Dumas Proyek Fiktif Desa Aras Kabu memanas! DPW P2BMI Sumut desak Kejari Deli Serdang Serius bongkar dugaan

- Editor

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang I TribuneIndonesia.ComDugaan proyek fiktif di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, kian memanas.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) P2BMI Sumatera Utara bersama perwakilan warga turun langsung mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, Selasa 10 Februari 2026, guna mempertanyakan perkembangan laporan pengaduan masyarakat (Dumas) yang telah dilayangkan sejak 26 November 2025.

Kedatangan Ketua DPW P2BMI Sumut  beserta jajaran pengurus dan warga bukan sekedar silaturahmi. Mereka membawa satu misi tegas: menuntut kejelasan proses hukum atas dugaan proyek fiktif yang disebut-sebut terjadi di Desa Aras Kabu. Laporan itu menjadi simbol kegelisahan warga terhadap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran desa.

Rombongan diterima oleh perwakilan Intelijen Kejari Deli Serdang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah momen serah terima jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Kejari. Pihak kejaksaan menyampaikan bahwa Dumas terkait dugaan proyek fiktif tersebut masih dalam proses penanganan.

Namun, ada satu catatan penting. Kejari mengakui adanya pergantian pejabat yang berpotensi membuat berkas penanganan perkara dialihkan kepada pejabat baru. Meski demikian, pihak kejaksaan menegaskan akan tetap proaktif melakukan investigasi serta pemeriksaan atas laporan masyarakat tersebut.

Bagi DPW P2BMI Sumut  dan warga, pernyataan itu belum cukup menenangkan. Mereka menegaskan bahwa kasus ini bukan perkara kecil. Dugaan proyek fiktif menyangkut uang rakyat, anggaran publik yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa, bukan justru diduga hilang tanpa wujud nyata di lapangan.

Ketua DPW P2BMI Sumut Abdul Hadi  secara tegas menitipkan pesan kepada pihak Kejari agar laporan Dumas tersebut diproses sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Ia menekankan bahwa bila dalam proses penyelidikan ditemukan pelanggaran hukum, maka pihak terlapor harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai data dan fakta yang terungkap.

Baca Juga:  Satgas TMMD Ke-123 Kodim 0111/Bireuen, Bantu Warga Bersihkan Kebun Jagung.

“Penanganan kasus seperti ini tidak boleh setengah hati. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Kalau memang ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

DPW P2BMI Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada warga Aras Kabu yang tetap konsisten mempercayakan pengawalan kasus ini kepada organisasi tersebut. Menurut mereka, kepercayaan masyarakat adalah amanah besar, apalagi di tengah kondisi di mana publik semakin kritis terhadap kinerja aparat dan penegakan hukum.

Mereka menilai, kesadaran warga untuk melapor dan mengawal dugaan penyimpangan adalah tanda positif. Masyarakat tidak lagi diam. Mereka mulai berani mempertanyakan pengelolaan anggaran, terutama jika muncul dugaan korupsi yang menyeret oknum pejabat desa.

P2BMI menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama. Praktik korupsi di tingkat desa dinilai sama berbahayanya dengan korupsi di level atas, karena langsung merampas hak masyarakat kecil. Dana desa yang seharusnya menjadi motor pembangunan justru bisa berubah menjadi ladang bancakan jika pengawasan lemah.

“Setiap warga negara punya hak yang sama untuk melawan korupsi. Jangan ada rasa takut ketika memperjuangkan kebenaran. Justru sikap kritis masyarakat inilah yang menjadi benteng agar penyimpangan tidak semakin merajalela,” ujar perwakilan DPW P2BMI.

Kini, sorotan tertuju pada Kejari Deli Serdang. Masyarakat menunggu bukti nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti Dumas tersebut. Apakah dugaan proyek fiktif di Aras Kabu akan terungkap terang, atau justru tenggelam di tengah proses administrasi dan pergantian pejabat, waktu yang akan menjawab.

Yang jelas, warga sudah bersuara. Tekanan publik mulai menguat. Dan kasus ini berpotensi menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran desa di Deli Serdang.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

​Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Ungkap Pengelolaan Dapur MBG di Manado, OC Kaligis: Dapurnya Ada dan Memenuhi Syarat
​Kajari Bitung Hadiri FGD Evaluasi Restorative Justice di Kejati Sulawesi Utara
Pengawasan Ketat Korps Adhyaksa: Kejari Bitung dan Tiga Kejari Daerah Jalani Evaluasi Kinerja Serentak
Kasus Dugaan JADUP Siperkas Kian Memanas! Warga Tuntut Transparansi, Ketua BPG Sampaikan Keterangan Soal Penyaluran Bantuan
Sidang Kasus Dugaan Perambahan Hutan Lindung di Karo Berlanjut, Jaksa Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
BERULANG KALI DISOROT, BELUM ADA TITIK TERANG! Dugaan “Dana Titipan” Rp7 Juta per Desa hingga Berbagai Isu Anggaran di Subulussalam Kian Mengguncang Kepercayaan Publik: Sampai Kapan Kepastian Hukum Dinanti?
Dampingi Korban Jalani Pemeriksaan di Paminal Propam Polda Sumut, Serahkan Bukti Dugaan Intimidasi Oknum Polisi
PT Serdang Tengah Klarifikasi Rekrutmen Tenaga Kerja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:20

DPC PKB Kota Langsa Buka Penjaringan Pengurus DPAC, Targetkan Mesin Politik Hingga Tingkat Kecamatan

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:29

Distanpan Simeulue Dorong Kemandirian Pangan, Lahan Telantar Disulap Jadi Kebun Cabai

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:14

​Sinergi Polri dan Damkar Bitung Berhasil Jinakkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Ranowulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:37

​Diduga Jadi Korban Fitnah, Tiga Wartawan Bitung Buka Suara Terkait Isu Pemerasan ASN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:03

PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE GANDENG KEJAKSAAN NEGERI SIMEULUE

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00

Demo Desa Mengarah ke Perusahaan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:38

Membanggakan! Tiga Putra Terbaik Aceh Singkil Lolos Akademi Militer 2026, Jadi Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rp8 Miliar TPP Beralih ke Penanganan Banjir

Senin, 3 Agu 2026 - 23:24