Polemik Dana Desa Kaya Pangur Kian Memanas, Dugaan Penyimpangan Disorot, Mantan Pj Kades Buka Suara

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 04:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA | ACEH TENGGARA – Polemik dugaan penyimpangan Dana Desa di Desa Kaya Pangur, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, terus bergulir dan memicu perhatian publik. Sejumlah temuan yang dinilai janggal dalam pengelolaan anggaran tahun 2024–2025 kini menjadi sorotan serius berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor Aceh Tenggara mengungkap sejumlah indikasi yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain pembangunan MCK yang belum rampung, pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), anggaran ketahanan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga pengadaan barang berupa telepon genggam.

Ketua LSM Tipikor menyebut, sejumlah kegiatan diduga tidak berjalan sesuai petunjuk teknis, bahkan berindikasi fiktif. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya kerugian negara.

Di tengah mencuatnya isu tersebut, Ketua DPD Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Saidul, turun langsung ke lapangan untuk mengkonfirmasi berbagai temuan kepada mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Kaya Pangur, Saleh.

Ketahanan Pangan dan BUMK Dipertanyakan

Dalam klarifikasinya, Saleh membantah adanya penyimpangan pada sektor ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk mengelola lahan sawah produktif yang hasilnya diklaim menjadi sumber pendapatan desa.

“Dana ketahanan pangan digunakan untuk menggarap sawah. Hasilnya menjadi pemasukan desa, dan sebagian anggaran masih tersimpan di rekening Ketua BUMK,” ujarnya.

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat data terbuka yang menunjukkan besaran hasil usaha, laporan keuangan, maupun mekanisme pengelolaan BUMK tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik.

Proyek MCK Belum Rampung, Jadi Sorotan

Pembangunan MCK menjadi salah satu titik krusial dalam polemik ini. LSM Tipikor menilai proyek tersebut sebagai indikasi ketidaksesuaian antara realisasi dan perencanaan anggaran.

Menanggapi hal itu, Saleh mengakui pembangunan belum selesai, terutama pada bagian tangga dan pengecatan. Ia menyebut proyek masih dalam tahap penyelesaian.

“Memang belum selesai, tapi bukan berarti bermasalah. Dalam waktu dekat akan diselesaikan,” katanya.

Meski demikian, keterlambatan penyelesaian proyek tetap menjadi catatan penting dalam evaluasi penggunaan Dana Desa.

Baca Juga:  Kartika Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Dianugerahi Penghargaan Bergengsi dari IPDN

Anggaran PAUD Tuai Tanda Tanya

Dugaan penyimpangan juga mencuat pada alokasi anggaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Saleh menyatakan bahwa desa tidak memiliki fasilitas PAUD.

“Desa kami tidak punya PAUD,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan lanjutan, apakah anggaran PAUD memang tidak dialokasikan, atau terdapat ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dengan realisasi di lapangan.

Pengadaan HP, Diakui Namun Minim Transparansi

Pengadaan 10 unit telepon genggam untuk perangkat desa turut menjadi perhatian. Saleh mengakui adanya pengadaan tersebut, namun mengaku tidak memahami secara rinci mekanisme pengambilan keputusan.

“HP memang dibagikan ke perangkat desa. Tapi soal musyawarahnya dilakukan oleh perangkat, saya kurang memahami apakah itu sesuai aturan atau tidak,” ungkapnya.

Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan terkait tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam aspek perencanaan, musyawarah, dan penggunaan anggaran yang seharusnya transparan serta sesuai prioritas.

Penyaluran BLT Diklaim Sesuai Aturan

Sementara itu, terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT), Saleh memastikan bahwa bantuan telah disalurkan kepada masyarakat tanpa potongan.

“BLT sudah dibagikan sesuai ketentuan, tidak ada potongan,” tegasnya.

Namun hingga kini, belum terdapat verifikasi independen yang dapat memastikan kesesuaian data penerima maupun mekanisme penyaluran di lapangan.

Desakan Audit dan Penegakan Hukum

Mencuatnya berbagai dugaan tersebut mendorong desakan kuat kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, untuk segera melakukan audit, klarifikasi, dan penyelidikan secara objektif.

Pengawasan terhadap Dana Desa dinilai penting mengingat anggaran tersebut bersumber dari keuangan negara yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Praduga Tak Bersalah Harus Dijunjung

Di tengah derasnya sorotan publik, semua pihak diharapkan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Hingga saat ini, dugaan penyimpangan tersebut belum terbukti secara hukum dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Polemik ini menjadi cerminan pentingnya penguatan transparansi, pengawasan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa agar tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.***

Berita Terkait

Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang
Deli Serdang Perkuat Kendali Inflasi, Strategi Stabilitas Pangan Jadi Prioritas Daerah
Perpustakaan Deli Serdang Buka Kelas Gratis, Cetak Generasi Digital Berdaya Saing
Bupati Deli Serdang Pastikan Program Prioritas Menyentuh Warga Kutalimbaru
Deli Serdang Perkuat Struktur Organisasi, 18 Pejabat Baru Dilantik
Wabup Deli Serdang Tegaskan Dukungan Keberlanjutan Program MBG
Banyak Desa di Aceh Tenggara Diduga Abaikan Kewajiban Publikasi APBDes, Bupati Diminta Bertindak Tegas
Bupati Asri Ludin Bongkar Kabel Semrawut, Deli Serdang Mulai Benahi Wajah Kota
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16

​Perkokoh Karakter Personel, Bintaldam XIII/Merdeka Gelar Pembinaan Mental dan Ideologi di Kodim 1310/Bitung

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39

Bupati Salim Fakhry resmi buka pameran pembangunan di Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:53

PT Kether Coco Bio Diduga Buang Limbah Ilegal di Perkebunan Warga Tanjung Merah

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:18

Kartu Keluarga Diduga Bermasalah, Masyarakat Pertanyakan Profesionalisme Disdukcapil Aceh Tenggara 

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:37

HBKB Jakarta Utara dan Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Mitra Hadirkan Samsat juga Pengobatan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:36

PSSB U-12 Ikut Festival Piala Presiden di Banda Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:58

​Putus Jaringan Antarprovinsi, Polres Bitung Amankan 15 Gram Sabu Asal Palu dari Tangan Pria Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42

Masyarakat Gayo Perantauan: Jangan Ciptakan Polemik Baru, Dukung Swadaya Warga Perbaiki Jalan Bireuen–Bener Meriah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Fotografi Cagar Budaya Jadi Strategi Promosi Potensi Sejarah dan Wisata Deli Serdang

Selasa, 23 Jun 2026 - 16:48

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Perkuat Kendali Inflasi, Strategi Stabilitas Pangan Jadi Prioritas Daerah

Selasa, 23 Jun 2026 - 16:28