Diduga Bekingi Pendeta Kuasai Lahan Warga, Hotben Siregar Kembali Berulah di Medan

- Editor

Sabtu, 26 April 2025 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Medan I Tribuneindonesia.com

Nama Hotben Siregar kembali mencuat. Meski berstatus sebagai salah satu dari enam tersangka kasus pengerusakan secara bersama-sama, Hotben hingga kini belum juga ditahan. Ironisnya, pria yang dikenal publik karena ulahnya ini kembali diduga terlibat dalam perkara hukum—kali ini membekingi pendeta berinisial AM yang menguasai secara paksa lahan dan bangunan milik Milva Riosa Siregar.

Insiden itu terjadi pada Jumat (25/4/2025) di Jalan Setia Budi, Gang Rahmad No. 7, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Guntur Marbun, suami Milva, berinisiatif untuk merobohkan tembok yang berdiri di atas lahan milik istrinya yang telah sah secara hukum. Namun, sebelum tembok itu roboh, para pekerja justru diserang dari balik tembok dengan lemparan batu.

Tak berselang lama, Hotben Siregar muncul bak superhero dari balik tembok. Ia bukan datang untuk menenangkan situasi, melainkan memperkeruh suasana. “Ini bukan urusan kau ini… Sudah ada putusan pengadilan, tapi ini bukan urusan kau!” teriaknya lantang kepada Guntur.

Pernyataan tersebut seolah menjadi ironi. Bagaimana mungkin seseorang yang bukan pihak dalam perkara hukum merasa berwenang menghalangi proses eksekusi atas lahan yang telah diputuskan pengadilan? Siapa sebenarnya yang dibela Hotben? Dan mengapa aparat hukum tampak lamban bertindak terhadap orang yang sudah berstatus tersangka?

Guntur Marbun, suami Milva Riosa Siregar, mengaku kecewa sekaligus geram atas kejadian tersebut. Ia menilai tindakan oknum yang menghalangi proses eksekusi adalah bentuk nyata pelecehan terhadap hukum.
“Saya hanya menegakkan hak kami berdasarkan putusan pengadilan yang sah. Tapi malah kami diserang, diintimidasi. Yang lebih aneh lagi, si Hotben Siregar sudah ditetapkan sebagai tersangka, bukannya ditangkap malah dibiarkan ikut campur dan membela pihak yang jelas-jelas kalah di pengadilan,” ujar Guntur.

Ia juga mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang dinilainya terlalu lunak terhadap para pelanggar hukum yang punya “nama besar” atau koneksi.
“Kalau kami yang rakyat biasa, cepat kali diproses. Tapi kalau yang sudah dikenal punya ‘bekingan’, hukum seolah mandul. Ini kan memalukan. Kami minta keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 05/Juli Bantu Warga Bangun Turap Penahan Tanah di Desa Abuek Budi

Yang lebih mengejutkan, keenam tersangka dalam kasus ini, termasuk Hotben Siregar, tidak ditangkap oleh Kompol Bambang G. Hutabarat, SH, MH, Kapolsek Sunggal meski berada tepat di hadapannya. Bahkan, di hadapan Kapolsek, Pendeta AM dengan lantang berkata, “Macam tidak berkawan aja,”—sebuah pernyataan yang memunculkan dugaan adanya relasi dekat antara aparat dan pihak pelanggar hukum.

Sementara itu, tiga orang tukang yang bekerja untuk Guntur, pemilik sah lahan tersebut, justru diamankan oleh Kapolsek Sunggal dan dibawa ke Polrestabes Medan. Kejadian ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat soal objektivitas dan integritas aparat penegak hukum.

Tak lama setelah kericuhan, Wakapolsek Sunggal sempat memediasi kedua belah pihak. Dalam mediasi tersebut ditegaskan bahwa berdasarkan putusan pengadilan, pihak yang menguasai lahan secara tidak sah diminta untuk segera angkat kaki secara sukarela.

Namun fakta di lapangan berkata lain. Oknum pendeta AM masih bertahan, dan Hotben Siregar masih bebas berkeliaran—seolah hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Pertanyaannya, sampai kapan aparat penegak hukum membiarkan ketidakadilan ini? Apakah seseorang bisa kebal hukum hanya karena punya “koneksi” dan berani bersuara lantang di lokasi konflik?

Masyarakat kini bertanya-tanya: bagaimana sebenarnya cara kerja kepolisian, khususnya Kapolsek Sunggal, dalam menangani konflik yang melibatkan pihak berpengaruh?

Hingga berita ini diterbitkan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, SIK, SH, M.Hum belum memberikan komentar terkait keterlibatan Hotben Siregar maupun proses hukum terhadap pendeta AM.

TambunPos.com juga berupaya meminta klarifikasi kepada Kapolsek Sunggal Kompol Bambang G. Hutabarat, SH, MH terkait keberadaan Hotben Siregar di lokasi, tidak dilakukannya penangkapan, serta diamankannya tiga tukang pekerja. Namun hingga berita ini dipublikasikan, Kapolsek memilih irit bicara.

Sikap enggan memberi penjelasan ini justru menambah keresahan publik yang menuntut transparansi penuh dari aparat penegak hukum.(***)

Berita Terkait

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran
Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51

Kepling Pantai Burung di Balik Pod Getar

Selasa, 1 September 2026 - 21:08

Coba Kelabuhi Petugas Lewat Alas Kaki, Pengunjung Lapas Bitung Ditangkap Bersama Barang Bukti

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:43

7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Tangkap Tiga Tersangka

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:54

Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:54

Gudang Narkoba di Pekanbaru Dibongkar, Polisi Sita 4 Kg Sabu dan Buru Pengendali Jaringan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:24

Sinergi Makin Solid, Kajari Subulussalam Andie Saputra SH Ajak Jajaran Kejaksaan dan PN Singkil Perkuat Kebersamaan Lewat Tennis Persahabatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:03

Tak Lupakan Jasa Senior, Polres Subulussalam Gelar Anjangsana Penuh Haru Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x