Dari Calang ke Panggung Nasional: Jejak Rijalul Maula di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rijalul Maula, Siswa SMA Negeri 1 Calang, Kabupaten Aceh Jaya, itu berhasil menembus jajaran Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026 (Foto Ist)
Rijalul Maula, Siswa SMA Negeri 1 Calang, Kabupaten Aceh Jaya, berhasil menembus jajaran Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026 (Foto Ist)

Aceh Jaya — Di tengah keterbatasan akses dan minimnya sorotan terhadap pelajar dari daerah, nama Rijalul Maula muncul sebagai pengecualian. Siswa SMA Negeri 1 Calang, Kabupaten Aceh Jaya, itu berhasil menembus jajaran Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026, sebuah capaian yang menempatkannya sejajar dengan ratusan pelajar terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air.

Bagi Aceh Jaya, kabupaten pesisir yang relatif jauh dari pusat kegiatan pendidikan nasional, capaian tersebut bukan sekadar prestasi personal. Ia menjadi penanda bahwa pelajar daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di level nasional, asalkan dibekali keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk melampaui batas.

Berangkat dari Proses Panjang 

Perjalanan Rijalul menuju panggung nasional tidak berlangsung instan. Ia memulai langkahnya dari Pemilihan Duta Siswa Kabupaten Aceh Jaya 2025, ajang yang mempertemukannya dengan gagasan tentang kepemimpinan pelajar dan peran generasi muda dalam pembangunan sosial.

Pengalaman organisasi menjadi modal penting. Menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 1 Calang periode 2024–2025, Rijalul terbiasa memimpin forum, menyuarakan aspirasi siswa, serta mengelola kegiatan sekolah. Dari sana, kepercayaan dirinya tumbuh, sekaligus membentuk pandangan bahwa pelajar tidak hanya berfungsi sebagai objek pendidikan, tetapi juga subjek perubahan.

Langkahnya berlanjut ke tingkat provinsi. Ia kemudian dipercaya menyandang gelar Duta Siswa Edukatif Madya Aceh 2025, sebuah peran yang menuntutnya aktif mengampanyekan isu pendidikan, karakter, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Seleksi Ketat dan Tantangan Mandiri

Pada akhir 2025, Rijalul memutuskan mendaftar sebagai peserta Pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Proses seleksi berlangsung ketat, mencakup penilaian akademik, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan komunikasi.

Berbeda dengan peserta dari kota besar yang relatif memiliki akses sponsor dan jaringan luas, Rijalul harus menghadapi tantangan kemandirian. Ia mencari dukungan secara mandiri, sembari tetap menjalankan kewajibannya sebagai siswa kelas XII jurusan IPA.

Baca Juga:  Fasilitas SDN 101890 Tanjung Morawa Rusak Parah, Kepala Sekolah Diduga Abaikan Tanggung Jawab

“Di titik ini, saya belajar mengatur waktu, tenaga, dan emosi. Antara persiapan lomba dan tanggung jawab akademik harus seimbang,” ujarnya.

Upaya tersebut berbuah hasil. Di tengah padatnya persiapan, Rijalul tetap mencatatkan peringkat tiga di kelas XII MIA 1 dari 31 siswa, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensinya di bidang akademik.

Mewakili Aceh di Forum Nasional

Rijalul bertolak ke Surabaya pada 28 Januari 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Sehari kemudian, rangkaian kegiatan nasional dimulai, diikuti 174 siswa dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Dalam forum tersebut, para finalis tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bertukar gagasan tentang kepemimpinan, pendidikan, dan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa. Meski belum berhasil meraih gelar utama, kehadiran Rijalul sebagai wakil Aceh membawa pesan simbolik tentang pemerataan kesempatan dan potensi pelajar daerah.

“Saya percaya usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ketika sudah memulai, jangan setengah-setengah,” kata Rijalul, merangkum pengalamannya selama proses panjang tersebut.

Lebih dari Sekadar Gelar

Rijalul, bungsu dari empat bersaudara pasangan Bustami B dan Nursyidah, memandang ajang ini bukan sebagai akhir, melainkan pijakan. Baginya, gelar grand finalis adalah ruang belajar sekaligus tanggung jawab moral untuk menginspirasi pelajar lain, khususnya di Aceh Jaya.

Prestasi yang diraihnya menegaskan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional. Dengan kerja keras, keberanian mengambil peluang, dan konsistensi, pelajar daerah mampu tampil dan diakui di panggung yang lebih luas.

Di balik pencapaiannya, kisah Rijalul Maula menjadi potret tentang harapan: bahwa dari ruang kelas di daerah, selalu ada kemungkinan lahirnya pemimpin muda yang siap bersaing dan berkontribusi bagi Indonesia.

 

 

Berita Terkait

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”
Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan
Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola
“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Keluarga Sawoy Bongkar Riwayat Pengakuan Richard: “Sudah Diangkat Sejak 2009, Bukan Karena IPDN”
“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”
Sidang TP-TGR Raja Ampat: 7 OPD Disidangkan, Batas Pengembalian Ditegaskan 90 Hari
Dapur MBG Sudah Dibangun Sesuai Standar, Haji Abdul Hamid Joka Padang Minta Nasib Investasi Pengelola Diperhatikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:06

Sinergi Pemkot Bitung dan TP PKK: Sekolah Lansia Laskar Bintang Hadir Wujudkan Lansia Tangguh

Selasa, 15 September 2026 - 09:42

GRPK Soroti Progres Penanganan 1.677 Batang Kayu, Gakkum Kehutanan Diminta Ungkap Aktor Utama

Selasa, 15 September 2026 - 08:03

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 16:04

Lebih Inklusif, Perayaan HUT Negeri Aertembaga Dorong Ekonomi UMKM dan Edukasi Sejarah

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 11:09

Lima Pegawai Dihukum Berat, Disiplin ASN Disorot

Senin, 14 September 2026 - 07:09

Tiga Tahun Tanpa Kepastian, GRPK Adukan Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik Harda ke Propam Polresta Deli Serdang

Berita Terbaru