HRD Desak APH Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Warga Aceh Singkil Hingga Tewas di Sumut

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 22:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Ruslan Daud (HRD) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumatera Utara (Sumut) untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pembunuhan berencana hingga meninggalnya satu dari empat korban warga Aceh Singkil di Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada 8 Desember 2025 lalu.

Hal tersebut dikatakan HRD setelah mendapatkan laporan dari para tokoh masyarakat Aceh Singkil yang disampaikan kepada dirinya, usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Singkil, Jumat (17/4/2026) kemarin.

HRD meminta APH untuk membuka se-transparan mungkin kasus tersebut ke publik, yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

“Saya mendapat laporan dari beberapa tokoh masyarakat Aceh Singkil, kasus yang menimpa saudara kita dari Aceh Singkil di Manduamas. Satu korban telah meninggal dunia, meninggalnya saudara Munawir Tumangger bukan perkara biasa, tapi pembunuhan berencana, ini adalah persoalan kemanusiaan serta tindak pidana serius,” ujar HRD.

Karena itu, kasus ini menurut HRD harus berjalan secara terbuka. Jangan ada yang ditutupi, jangan ada yang tebang pilih karena kasus ini turut menjadi atensi dan pantauan publik.

HRD juga menekankan jika insiden di Manduamas ini telah melukai rasa keadilan bagi keluarga korban khususnya dan masyarakat di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara.

Baca Juga:  Topeng Sang Penipu di Balik Pencurian Karya Tulis

Dirinya akan melaporkan kasus ini ke pimpinan Komisi 3 DPR RI. Supaya pihak korban akan mendapatkan keadilan. Baik disegi pemeriksaan, penuntutan, dan apa motif dibalik kasus ini, jangan sampai minumbulkan SARA.

Ia juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), memberikan perlindungan penuh kepada saksi dan keluarga korban, selama proses hukum berjalan.

“Negara ini adalah negara hukum, bukan hukum rimba. Pengeroyokan brutal yang merenggut nyawa di Manduamas harus diusut hingga ke akar-akarnya,” tegas anggota DPR RI dua periode ini.

Katanya, tidak boleh ada satu pun pelaku yang lolos dari jeratan hukum serta memastikan keadilan tegak lurus, tanpa intervensi dan rekayasa.

Sebagaimana diketahui, sebanyak empat orang warga Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil, menjadi korban penganiayaan yang terjadi Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (8/12/2025) lalu.

Salah satu korban, Munawir Tumangger (56) meninggal dunia 24 Februari 2026 lalu, karena luka serius di kepala akibat tindak penganiayaan tersebut.

Saat ini, proses hukum atas kasus tersebut tengah berjalan di pengadilan Tapanuli Tengah.

Dari sejumlah pelaku, 3 orang belum tertangkap dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (TPO) oleh Polres Tapanuli Tengah. (*).

Berita Terkait

Bupati Bireuen Hadiri Konferensi Ke-IV Forum KKA di Banda Aceh;Momentum Penguatan Sinergi Daerah
​Dugaan Penyelewengan Dana Miliaran, Proyek Pesantren di Bahodopi Mangkrak dan Dijarah
Kisruh Data Bantuan Banjir, SOMASI Ancam Surati BNPB Pusat
SIARAN PERS RESMI LEMBAGA KOMANDO GARUDA SAKTI ALIANSI INDONESIA (LKGSAI)
Proyek Bronjong di Aceh Tenggara Disorot, Diduga Gunakan Batu Sungai Ilegal
Klarifikasi Resmi Pemerintah Kota Bitung Terkait Keterlambatan Transfer DAU SG 2026
Percikan Api di Teras Rumah Picu Kebakaran Hebat di Perbaungan, Dua Unit Hangus, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
‎Maut di Tengah Hari: Pengendara Vega ZR Pindah Alam Usai Hantam Mobil Bak Terbuka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:49

Bangkit di Tanah Sendiri, PSMS Medan Siap Pesta Gol atas Sriwijaya FC

Minggu, 19 April 2026 - 08:40

TAMPERAK dan LHI Aceh Tamiang Dukung Haji Uma: “Jangan Ganggu JKA, Itu Hak Rakyat”

Minggu, 19 April 2026 - 08:01

Narasi “Kriminalisasi” Dipertanyakan, PTPN IV Regional VI Buka Fakta Kasus Brondolan Kebun Baru

Minggu, 19 April 2026 - 07:42

Bupati Deli Serdang Buka Kejuaraan Renang Pelajar, Empat Atlet Terbaik Siap Tembus Ajang Internasional di Malaysia

Minggu, 19 April 2026 - 04:57

Polemik Dana Desa Kaya Pangur Kian Memanas, Dugaan Penyimpangan Disorot, Mantan Pj Kades Buka Suara

Minggu, 19 April 2026 - 04:26

Proyek Negara atau Tambang Liar? Alat Berat Keruk Sungai di Ketambe

Minggu, 19 April 2026 - 03:48

Alat Berat Serbu Sungai, Proyek Rp17,9 Miliar di Aceh Tenggara Disorot; LSM Desak Aparat Pusat Hentikan Pekerjaan

Minggu, 19 April 2026 - 03:12

*PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH DI ACEH UTARA TERBENGKALAI, WARGA SOROTI KONTRAKTOR DAN MINIMNYA TRANSPARANSI*

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Bangkit di Tanah Sendiri, PSMS Medan Siap Pesta Gol atas Sriwijaya FC

Minggu, 19 Apr 2026 - 14:49