Ketua PN Lhoksukon Pimpin Sidang Lapangan Lahan Sawit diBuket Linteung

- Editor

Selasa, 1 Juli 2025 - 00:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA,/Tribuneindonesia.com
Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon Ngatemin, S.H., M.H., memimpin sidang lapangan, pengugat kasus sengketa lahan sawit yang terlibat antara Masyarakat Desa Buket Linteung dengan tergugat Kustiono salah seorang warga Desa Seureke yang bersengketa mengenai kepemilikan lahan kebun sawit.

Sidang lapangan, atau disebut juga sidang di tempat (descente), adalah sidang yang dilakukan di lokasi perkara untuk memeriksa secara langsung objek sengketa atau situasi yang terkait dengan perkara yang sedang disidangkan. Ketua majelis hakim memimpin langsung jalannya sidang lapangan dan dibantu oleh hakim anggota, panitera, serta juru sita.sidang Lapangan pada senin 30 juni 2025, berjalan sukses dan aman tanpa ada kendala apapun.

Sidang Lapangan dihadiri oleh ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon Ngatemin, S.H., M.H.,kepala Kantor Pertanahan Aceh Utara, Muhammad Reza, S.T., M.Si.,kapolsek Langkahan Iptu Edi Munandar, S, Sos, Anggota Danramil Langkahan, Kuasa Hukum Penggugat Atta Law Firm, dan kuasa hukum tergugat, hadir juga dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh Utara, kepala desa Buket Linteung Mansur, Pj Kepala desa Serke Nurdimar Rangkuti,SE, Sadikan mantan Ketua KUD Sejahtera Mandiri, serta pengugat dan tergugat, masyarakat kedua desa juga ikut melihat langsung sidang lapangan yang menjadi objek perkara dalam kasus penyerobatan lahan yang sampai saat ini masih dalam sengketa di pengadilan Negeri Lhoksukon.

Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon Ngatemin, S.H., M.H, ketika memulai sidang lapangan mengajak semua pihak baik pengugat maupun tergugat yang hadir, agar menghargai proses hukum yang berjalan, dan diharapkan semua pihak agar memberikan keterangan yang jelas, supaya apa yang dihasilkan hari ini menjadi jelas,” tunjukkan kepada kami dimana objeknya dan batasnya”, agar ini menjadi fakta lapangan, sebutnya.

Saya mohon dan berharap kepada semua pihak yang hadir disini, dapat menahan diri, dengan tidak membuat keributan, agar tim bisa bekerja maksimal, apapun yang dihasilkan hari ini dapat menjadi fakta tambahan, dan menjadi pertimbangan dalam sidang akan datang, sidang akan datang yang telah terjadwal pada kamis tanggal 3 juli 2025, “harapnya.

Baca Juga:  FPI Bireuen Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kasur dan Zakat untuk Korban Banjir Bandang di Peusangan Raya

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Utara,Muhammad Reza, S.T., M.Si, saat itu menjelaskan, agenda hari ini harus jelas, kalau masalah tapal batas,itu merupakan kewenangannya pada Bupati Aceh Utara, sebutnya”.

“Setahu saya Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE (Ayah Wa)”, belum mengeluarkan Perbub tentang tapal batas wilayah antara kecamatan tanah jambo Aye dengan kecamatan langkahan, “ungkapnya

kedatangan kami hari ini menentukan dimana objek yang menjadi lahan sengketa, setelah kita tentukan titiknya, secara teknis kita akan membuat pemetaan secara keseluruhanya,” ungkapnya.

Media ini mengikuti proses sidang lapangan dari awal sampai akhir Bahwa berdasarkan hasil Descente (Pemeriksaan setempat/sidang lapangan) sudah sangat jelas dan terang bahwa yang menjadi objek sengketa yang diajukan oleh Para Penggugat benar adanya dan berdasarkan hasil sidang lapangan hari ini menunjukkan bahwa program replanting yang dikerjakan oleh KUD Sejahtera Mandiri telah masuk ke areal tanah masyarakat Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara Saat mema sang Alat pengukur koordinat GPS (Global Positioning System), Total Station, dan pita ukur, Terlihat sangat jelas dari tiga titik koordinat yang ada menunjukkan bahwa daerah tersebut masuk dalam wilayah Desa Buket Linteung.

Mendesak Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE (Ayah Wa ) agar menyelesaikan sengketa ini dengan tegas, bahwa penyerobotan lahan ini telah merugikan masyarakat Buket Linteung ( samsul ).

Berita Terkait

Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?
Di Norwegia Melayani dengan Sederhana — Di Indonesia Justru Dilayani Berlebihan
Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah
Dinas DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan
H. Ruslan M. Daud Gandeng Poltekpel Malahayati Bekali Penyintas Banjir Bireuen
P3-TGAI Rp195 Juta Kuning II Disorot, Disebut Aspirasi Dewan PKB
Kawal Kamtibmas Jelang Peringatan HDA Ke – 21 Tahun 2026, Polres Bireuen Gelar Apel Gabungan Bersama TNI
Satgas TMMD ke-129 Tebar Lele dan Isi Kandang Ayam Petelur di Lima Lokasi RTLH
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:32

Memimpin Bukan Bermain Catur — Membangun Peradaban atau Menjadi Cerita Keruntuhan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:14

Peradaban Bangsa Akan Bersih dan Maju Jika Dimulai dari Indonesia Timur

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:44

Jack Ma: Seorang Guru yang Membuktikan — Bukan dengan Buku, Tapi dengan Karya

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:38

Sekolah Itu Fondasi: Di Situlah Identitas dan Masa Depan Bangsa Dibentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:28

Perampasan Aset Koruptor: Antara Ketakutan Pemegang Kuasa dan Keadilan bagi Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27

Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:04

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:06

Menghargai Guru: Kunci Mutlak Lahirnya Generasi Emas

Berita Terbaru

Headline news

Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah

Kamis, 13 Agu 2026 - 00:59

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x