Ketika Cicak Ingin Jadi Buaya

- Editor

Minggu, 8 Juni 2025 - 01:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Dalam kehidupan sosial, kita kerap kali tergoda untuk membandingkan pencapaian diri dengan keberhasilan orang lain. Kalimat seperti “Kenapa dia bisa?”, “Kenapa hanya dia yang mendapat kesempatan?”, atau “Kenapa bukan saya?” sering muncul, menyisakan kegelisahan dan bahkan kecemburuan. Padahal, yang kita lihat biasanya hanya hasil akhir—bukan proses panjang dan penuh perjuangan yang telah dilalui seseorang untuk sampai pada titik tersebut.

Fenomena ini bisa diibaratkan seperti seekor cicak yang bermimpi menjadi buaya. Cicak melihat sang buaya dari kejauhan: besar, ditakuti, dan memiliki kuasa. Maka muncullah keinginan untuk bisa seperti buaya. Tapi cicak lupa bahwa menjadi buaya bukan hanya soal bentuk tubuh atau status di ekosistem. Buaya adalah makhluk yang terbentuk dari proses panjang, uji adaptasi, dan pengalaman keras di lingkungan penuh tantangan.

Kita hidup di era serba cepat—di mana persepsi keberhasilan sering kali terdistorsi oleh kilatan media sosial dan cerita-cerita sukses instan. Di sinilah muncul kekeliruan berpikir bahwa untuk menjadi “besar”, cukup bermodal keinginan, keberanian, atau usia. Padahal, semua hal besar membutuhkan proses. Dan proses itu tidak bisa dilewati hanya dengan keyakinan kosong atau semangat sesaat.

Mentalitas instan yang mengidamkan posisi tinggi tanpa kesiapan kompetensi hanya akan menciptakan kegagalan yang menyakitkan. Bahkan lebih dari itu, bisa merusak ekosistem sosial di sekelilingnya. Tidak sedikit orang yang akhirnya terjebak dalam peran yang bukan miliknya, hanya karena ingin terlihat “seperti buaya”, tanpa memahami tanggung jawab dan konsekuensi yang mengikutinya.

Baca Juga:  Sekilas Antara Reformasi 1998 dan Demonstrasi Saat Ini: Perbedaan Konteks, Pemicu, dan Dinamika

Padahal zaman terus berkembang. Teknologi dan informasi berjalan lebih cepat dari daya adaptasi sebagian besar dari kita. Jika kita tidak memperkuat kemampuan dan wawasan, kita akan tergilas oleh perubahan. Oleh sebab itu, keberhasilan hari ini bukan lagi ditentukan oleh usia atau jabatan semata, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, kesiapan menghadapi tantangan baru, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita belum tahu segalanya.

Menjadi “besar” bukan perkara gaya, bukan soal tampilan. Ia adalah kombinasi dari pengalaman, kesabaran, kemampuan membaca zaman, dan kematangan berpikir. Maka, sebelum seseorang bercita-cita menjadi buaya, pastikan ia siap masuk ke rawa. Karena di sana bukan hanya dibutuhkan keberanian, tetapi juga keterampilan untuk bertahan dan bersaing secara sehat.

Kita perlu membangun budaya menghargai proses. Bukan hanya memuja hasil. Pencapaian sejati lahir dari konsistensi dan ketekunan, bukan dari rasa iri dan keinginan menyaingi orang lain.

Cicak boleh bermimpi, bahkan harus. Tapi mimpi itu akan tetap menjadi angan jika tidak disertai langkah nyata, kesiapan mental, dan usaha yang berkelanjutan. Jika tidak, cicak hanya akan kecewa karena tak pernah bisa menjadi buaya, dan lupa bahwa menjadi cicak pun bisa berguna jika ia menjalankan perannya dengan baik.

Berita Terkait

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
Berita ini 130 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:30

Lemak Manis Serenci Kuasai Bola Kasti

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:21

300 Rumah Masuk Daftar Perbaikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:29

Sekolah Rakyat Membuka Jalan Baru

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:40

Alumni WBI Didorong Perkuat Ekosistem Wirausaha

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:01

RS Grand Medica Bidik Layanan Kesehatan Pancur Batu

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:01

HALIME Tampil Membawa Ulos ke Panggung IFW

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:08

Ombudsman Uji Mutu Layanan, Daerah Diminta Berbenah

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:07

Revitalisasi Hunian Pesisir Siapkan Relokasi Nelayan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Lemak Manis Serenci Kuasai Bola Kasti

Sabtu, 1 Agu 2026 - 00:30

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x