Berlarut di Meja Intelijen ! GRPK Soroti Mandeknya Penanganan Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Alat Pertanian. Desak Pelimpahan ke Pidsus

- Editor

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Ruang pelayanan di Kejaksaan Negeri Deli Serdang pada Senin 3 Agustus 2026 kembali menjadi tujuan pengurus LSM Gerakan Rakyat Pejuang Keadilan (GRPK). tujuannya sama seperti kunjungan sebelumnya,memperoleh kepastian mengenai perkembangan laporan dugaan penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian berupa Combine Harvester dan TR4 bantuan Kementerian Pertanian RI. Laporan itu mengarah kepada mantan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara berinisial Juaeni alias Jue.

harapan memperoleh penjelasan yang terang tidak terpenuhi. Pengurus GRPK justru diterima dua staf Intelijen. menurut GRPK, kedua staf tersebut tidak mampu menjelaskan perkembangan penanganan laporan, termasuk alasan perkara belum dilimpahkan ke bidang Pidana Khusus maupun tindak lanjut terhadap barang yang dipersoalkan.

Pertanyaan demi pertanyaan mengenai status penanganan laporan berujung pada jawaban yang dinilai tidak menjawab substansi. Situasi itu memunculkan dugaan di kalangan pengurus GRPK bahwa pejabat yang memiliki kewenangan memilih tidak menemui mereka secara langsung.

Kadiv Hukum DPP LSM GRPK, Indra SBW, S.H., menilai jawaban yang diterima tidak berkaitan dengan pokok persoalan. menurut dia, penjelasan yang diberikan lebih banyak mengalihkan pembahasan tanpa menyentuh inti pertanyaan mengenai progres laporan.

kalau tidak mengerti, lebih baik diam saja. Karena yang ditanya satu, yang dijawab lain. Sangat tidak nyambung,” ujar Indra.

Baca Juga:  Partai Perjuangan Aceh (PPA) Memberikan Bantuan Lampu Penerangan Jalan untuk Mesjid-Mesjid di Kabupaten Pidie

Kondisi tersebut membuat pertemuan berlangsung tanpa kepastian. upaya pengurus GRPK untuk bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang juga belum membuahkan hasil. berdasarkan keterangan GRPK, tidak ada kepastian apakah pimpinan dapat menemui mereka maupun penjelasan mengenai waktu pertemuan.

Ketua Umum GRPK Abdul Hadi kemudian melontarkan kritik keras terhadap penanganan laporan tersebut. menurut dia, lamanya laporan berada di bidang Intelijen tanpa pelimpahan ke Pidana Khusus berpotensi memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Semakin lama laporan itu bertahan di Intelijen tanpa pelimpahan ke Pidsus, semakin besar ruang munculnya dugaan dan spekulasi. Kondisi seperti ini semestinya dijawab melalui langkah hukum yang terbuka dan terukur,” ujar Abdul Hadi.

GRPK juga meminta Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang mengevaluasi pelayanan serta mekanisme penanganan laporan, khususnya pada bidang Intelijen. Organisasi itu menilai pelapor berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai tahapan penanganan perkara agar tidak muncul ketidakpastian berkepanjangan.

menurut GRPK, perkara tersebut tidak boleh berhenti pada tahap klarifikasi administratif. apabila belum terdapat perkembangan berarti, organisasi itu berencana membawa persoalan tersebut ke Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara guna meminta supervisi terhadap penanganan laporan.(Ilham Gondrong)

 

 

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Jelang Milad ke-79, Ahmad Syarifudin Ila Boyong Panitia Alkhairat Kunjungi Wali Kota Bitung
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:07

Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan

Kamis, 5 November 2026 - 09:58

Mewakili Wali Kota Bitung di HUT ke-598 Minahasa, Kadis Kominfo Altin Tumengkol Pererat Sinergi Budaya

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:10

Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 12:32

Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci

Selasa, 3 November 2026 - 11:47

Tutup Latsar CPNS 2026, Hengky Honandar Tegaskan ASN Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:08

Erosi Sungai Ular Meluas, Relokasi Warga Jadi Pilihan Terakhir

Berita Terbaru