Ratusan Guru “Menggugat” Balai Kota Medan: Tuntutan Membara, Hati Guru Terluka!

- Editor

Rabu, 11 Juni 2025 - 02:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MEDAN I Tribuneindonesia.com

Suasana mencekam menyelimuti halaman Balai Kota Medan pada Selasa (10/06/2025), saat ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan—TK, SD, hingga SMP—menggelar aksi diam yang menyimpan amarah. Tanpa orasi, tanpa pengeras suara, namun penuh makna: para pendidik Kota Medan merasa telah cukup lama disakiti dan kini menuntut keadilan.

Di bawah bendera Forum Guru Bersatu Sumatera Utara (FGBSU), para guru menyampaikan tiga poin tuntutan kepada Wali Kota Medan. Mereka menuntut pencabutan kebijakan era Wali Kota sebelumnya, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang dinilai merugikan ribuan guru.

Inilah 3 Tuntutan Panas Para Guru

Anggaran Tambahan Gaji dan Tunjangan:Tambahan 50% dari Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk Gaji 14 dan Gaji 13 Tahun Anggaran 2023 (PP No. 15/2023).Tambahan 100% dari TPG untuk Gaji 14 dan Gaji 13 Tahun Anggaran 2024 (PP No. 14/2024).

Tambahan 100% TPG untuk Gaji 14 dan Gaji 13 Tahun Anggaran 2025 (PP No. 11/2025).Cabut Peraturan Wali Kota Medan Nomor 1 Tahun 2023 tentang TPP Guru yang hanya Rp220.000/bulanjumlah yang dinilai sangat tidak manusiawi bagi para pengabdi pendidikan.

Perubahan Waktu Presensi Pulang: Guru menuntut sistem presensi disesuaikan dengan waktu pulang siswa. “Siswa pulang, guru juga pulang!”

Guru Menangis Tanpa Suara

Khoir, salah satu guru peserta aksi, mengatakan bahwa unjuk rasa ini bukan sekadar protes biasa ini adalah jeritan batin yang tertahan terlalu lama.

Baca Juga:  MPD Pidie: Jamaluddin S.Pd Pimpin Langsung Seleksi Wawancara Calon Anggota Majelis Pendidikan 2025–2030

“Kami hanya duduk, diam, tidak bersuara. Karena hati guru sudah terlalu dalam dilukai. Bahkan kami tidak membawa pengeras suara. Kami ingin didengar, bukan diteriakkan,” ujarnya lirih namun tegas.

Aksi ini pun direspons Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Benny Siregar, yang mengaku tuntutan tersebut sudah sering dibahas namun belum menemukan titik terang. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke pimpinan daerah dan pusat.

“Kami tidak tinggal diam, tapi proses ini melibatkan banyak pihak hingga pusat. Kami akan terus suarakan,” ucap Benny.

BKAD: Anggaran Tak Bisa Dipaksakan

Plt Kepala BKAD, Evan Bulung, menjelaskan bahwa dana untuk gaji dan THR guru berasal dari pusat, bukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang berasal dari PAD hanyalah TPP.

“Kami tidak bisa sembarangan ubah kebijakan. Sumber dana berbeda. Kenaikan TPP harus memperhitungkan semua guru se-Kota Medan, dan itu akan membebani APBD. Belanja pegawai maksimal 30% dari anggaran daerah,” jelas Evan.

Namun penjelasan teknis ini tak cukup meredam gejolak hati para guru yang merasa hak mereka tak kunjung dipenuhi.

Aksi diam ini mungkin tak bersuara, tapi getarannya mengguncang Balai Kota Medan. Para guru telah bicara lewat diam mereka—dan kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Akankah tuntutan mereka digubris, atau kembali tenggelam dalam tumpukan birokrasi?

Ilham Tribuneindonesia.com

Berita Terkait

Revitalisasi SD Negeri Muara Situlen Rp913 Juta: Proyek Pemulihan atau Sekadar Tambal Sulam
Makin Dekat Kenakan Bintang Perwira, 11 Calon Taruna-Taruni Akpol Aceh Raih Hasil Gemilang
BAMA Hadir di Bali, Perkuat Koneksi Pendidikan dan Karir Indonesia–Tiongkok
Anggota DPRA Ir. Iskandar Desak Polda Usut Tuntas Pembakaran Kampus FP USK
Diduga Jadikan Jabatan sebagai Alat Tekan Guru PPPK, Plt Kepsek SDN 2 Lawe Dua Layak Dievaluasi
Andi Zulkifli Tirta SPd Terima Penghargaan Tentor Terfavorit Sosiologi Dari Bimbel Adzkia
Dugaan Intimidasi Guru PPPK di SDN 2 Lawe Dua, LSM PERKARA Desak Evaluasi PLT Kepsek
Semangat Hardiknas 2026, SMP Negeri 1 Manyak Payed Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x