TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Dua mesin pemipil jagung berpindah tangan di sebuah kafe di Desa Patumbak II pada Selasa, 6 Oktober 2026. Penerimanya Kelompok Tani Kemakmuran. Pemberinya Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) setempat.
Peralatan itu terlihat sederhana. namun bagi petani, mesin pemipil dapat memangkas pekerjaan pasca panen yang selama ini mengandalkan tenaga manual. bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan cara para pensiunan aparatur sipil negara mempertahankan peran sosial setelah meninggalkan birokrasi.
Penyerahan dua unit mesin itu berlangsung bersamaan dengan acara syukuran atas pelantikan pengurus PWRI masa bakti 2023–2028. acara digelar di Cafe Taman Bunga, Patumbak II.
Lom Lom Suwondo, Wakil Bupati, hadir dan mengapresiasi langkah tersebut. Ia melihat aktivitas para pensiunan ASN masih dapat memberi manfaat bagi masyarakat. usia pensiun, kata Lom Lom, tidak semestinya memutus hubungan seseorang dengan kegiatan sosial. pernyataan itu menarik bila dilihat dari jenis bantuan yang dipilih. mesin pemipil jagung bukan benda pajangan. Peralatan tersebut berkaitan langsung dengan pekerjaan petani, terutama ketika hasil panen harus segera diproses.
bagi kelompok tani, persoalannya kemudian bukan hanya menerima mesin. Peralatan membutuhkan perawatan, operator, biaya operasional, serta pengaturan penggunaan agar tidak berhenti sebagai barang bantuan setelah acara usai. Ketua PWRI, Zainal Arifin, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur atas pelantikan pengurus. PWRI, menurut dia, ingin tetap berguna bagi masyarakat.
Zainal menyebut organisasi itu juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lain. Salah satunya rencana pemberian jaring kepada nelayan pada tahun depan. Dua mesin pemipil jagung dan rencana bantuan jaring nelayan memperlihatkan arah kegiatan PWRI. mengalihkan pengalaman dan sumber daya para pensiunan ke kebutuhan ekonomi warga.
namun ukuran keberhasilan bantuan seperti ini akhirnya tidak berhenti pada kegiatan penyerahan. ukurannya berada pada pemanfaatan setelah acara selesai.apakah mesin benar-benar digunakan, siapa yang mengoperasikan, bagaimana biaya perawatannya, serta seberapa besar manfaatnya bagi anggota kelompok tani.
di situlah dua mesin pemipil jagung memperoleh arti yang lebih besar. Ia bukan hanya peralatan pertanian, melainkan ujian kecil tentang apakah sebuah bantuan mampu bertahan melewati acara penyerahan dan masuk ke rutinitas kerja petani.(Ilham Gondrong)













