*PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH DI ACEH UTARA TERBENGKALAI, WARGA SOROTI KONTRAKTOR DAN MINIMNYA TRANSPARANSI*

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 03:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA. Aceh Utara – Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, menuai sorotan warga setempat. Proyek yang diharapkan jadi penunjang perekonomian warga ini terlihat terbengkalai dan berjalan lambat.

 

Kondisi bangunan koperasi belum menunjukkan progres signifikan. Material bangunan tidak tertata rapi, dan aktivitas pekerja jarang terlihat. Tidak ada papan informasi proyek di lokasi, memicu pertanyaan warga tentang sumber anggaran, nilai proyek, dan jangka waktu pelaksanaan.

 

“Seharusnya ada papan proyek, supaya kami tahu ini anggarannya dari mana, berapa besar, dan kapan selesai. Ini sama sekali tidak ada,” ujar salah satu warga.

Anggaran pembangunan Koperasi Merah Putih disebut-sebut sekitar Rp1,5 miliar. Warga khawatir tanpa pengawasan ketat, proyek ini akan terhambat dan berpotensi terjadi mark up anggaran.

 

Kontraktor pelaksana proyek dinilai lamban. Warga berharap pihak terkait segera evaluasi proyek ini dan lakukan transparansi agar Koperasi Merah Putih bisa segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga:  Gelombang Aksi di Medan Mahasiswa USU dan Ojol Kepung Polda Sumut

 

“Jangan sampai bangunan ini terbengkalai dan tidak bisa digunakan. Ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk dibiarkan,” kata warga.

 

Warga juga mempertanyakan pekerjaan kontraktor yang hanya melakukan pengecoran manual tanpa mesin Moller dan hanya terlihat 4-5 pekerja. Kontraktor juga belum bayar sewa Moller milik Masjid Nurussalam Desa Ulee Rubek Timu.

 

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, oknum pelaksana Koperasi Merah Putih dengan nada arogan mengatakan, “Kami sudah membayarkan semua, termasuk Moller. Saya cuma sebagai pelaksana, ini perintah dari Kodim. Jadi kalau nulis berita, jangan asal-asalan. Apa sanggup kamu pertanggungjawabkan itu?” katanya kepada wartawan via WA (+62 895-3910-89949).

Laporan Reporter Saipul Ismail SF Jurnalis Aceh

Berita Terkait

Dapur Gizi dan Perburuan Pangan Lokal
​Atasi Warga Undocumented Person, Wali Kota Hengky Honandar Resmi Teken Kerja Sama Lintas Instansi
Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama
TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan
Bedah Rumah dan Saringan Zakat
Amputasi Andri dan Masa Depan yang Dipertaruhkan
UMKM Center dan Hitungan Omzet Pedagang
​Kasal Pimpin Gerakan “Aku Cinta Laut”, TNI AL Manado Bagikan Sembako untuk Nelayan Megamas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:31

Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:35

Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:20

Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:04

Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Selasa, 8 Sep 2026 - 04:09

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dapur Gizi dan Perburuan Pangan Lokal

Selasa, 8 Sep 2026 - 01:00