011–2019

Pada masa kepemimpinan Nur Pamudji (2011–2014), Re-LUN mencatat adanya peningkatan durasi dan frekuensi gangguan. Nilai SAIDI disebut naik menjadi 300–450 menit per tahun, sedangkan SAIFI berada pada rentang 2,2–3,0 kali gangguan.

Laporan itu mengaitkan kondisi tersebut dengan bertambahnya usia aset jaringan serta keterlambatan modernisasi infrastruktur.

Sementara itu, pada masa kepemimpinan Sofyan Basir (2014–2019), Re-LUN menyebut terjadi peningkatan lebih tajam pada angka gangguan. Periode ini juga ditandai dengan pemadaman massal Jawa–Bali pada 4 Agustus 2019 yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Menurut laporan tersebut, nilai SAIDI saat itu berada pada kisaran 720–1.136 menit per tahun, sedangkan SAIFI mencapai 5,8–11,5 kali gangguan per pelanggan.

Klaim Perbaikan pada 2019–2021

Baca Juga:  Diduga Kuat (DTKS) Masyarakat Desa Seuneubok Saboh Oknum Marak Lakukan Manipulasi Data Warga Miskin

Re-LUN menilai terjadi perbaikan keandalan sistem ketika PLN dipimpin Zulkifli Zaini pada 2019–2021.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa nilai SAIDI turun menjadi sekitar 400–500 menit per tahun dan tidak terjadi lagi gangguan berskala besar seperti yang terjadi pada 2019.

Kritik terhadap Kinerja Era Darmawan Prasodjo

Bagian utama laporan Re-LUN menyoroti periode kepemimpinan Darmawan Prasodjo yang dimulai pada akhir 2021.

Re-LUN mengklaim bahwa nilai SAIDI pada 2025 mencapai sekitar 1.450 menit atau setara 24,2 jam per pelanggan per tahun. Organisasi itu menyebut angka tersebut sebagai yang tertinggi dalam rentang data yang mereka analisis sejak 2006.

Selain itu, Re-LUN juga mempertanyakan perbedaan angka yang mereka sebut sebagai hasil audit independen dengan data yang menurut mereka dilaporkan secara resmi.

Dalam laporannya, Re-LUN mengklaim terdapat perbedaan antara angka SAIDI tahun 2024 yang dipublikasikan PLN dengan hasil perhitungan yang mereka lakukan. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum memperoleh tanggapan dari pihak PLN.

Soroti Gangguan Kelistrikan di Bali

Laporan Re-LUN juga menyoroti sejumlah kejadian pemadaman di Bali dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut organisasi tersebut, terdapat pemadaman besar di Bali pada April 2022 dan Mei 2025 yang berdampak terhadap jutaan pelanggan. Re-LUN menyebut frekuensi kejadian tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, laporan itu juga menyinggung gangguan yang terjadi pada Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian masalah keandalan sistem yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius.

Anggaran Pemeliharaan dan Cadangan Daya

Re-LUN turut menyoroti kebijakan pengelolaan anggaran perusahaan.

Dalam laporan tersebut, organisasi itu mengklaim terjadi penurunan anggaran pemeliharaan jaringan dan pembangkit sejak 2022, sementara sebagian dana dialihkan untuk program transformasi digital, termasuk proyek Advanced Metering Infrastructure (AMI).

Mereka juga mengklaim bahwa margin cadangan daya sistem mengalami penurunan dibandingkan standar yang selama ini dianggap aman bagi operasi sistem kelistrikan.

Namun demikian, data dan kesimpulan yang disampaikan Re-LUN mengenai kebijakan anggaran dan dampaknya terhadap keandalan sistem belum memperoleh konfirmasi resmi dari PLN.

Perlunya Klarifikasi dan Verifikasi

Pengamat menilai bahwa indikator keandalan seperti SAIDI dan SAIFI memang menjadi parameter penting dalam mengukur kualitas layanan kelistrikan. Namun, interpretasi terhadap data tersebut perlu mempertimbangkan metodologi perhitungan, cakupan gangguan yang dihitung, serta kondisi sistem secara keseluruhan.

Karena itu, sejumlah temuan dan kesimpulan dalam laporan Re-LUN masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari regulator, auditor independen, maupun pihak PLN agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang mengenai kondisi sistem kelistrikan nasional.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat klaim dan temuan yang disampaikan oleh Re-LUN. Hingga berita diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari PT PLN (Persero) maupun Darmawan Prasodjo terkait isi laporan tersebut. Semua tuduhan, penilaian, dan kesimpulan dalam laporan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Berita Terkait

PROYEK REVITALISASI SEKOLAH APBN 2026 DI ACEH TENGGARA DISOROT, PENGAWASAN K3 DIPERTANYAKAN
Padam Berkali-kali & Manipulasi Data: Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Terburuk dalam 20 Tahun Terakhir
Wakil Bupati Membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan SMP se Kabupaten Simeulue .
Dugaan Penguasaan Alsintan APBN Hampir Dua Tahun, GRPK dan P2BMI Sumut Desak Evaluasi Kinerja Intelijen Kejari Deli Serdang
Siswa Diduga Dilarang Ujian karena Tunggakan SPP, Sekolah Diminta Klarifikasi
BEM USU Gugat Kebijakan Nasional, DPRD Sumut Didesak Bawa Aspirasi ke Pusat
Di Tengah Gelombang Kritik, RSUD Aceh Singkil Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat
PJU Padam, Jalan Sultan Serdang dan Balai Desa Sena Rawan Gangguan Keamanan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:56

Polda Bali Tingkatkan Layanan SKCK: Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Bisa Diakses Online

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:50

Dandim 0204/DS Tegaskan Loyalitas Prajurit Lewat Tradisi Pindah Satuan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:58

Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:06

Kapendam IX/Udayana Luruskan Pemberitaan Terkait Insiden Anggota TNI Dengan Brimob di Manggarai Barat

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:58

Kodam IX/Udayana Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan TNI dan Rakyat

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:48

Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:19

Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir Dianugerahi JMSI Award 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:32

Audiensi dengan LDII, Kapolresta Denpasar Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas dan Kelola Sampah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tingkatkan Sinergisitas, Kacabdin Simeulue Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers

Kamis, 18 Jun 2026 - 03:30