TNI AD Kembangkan Organisasi, Dua Kodam Baru Dibentuk di Wilayah Nusa Tenggara

DENPASAR – Struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat mengalami pengembangan menyusul diresmikannya sejumlah satuan baru oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 204 satuan baru TNI yang terdiri atas satuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Komando Daerah Militer (Kodam) baru, sekaligus diikuti dengan pelantikan para Pangdam yang akan memimpin satuan kewilayahan tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan, salah satu bagian dari pengembangan organisasi tersebut berdampak pada struktur komando kewilayahan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang selama ini berada dalam cakupan Kodam IX/Udayana.
“Dengan adanya pengembangan organisasi TNI AD ini, wilayah yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kini masing-masing menjadi wilayah komando tersendiri melalui pembentukan Kodam baru. Sementara Kodam IX/Udayana selanjutnya berkedudukan dan melaksanakan tugas kewilayahan di wilayah Bali,” jelas Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Korem 161/Wira Sakti yang sebelumnya merupakan bagian dari Kodam IX/Udayana dikembangkan menjadi Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Mayjen TNI Thevi Angandowa sebagai Pangdam XXVII/Sobe Sonbai.
Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana melalui Korem 162/Wira Bhakti kini menjadi Kodam XXX/Rinambora, dengan Mayjen TNI Edi Saputra sebagai Pangdam XXX/Rinambora.
Dengan demikian, pengembangan organisasi tersebut menjadikan wilayah Bali dan Nusa Tenggara terbagi dalam tiga komando daerah militer, yakni Kodam IX/Udayana yang melaksanakan tugas kewilayahan di Bali, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, serta Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.
Kapendam IX/Udayana menegaskan, perubahan struktur organisasi tersebut merupakan bagian dari penataan dan penguatan organisasi TNI AD agar pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan kewilayahan dapat dilaksanakan secara lebih efektif sesuai perkembangan kebutuhan organisasi dan karakteristik wilayah masing-masing.
“Yang berubah adalah struktur organisasi dan kewilayahan, sedangkan semangat pengabdian, soliditas TNI, serta komitmen untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap menjadi satu kesatuan,” tegas Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Dengan pengembangan tersebut, Kodam IX/Udayana terus berkomitmen menjalankan tugas pokoknya di wilayah Bali secara profesional, adaptif, dan responsif, serta senantiasa membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kepentingan pertahanan negara. (Pendam IX/Udy)










