Manajemen PTPN IV PKS Cot Girek Luruskan Fakta: Tidak Ada Penelantaran Karyawan

- Editor

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara, Tribuneindonesia.com.-  29 Juni 2025 – Nasrullah, seorang karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di PKS Cot Girek, PTPN IV Regional 6, membantah keras pemberitaan miring yang menyebut dirinya menjadi korban kelalaian manajemen hingga tidak mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Dalam keterangannya, Nasrullah menegaskan bahwa ia telah ditangani dengan cepat dan baik oleh pihak perusahaan, serta mengaku terganggu karena informasi yang disebarkan oleh oknum media sangat jauh dari fakta.

“Saya langsung ditangani dan dibawa ke rumah sakit, tidak ada yang ditelantarkan. Luka saya ditangani secara medis, semua biaya ditanggung perusahaan. Saya sudah dirawat, dikunjungi manajemen, bahkan dibantu secara moril dan materiil. Saya bingung kenapa bisa keluar berita seperti itu, ujar Nasrullah.

Lebih jauh, Nasrullah mengaku dirinya merasa difitnah, apalagi disebut-sebut bahwa ia terkena air rebusan sawit. Menurutnya, informasi tersebut sangat keliru dan seolah-olah disengaja untuk membentuk opini negatif terhadap perusahaan.

“Saya tidak terkena air rebusan, tapi air panas yang mengalir di parit kecil dari proses limbah biasa. Itu pun bukan di stasiun rebusan, tapi di area kerja stasiun pabrik biji saat saya membersihkan nutten. Entah dari mana mereka ambil informasi itu. Zaman sekarang sudah canggih, tapi ada saja yang masih buat berita asal-asalan seperti sesuai pesanan. Ini sungguh tidak etis, katanya kesal.

Ia juga menyampaikan bahwa selama proses pemulihan, ia diteror oleh sejumlah oknum tak dikenal yang terus menelpon hingga tengah malam dan mencoba menggiring narasi negatif.
“Saya sedang istirahat, tapi malah diganggu terus lewat telepon, dipaksa seolah-olah harus menyalahkan perusahaan. Saya capek secara mental. Tolong jangan jadikan saya alat kepentingan siapa pun. Pintanya.

Pihak keluarga Nasrullah pun tidak tinggal diam. Orang tuanya menyampaikan bahwa mereka tidak pernah membuat pernyataan negatif terhadap perusahaan. Sebaliknya, keluarga justru sangat berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan.

“Kami tidak pernah bicara ke mana-mana. Waktu Pak Manajer dan ibu-ibu IKBII datang ke rumah sakit, kami sangat terharu. Kami tidak pernah kecewa, malah sangat berterima kasih. Kalau ada yang bilang sebaliknya, itu bohong, ujar ayah Nasrullah.

Baca Juga:  Pulau Sumba, Kekayaan Alam dan Budaya Nusantara yang Tak Terlupakan

Dalam pernyataan terpisah, PT Perkebunan Nusantara IV Regional 6 Unit PKS Cot Girek Aceh Utara menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut. Saat dikonfirmasi oleh awak media, Minggu (29/06/2025), Manajemen menjelaskan bahwa kejadian tidak terjadi di stasiun rebusan seperti yang diberitakan, melainkan di area kerja stasiun pabrik biji saat Sdr. Nasrullah sedang membersihkan nutten hasil buangan ayakan inti.

“Alhamdulillah kondisi korban dalam keadaan stabil. Saya sudah bicara langsung dengan Sdr. Nasrullah. Karena ada luka bakar di betis kanan, dokter menganjurkan rawat inap. Semoga dalam waktu dekat bisa pulang ke rumah. ujar Manajer PKS Cot Girek, Basri.

Tak hanya menemui korban, Manajer Basri bersama jajaran Karpim dan Ikatan Keluarga Besar Istri-Istri (IKBII) Unit PKS Cot Girek juga mengunjungi keluarga korban di Rumah Sakit Umum Melati, Kota Lhokseumawe. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa manajemen perusahaan tidak tinggal diam, dan memberikan perhatian, kepedulian, dan simpati penuh terhadap kondisi korban.

Manajer Basri juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis rumah sakit yang telah memberikan layanan cepat dan optimal:
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak RSU Melati atas penanganan yang cepat dan profesional. Kami percaya kolaborasi seperti ini sangat penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja. Katanya.

PTPN IV Regional 6 menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan standar RSPO. Semua pekerja, baik tetap maupun PKWT, menjadi tanggung jawab perusahaan, dan setiap kejadian ditangani dengan serius.

Manajemen juga mengimbau agar media dan pihak-pihak tertentu tidak menyebarkan informasi sepihak dan tidak terverifikasi, karena bisa menyesatkan publik dan mencemarkan nama baik perusahaan. “Kami minta semua pihak menghormati proses dan fakta, serta tidak menjadikan musibah sebagai alat kepentingan tertentu. Tuturnya.

Reporter: Z

Berita Terkait

GMNI Apresiasi Respons Cepat Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos
Buka Puasa Berujung Duka, Ibu Muda di Sunggal Hilang Bersama Balitanya
Pemuda Gunung Putri Soroti Persoalan Daerah, Minta Pembangunan Berpihak pada Masyarakat
Panas di Paya Gambar! Kades Paya Gamabar Dituding Intimidasi, Sengketa Lahan Petani Meledak di Ujung Ramadan
GMNI Desak Bupati Aceh Tengah Buka Data Penanganan Bencana hidrometeorologi Secara Transparan
Ucapan “Hailli Ogoh” Lukai Warga, Ketua PJS Aceh Minta Oknum Karyawan Finance Diproses Hukum
Teknisi Telkom Akses Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Langsa, Alami Luka Bakar Serius
Hutama Karya Gelar Apel Siaga Mudik Lebaran 2026, Perkuat Kesiapan Layanan Jalan Tol
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:14

Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:15

Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:09

Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:19

Dumas Desa Aras Kabu Mandek, Warga Kepung Kejaksaan & Inspektorat

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:04

Mafia Tanah Dibidik, P2BMI Puji Polresta Deli Serdang

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:19

Setahun berlalu, kasus penikaman Abdul Hadi di Batang Kuis belum terungkap

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:47

Bantah Tuduhan Surat Palsu, Pihak Desa Pagar Merbau I Tegaskan Dokumen untuk Cagar Budaya

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:43

Dumas Proyek Fiktif Desa Aras Kabu memanas! DPW P2BMI Sumut desak Kejari Deli Serdang Serius bongkar dugaan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x