Aceh Tamiang- Suprianto, S.Pd.Gr, PLT Kepala Sekolah SMPN 2 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, angkat bicara terkait polemik yang muncul pasca dirinya menjabat.
Menurutnya, perubahan kepemimpinan saat ini mengharuskan pembenahan total terhadap sistem yang berjalan sebelumnya. Langkah tersebut justru memicu ketidaksukaan dari pihak-pihak yang selama ini nyaman dengan “pola lama”.
“Saya menyadari, perubahan itu tidak mudah. Ada 3 hal yang sedang kami hadapi pertama Ketidaksukaan, karena kebijakan kami berbeda dengan terdahulu. Ke dua masalah Kedisiplinan, kami tegakkan aturan sesuai regulasi agar sekolah lebih tertib. Dan Ketiga Runtuhnya Dinasti Kepentingan, Dimana ada sistem lama yang selama ini dirawat dan kini harus kami luruskan,” tegas Suprianto saat dikonfirmasi”, Selasa (19 Agustus 2026).
Ia menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil sudah sesuai aturan dan dalam koridor pembinaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang. Tidak ada kepentingan pribadi di dalamnya.
Saya paham ada pihak yang merasa tidak nyaman. Tapi jika kita tidak mulai membenahi dari sekarang kapan SMPN 2 Kejuruan Muda ini bisa maju,Semua yang kami lakukan murni untuk anak-anak didik dan masa depan sekolah ini,” lanjutnya.
Suprianto juga mengajak semua pihak untuk tidak terjebak pada fitnah dan kepentingan kelompok. Ia membuka ruang seluas-luasnya untuk dialog, klarifikasi, dan pengawasan bersama demi kemajuan pendidikan.
“Kami tidak anti kritik. Tapi mari kritik dengan data dan solusi. Pintu saya selalu terbuka. Mari kita tinggalkan ego, dan fokus pada satu tujuan memajukan SMPN 2 Kejuruan Muda,” tutupnya.
Liputan:RG























