M.Dian Sampai Sekarang Masih Tinggal di Gubuk Reyot Di Gandapura

- Editor

Rabu, 22 Januari 2025 - 08:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen | TribuneIndonesia.com

Kehidupan Keluarga M.Dian (40 tahun ) Warga Dusun Mando Johan Gampong Mon Jeurujak, Kecamatan Gandapura Bireuen bersama istri dan dua orang anaknya, walaupun sudah berusaha dan tinggal di dua kabupaten, sebelum nya Dia menetap di Gampong Babah Buloh pedalaman Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara
dan kehidupannya juga tinggal di Gubuk Reyot.

Sekarang M. Diah bersama keluarganya(istri) pulang ke tempat kelahirannya di Kecamatan Gandapura, Bireuen, dan dua anaknya tetap kehidupan nya di sebuah Gubuk Reyot, Selasa ( 25/1/2025 )

Kata M.Dian kepada media ini, saya pulang ke tanah kelahiran saya di Kecamatan Gandapura Bireuen lebih kurang 2 tahun, namun nasib kami belum ada perubahan. Walaupun demikian kami tetap bersyukur dan terus berusaha.

Dia bekerja sebagai buruh harian lepas yang pendapatannya tidak tentu, terkadang Rp. 50 ribu perhari itu pun ada orang yang memakai jasanya.

Kondisi Gubuk kami yang di tempati saat ini sangat memprihatinkan dinding rumahnya terbuat dari batang rumbia bahkan hampir keseluruhan nya bolong bolong, berlantai tanah dan beratap daun. Rumah yang berukuran 4×5 meter yang dia tempati bersama istri dan anaknya,

Kala hujan tiba, gubuk kami dipenuhi rintikan air hujan membasahi lantai tanah yang disebabkan atap rumahnya bocor. Rumah itu jauh dari kata layak sebagai tempat berteduh untuk sebuah keluarga, ucap M.Dian dengan nada lirih .

Hal serupa juga di sampaikan oleh istri nya Lisnawati kepada media ini mengatakan, sebelum nya kami berusaha mengadu nasib ke gampong saya di Aceh Utara, dan sekarang ini saya ikut ke gampong suami saya ke Bireuen, siapa tahu nasib kami ada perubahan di Gampong suami saya.

Kegiatan Lisnawati sebagai Ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurusi dua orang anak, kadang terpaksa juga harus bekerja sebagai harian lepas bantu-bantu orang dikampung untuk menopang ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kata Lisnawati beberapa bulan yang lalu gubuk yang kami tempati , ada di datangi dari tim kabupaten kalau tidak salah ada juga dari Perkim bireuen dan Baitul Mal untuk meminta data seperti KTP dan KK bahkan gubuk kami mereka potret.
Lisnawati sangat mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen agar kami dapat bantuan rumah layak huni, harapnya.

Baca Juga:  Pemkab Beltim Resmi Luncurkan 2 Unit Bus Sekolah Gratis

Abdul Hamid Pj.Keuchik Gampong Mon Jeurujak Kecamatan Gandapura saat di konfirmasi oleh media ini mengatakan, untuk keluarga M.Dian sudah 95% .
“Insya Allah akan di bangun rumah bantuan layak huni oleh Baitul Mal Bireuen di tahun ini ( 2025 ) ini, informasi saya tahu dari petugas dinas yang sudah pernah turun ke gampong kami dan kata petugas tersebut M.Dian dan keluarganya sangat pantas mendapatkan rumah layak huni dari Baitul Mal, dan saat ini hanya menunggu saja akan di bangun”, pungkasnya PJ.Abdul Hamid.

Sementara Program Gampong sudah banyak kami merehab rumah dan membangun rumah layak huni untuk warga, ucapnya menambahkan.

Sedangkan Mahyu Danil yang di sapa Mahyu Batee Kureng Tokoh eks GAM di Gandapura mengatakan, sebenarnya sudah 20 tahun usia perdamaian RI dan GAM, kalau penegak hukum serius menindak lanjuti oknum oknum yang bermain pungli tentang Rumah Bantuan Layak Huni, saya rasa mungkin tidak ada lagi masyarakat Bireuen tinggal di Gubuk Reyot, sebut Mahyu.

Khususnya Pemkab Bireuen dan Dinas terkait ketika akan survey siapa siapa yang layak dan pantas mendapatkan bantuan rumah layak huni harus melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena mereka lah yang lebih tahu kondisi dan keadaan warga di gampong.

Jika tidak di libatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa maka oknun oknum pungli rumah bantuan layak huni akan terus merajalela sehingga sampai kapan pun bantuan rumah layak huni tidak tepat sasaran.

Aparat Penegak Hukum di wilayah Bireuen harus bersikap tegas terhadap oknum oknum pungli bantuan rumah layak huni tersebut, harapnya.[UmarA Pandrah].

Berita Terkait

Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026
Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan
Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper
Dumas Desa Aras Kabu Mandek, Warga Kepung Kejaksaan & Inspektorat
Mafia Tanah Dibidik, P2BMI Puji Polresta Deli Serdang
Setahun berlalu, kasus penikaman Abdul Hadi di Batang Kuis belum terungkap
Bantah Tuduhan Surat Palsu, Pihak Desa Pagar Merbau I Tegaskan Dokumen untuk Cagar Budaya
Dumas Proyek Fiktif Desa Aras Kabu memanas! DPW P2BMI Sumut desak Kejari Deli Serdang Serius bongkar dugaan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:55

Kecebur Fantasi di Kolam! Udin Dipukul Mimpi, Amat Kena Tampar

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:03

Iman di Balik Seragam Bhayangkara, Polri Bukan Sekadar Penegak Hukum, tetapi Istana Kebaikan Bangsa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:43

Satu Tahun Tiga Hari Hailli–Muchsin: Ujian Kepemimpinan di Tanah Gayo

Sabtu, 21 Februari 2026 - 02:17

Media Tanpa Box Redaksi: Ancaman Serius bagi Kredibilitas Pers

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:25

HRD: Dari Bireuen ke Senayan, Kini Saatnya Menuju BL 1 Aceh?

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:57

Cahaya Imlek 2026 Menyala, Iham Gondrong Kirim Pesan Damai untuk Deli Serdang

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x