HRD Soroti Respon Bupati Bireuen;Jangan Jadikan Kritik Alasan Kehilangan Semangat Bantu Korban Banjir

- Editor

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), menanggapi pernyataan Bupati Bireuen, H Mukhlis, yang mengaku kehilangan semangat dalam membantu korban banjir akibat kritik media.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mukhlis saat buka puasa bersama awak media di Pendopo Bupati Bireuen, 18 Maret 2026, yang juga diberitakan oleh sejumlah media online.

Berdasarkan berita yang dibaca di sejumlah media online, HRD menilai, dalam situasi bencana, kritik publik seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai tekanan yang melemahkan kinerja.

Menurutnya, kritik yang berkembang di tengah masyarakat dan media justru mencerminkan kondisi nyata di lapangan, khususnya terkait penanganan banjir di Kabupaten Bireuen yang hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan.

“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kuat dan responsif. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki. Dan ini juga bukan soal lawan politik,” ujar HRD kepada wartawan Kamis (19/3/2026).

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara kepala daerah dan masyarakat terdampak. HRD menilai, pendekatan yang hanya mengandalkan laporan dari tim tertentu tidak cukup untuk memahami kondisi riil di lapangan.

“Kalau Mukhlis tidak turun langsung berdialog dengan masyarakat korban banjir dan bermusyawarah di desa, maka sulit menemukan solusi. Informasi yang diterima hanya dari tim tertentu, dan itu tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, HRD menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah daerah di bawah kepemimpinan H. Mukhlis, ST yang dinilai turut memperkeruh situasi. Banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme bantuan akibat minimnya sosialisasi secara langsung.

Selain itu, ia juga menyinggung sejumlah persoalan teknis yang belum tertangani optimal, seperti polemik Dana Tunggu Hunian (DTH), pendataan korban yang belum akurat, hingga belum adanya langkah konkret terkait pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai bagian dari transisi menuju hunian tetap (huntap).

HRD juga menjelaskan bahwa dalam sistem penanggulangan bencana, status bencana sangat menentukan pola penanganan dan keterlibatan pemerintah pusat. Untuk bencana yang berstatus bencana daerah (kabupaten/kota), tanggung jawab utama berada pada pemerintah daerah.

Baca Juga:  PD IPARI Bireuen gelar syiar kemerdekaan Melalui zikir tausiyah

Namun demikian, pemerintah pusat tetap dapat memberikan bantuan melalui berbagai skema, selama pemerintah daerah aktif mengajukan permohonan dan melengkapi administrasi yang dibutuhkan.

“Pemerintah pusat bukan tidak hadir, tetapi mekanismenya harus melalui usulan dari daerah. Artinya, daerah harus cepat, tepat, dan aktif. Kalau tidak, bantuan juga akan terlambat,” jelas HRD.

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat pada prinsipnya siap memberikan dukungan penuh, namun sangat bergantung pada kinerja pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat itu pasti all out membantu daerah, tapi syaratnya jelas: administrasi harus cepat, data harus akurat, dan usulan harus lengkap. Kalau itu tidak dipenuhi, jangan berharap bantuan bisa maksimal,” tegas HRD.

Ia menambahkan, dalam kondisi saat ini, peran Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menjadi sangat krusial sebagai pengambil keputusan utama di daerah.

“Jadi kuncinya ada di daerah. Kalau administrasi lambat, data tidak akurat, dan koordinasi lemah, maka bantuan dari pusat juga tidak bisa maksimal,” tambahnya.

HRD menegaskan, kepala daerah dituntut untuk sigap, cepat mengambil keputusan, dan hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya menunggu laporan di balik meja.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sistem pemerintahan yang terbuka, kritik publik merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat.

“Memimpin daerah tidak sama dengan memimpin perusahaan yang bisa sesuka hati membuat SOP. Ada tanggung jawab publik yang harus dijalankan dengan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Sebagai penutup, HRD mengibaratkan kepemimpinan dalam situasi krisis seperti berjalan di tepi jurang.

“Kalau takut jatuh, jangan bermain di atas tebing. Artinya, menjadi pemimpin itu penuh risiko dan sorotan. Keberanian menghadapi kritik adalah bagian dari tanggung jawab,” pungkasnya.

Ia menegaskan, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk turun langsung, mendengar masyarakat, serta mengambil keputusan yang tepat dan akurat.

“Jika itu tidak dilakukan, persoalan akan terus berlarut, dan masyarakatlah yang akan terus menjadi korban,” tutup HRD. (*)

Berita Terkait

​Presiden Buka PENAS XVII di Gorontalo, Hengky Honandar Boyong Kontingen Bitung Demi Sinergi Pangan Nasional
​Hari Bhayangkara ke-80: Polres Bitung Teguhkan Semangat Presisi Lewat Ziarah Pahlawan
Jembatan Enang-Enang: Ketangguhan Masyarakat dan Pelajaran dari Sebuah Struktur
Suku Mayoritas Alas Kecewa pada Peringatan HUT ke-52 Aceh Tenggara, Budaya Lokal Dinilai Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Antusiasme Warga Membludak, HUT Aceh Tenggara ke-52 Dimeriahkan Beragam Kegiatan dan Hadiah Menarik
Jasa Raharja DKI Jakarta berkolaborasi dengan mitra terkait menghadirkan layanan Samsat Keliling dalam kegiatan HBKB
KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA
​Perkokoh Karakter Personel, Bintaldam XIII/Merdeka Gelar Pembinaan Mental dan Ideologi di Kodim 1310/Bitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:21

Polemik Pilkades Amplas Memanas, Warga Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran TSM

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22

Deli Serdang Bidik Underpass dan Flyover Atasi Titik Macet Strategis

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:30

Jelita Asri Dorong Perempuan Deli Serdang Perkuat Fondasi Keluarga Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:54

Deli Serdang Bidik Prestasi Nasional, Bupati Lepas Tim Pesparawi ke Papua Barat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:40

Tour de Deli Serdang Pecahkan Rekor, 1.300 Pesepeda Ramaikan HUT ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:09

57 Titik Irigasi Deli Serdang Dibangun, P3-TGAI Perkuat Produktivitas Pertanian

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36

KETUA LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI) SAIDUL AMRAN ANGKAT BICARA

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang

Berita Terbaru

oplus_0

Pemerintahan dan Berita Daerah

Polemik Pilkades Amplas Memanas, Warga Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran TSM

Kamis, 25 Jun 2026 - 00:21

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Bidik Underpass dan Flyover Atasi Titik Macet Strategis

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:22

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jelita Asri Dorong Perempuan Deli Serdang Perkuat Fondasi Keluarga Sehat

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:30