Ketika Karangan Bunga Berganti Pohon

- Editor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesa.com I Deli Serdang-Karangan bunga tak lagi memenuhi halaman kantor pada perayaan 81 tahun kemerdekaan. Sebagai gantinya, 140 bibit pohon dan 40 tanaman bunga dikirim oleh sejumlah pejabat daerah, organisasi perangkat daerah, serta organisasi kemasyarakatan. Sebagian bibit itu ditanam pada Kamis, 20 Agustus 2026, di halaman Perpustakaan Kabupaten Deli Serdang.

Bagi dr. H. Asri Ludin Tambunan, perubahan itu bukan perkara estetika. Ia ingin ucapan perayaan kemerdekaan meninggalkan sesuatu yang bisa bertahan lebih lama daripada rangkaian bunga yang layu beberapa hari setelah acara.

Sebuah pohon alpukat menjadi salah satu bibit yang ditanam Asri Ludin  di halaman perpustakaan, 27 pohon dari total 140 bibit mendapat tempat pertama. Sisanya, 113 pohon, dijadwalkan ditanam pada Jumat Bersih, 21 Agustus, di sejumlah lokasi.Cadika Lubuk Pakam, Kantor Camat Pagar Merbau, Alun-Alun Percut, serta Kantor BPBD.

angka-angka itu tampak sederhana. namun, di balik pergantian karangan bunga dengan bibit tanaman terdapat pekerjaan yang jauh lebih panjang.memastikan tanaman hidup setelah acara berakhir.

Karangan bunga memiliki umur yang pendek dan nasib yang sudah diketahui. Setelah beberapa hari, ia dibuang. Bibit pohon justru membawa persoalan berbeda. Ia membutuhkan air, pemupukan, pemangkasan, perlindungan dari kerusakan, serta orang yang memastikan pertumbuhannya.

di sinilah ukuran keberhasilan gerakan tersebut sebenarnya berada.

Asri Ludin mengakui penanaman hanya tahap awal. Perawatan menjadi pekerjaan berikutnya. Ia mengajak seluruh pihak yang menyumbangkan bibit ikut menjaga tanaman agar tidak berhenti sebagai deretan pohon yang ditanam untuk kebutuhan perayaan.

Baca Juga:  Disangka Gizi Buruk, Bocah 10 Tahun di Natar Ternyata Derita Kelumpuhan: Pemkab Pastikan Penanganan Medis Intensif

Pernyataan itu memperlihatkan satu celah penting. Sebanyak 140 bibit telah dihitung. Lokasi penanaman juga telah ditentukan. tetapi umur tanaman tidak dapat ditentukan hanya lewat acara atau kegiatan penanaman. tidak ada pohon yang tumbuh karena pidato.

Alpukat yang ditanam Asri Ludin misalnya, membutuhkan waktu sebelum memberikan hasil. Ia harus melewati musim hujan, musim kering, gangguan hama, serta kemungkinan perubahan pengelolaan lokasi. Tanaman lain menghadapi persoalan serupa.

Karena itu, penggantian karangan bunga dengan bibit pohon layak dilihat sebagai lebih dari perubahan bentuk ucapan. Ia adalah percobaan kecil untuk mengubah kebiasaan perayaan menjadi pekerjaan ekologis yang membutuhkan ketekunan.

jika tanaman itu tumbuh, halaman-halaman fasilitas umum akan memperoleh teduh dan penghijauan. Jika gagal dirawat, 140 bibit hanya akan tercatat sebagai angka dalam laporan kegiatan.

Pada akhirnya, ukuran gerakan ini bukan jumlah bibit yang diserahkan pada 20 Agustus. ukurannya justru terlihat beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. berapa pohon yang bertahan, siapa yang merawat, dan apakah pohon-pohon itu benar-benar tumbuh menjadi bagian dari lingkungan.

Karangan bunga memang mudah diganti dengan bibit. Tantangannya adalah memastikan bibit tersebut tidak mengalami nasib yang sama.hadir sebentar, lalu dilupakan.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Menguji Janji Mebidang
​Dapat Pengurangan Masa Pidana di Hari Kemerdekaan, Kalapas Bitung Pesan Ini ke Warga Binaan
Kalapas Bitung Dorong Spirit Gotong Royong Lewat Kemeriahan Lomba HUT RI
Uji JPT dan Pertanyaan di Balik Penilaian 16 Pejabat
Digitalisasi Adminduk, Calo Masih Mengintai
Karya Kepala UPTD Puskesmas Banda Sakti “Nalor” Resmi Bersertifikat Hak Cipta
Geliatkan Ekonomi UMKM, Pemkot Bitung Gelar Lomba Kemerdekaan RI ke-81 di Pasar Cita
Di Balik Refleksi 1,5 Tahun Asri dan Lom Lom
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:43

Demi Kenyamanan Siswa, WC SMPN 2 KJM Direvitalisasi Pasca Banjir, Bukan Ditutup

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51

Kepala BNNP Aceh Ajak Ulama dan Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:27

Kolaborasi PT Jasa Raharja ( Persero ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta dan BPJS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:16

Diduga Hilang Konsentrasi, Xeniaa Terobos Toko Ponsel di Jalan Kutacane–Medan / Kamis, 20 Agustus 2026 / 13.27.00 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:59

Ir. H. Mukhlis, S.T menghadiri MUSDA VII DPD II Golkar Kab.Bireuen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:37

Jepang Memberi Makan Gratis Lebih dari 100 Tahun Tanpa Keracunan — Ini Pelajaran untuk Pemimpin Negeri Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:41

Bupati Bireuen Dikukuhkan Sebagai Wakil Koordinator FKKA Periode 2025–2030

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:03

Antara Ketidaksukaan, Kedisiplinan, dan Runtuhnya Dinasti Terdahulu,Klarifikasi Tegas PLT Kepsek SMPN 2 Kejuruan Muda” Semua Demi Anak Didik”,

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Ketika Karangan Bunga Berganti Pohon

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45