Bitung | Tribuneindonesia.com – Personel Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kodim 1310/Bitung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat saat situasi darurat, Selasa (02/06/26).
Jajaran TNI berlogo pohon beringin ini bergerak cepat memimpin evakuasi dan melokalisir kobaran api yang menghanguskan tiga rumah warga di Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, pada Senin (01/06) malam.
Aksi tanggap darurat ini dipicu oleh petaka yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA, di mana si jago merah melalap dua unit rumah milik Keluarga Jemi Tangkudung dan satu unit rumah milik Keluarga Asri Batung Banua.
Begitu menerima laporan awal dari warga, pos komando Kodim 1310/Bitung langsung menginstruksikan pergerakan personel ke titik lokasi.
Keterlibatan aktif TNI di lapangan langsung dipimpin oleh Danramil 1310-01/Bitung, Lettu Inf Edyzon Kasenda.
Bersama dengan jajaran Babinsa Kelurahan Sagerat Weru Satu, personel Kodim 1310/Bitung langsung menerobos kepulan asap untuk mengambil tindakan preventif pertama di area pemukiman padat tersebut.
Setibanya di lokasi, Unit Damkar Kodim 1310/Bitung langsung berkolaborasi dengan Damkar Pemkot Bitung dan warga setempat.
Fokus utama para prajurit TNI saat itu adalah mengisolasi pergerakan api agar tidak meluas dan melumat bangunan lain di sekitarnya yang letaknya saling berdekatan.
Selain berjibaku menyemprotkan air ke titik api, personel Kodim 1310/Bitung juga membagi tim untuk melakukan sterilisasi area.
Para prajurit secara sigap mengamankan perimeter sekitar dan membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik korban yang masih bisa diselamatkan dari kepungan api.
Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, memberikan apresiasi mendalam atas kegigihan anggotanya di lapangan.
Menurutnya, respons cepat yang ditunjukkan oleh jajarannya bukan sekadar tugas rutin, melainkan implementasi nyata dari kewajiban kemanusiaan TNI yang harus selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.

”Kami akan selalu siap membantu masyarakat dalam situasi apa pun, termasuk saat terjadi musibah kebakaran. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana,”
tegas Letkol Inf Dewa Made DJ.
Peran Kodim 1310/Bitung tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Sejumlah personel dilaporkan tetap bersiaga di lokasi kejadian untuk membantu proses pembersihan puing-puing bangunan, sekaligus memastikan tidak ada titik api sekunder yang berpotensi menyala kembali.
Meski musibah ini menelan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah), kehadiran personel Kodim 1310/Bitung dipastikan berhasil menjaga situasi tetap kondusif tanpa adanya korban jiwa.
Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak Polres Bitung.
Di lokasi penanganan bencana, aksi tanggap personel Kodim 1310/Bitung ini turut dipantau langsung oleh Camat Matuari Fonda Femmy Orah, S.Sos., Lurah Stenly Sajow, SE., serta Tim Identifikasi Polres Bitung yang mengapresiasi kerja keras TNI dalam memitigasi dampak kebakaran tersebut. (kiti)















