Media Tanpa Box Redaksi: Ancaman Serius bagi Kredibilitas Pers

- Editor

Sabtu, 21 Februari 2026 - 02:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com — Di tengah derasnya arus informasi digital, publik dituntut semakin cerdas memilah sumber berita. Namun, di sisi lain, perusahaan pers juga memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjamin transparansi dan akuntabilitasnya. Salah satu indikator paling mendasar adalah keberadaan box redaksi atau susunan redaksi. Sayangnya, masih ditemukan media yang tidak menampilkan identitas redaksinya secara terbuka.

Padahal, ketiadaan box redaksi bukan sekadar kekurangan administratif. Itu adalah persoalan serius yang menyangkut legalitas, profesionalitas, dan tanggung jawab jurnalistik.

Box Redaksi Bukan Formalitas

Merujuk pada Dewan Pers, khususnya Peraturan Nomor 03 Tahun 2019 tentang Standar Perusahaan Pers, setiap perusahaan pers wajib mencantumkan identitas yang jelas. Mulai dari nama badan hukum, alamat redaksi, penanggung jawab, hingga kontak resmi yang dapat dihubungi publik.

Kehadiran box redaksi merupakan bentuk pertanggungjawaban hukum dan etik. Media yang profesional tidak akan menyembunyikan siapa pengelolanya. Sebab, transparansi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga menegaskan pentingnya tanggung jawab redaksional. Tanpa identitas yang jelas, bagaimana mungkin hak jawab atau hak koreksi dapat disampaikan secara layak?

Risiko Media Tanpa Identitas

Media yang tidak mencantumkan box redaksi berpotensi dikategorikan sebagai media tidak berbadan hukum atau bahkan media abal-abal. Dalam praktiknya, situs semacam ini kerap menjadi lahan subur penyebaran hoaks, opini tendensius, hingga serangan personal tanpa tanggung jawab.

Baca Juga:  Iman di Balik Seragam Bhayangkara, Polri Bukan Sekadar Penegak Hukum, tetapi Istana Kebaikan Bangsa

Lebih jauh, jika terjadi pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, Dewan Pers akan kesulitan memproses laporan karena tidak ada penanggung jawab yang dapat dimintai klarifikasi. Situasi ini merugikan publik sekaligus merusak ekosistem pers nasional.

Kredibilitas media juga dipertaruhkan.

Narasumber akan ragu memberikan informasi, pembaca akan mempertanyakan validitas berita, dan pada akhirnya kepercayaan publik pun terkikis.
Standar Minimal yang Wajib Dicantumkan
Setiap media yang mengaku sebagai perusahaan pers setidaknya harus memuat:

  • Nama badan hukum (PT, Yayasan, atau Koperasi).
  • Penanggung jawab/Pemimpin Redaksi.
  • Susunan redaksi (redaktur, reporter, dan unsur lainnya).
  • Alamat kantor/redaksi.
  • Kontak resmi (email dan/atau nomor telepon).

Standar ini bukan untuk membebani, melainkan untuk melindungi semua pihak media, narasumber, dan pembaca.

Media tanpa box redaksi adalah alarm bagi publik. Itu bukan sekadar kekurangan teknis, melainkan kesalahan serius secara administratif dan etika pers. Dalam era keterbukaan informasi, transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Pembaca patut berhati-hati terhadap berita dari media yang tidak menampilkan identitas redaksinya secara jelas. Karena pada akhirnya, pers yang sehat lahir dari tanggung jawab yang terang benderang, bukan dari ruang gelap tanpa identitas.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:24

KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung

Minggu, 1 November 2026 - 12:15

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha

Minggu, 1 November 2026 - 10:24

PAJAK KAMI DITAGIH SAMPAI KE LIANG LAHAT, TAPI HAK KORBAN BANJIR DIABAIKAN?” PEPABRI, PENA PUJAKESUMA DAN TAMPERAK SOROT BANTUAN REHAB RUMAH ACEH TAMIANG

Minggu, 1 November 2026 - 06:56

Terpusat di Jakarta Secara Hibrida: Menkum RI Pimpin Penyerahan SK Kewarganegaraan Nasional yang Hubungkan Daerah dan Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:57

Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Berita Terbaru