TribuneIndonesia.com-Peringkat nasional kini menjadi ukuran baru bagi Asri Ludin Tambunan. Ia membawa pulang Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 kategori kabupaten. Penghargaan itu diberikan di Jakarta pada Rabu, 30 September 2026, setelah serangkaian penilaian yang tidak berhenti pada berkas perencanaan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyerahkan penghargaan tersebut kepada Asri Ludin Tambunan Perangkat daerah terkait turut hadir.
PPD tahun ini menempatkan kualitas perencanaan sebagai salah satu pintu masuk penilaian. namun ukuran akhirnya bergeser ke hasil. Program yang diajukan harus dapat menunjukkan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, inovasi, serta kontribusi terhadap sasaran pembangunan nasional.
Perubahan cara menilai itu membuat penghargaan tersebut tidak cukup dibaca sebagai sebuah piala administratif. ada proses pemeriksaan yang harus dilewati sebelum sebuah daerah masuk daftar terbaik.
Penilaian PPD 2026 dilakukan melalui tiga tahap. Dokumen perencanaan diperiksa lebih dahulu. Setelah itu dilakukan wawancara dan verifikasi lapangan. Tahap terakhir berupa presentasi kepala daerah di hadapan Dewan Penilai.
Tahap presentasi menjadi penguatan baru pada PPD tahun ini. Pemerintah daerah tidak hanya diminta menunjukkan dokumen, tetapi juga menjelaskan capaian, strategi serta inovasi yang diklaim berhasil dijalankan.
Tri Dewi Virgiyanti, Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Bappenas, menyebut dampak program terhadap kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian utama. Pembangunan sumber daya manusia juga memperoleh bobot penting. angka peserta penilaian memperlihatkan skala kompetisi. Sebanyak 38 provinsi, 334 dari 415 kabupaten, serta 86 dari 94 kota mengikuti PPD 2026.
Penilaian melibatkan tim teknis Bappenas, akademisi, profesional, tim penilai utama dan Dewan Penilai dari sejumlah kementerian dan lembaga. hasil akhirnya menempatkan Kendal pada peringkat pertama kategori kabupaten. Asri Ludin Tambunan berada satu tingkat di bawahnya. Lampung Selatan, Sumedang dan Sleman mengikuti setelahnya.
Pada kategori kota, Surabaya menempati posisi pertama, disusul Manado, Pekalongan, Tangerang dan Balikpapan. untuk provinsi, lima posisi teratas ditempati Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.
Bagi Asri Ludin capaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan yang telah dijalankan. Ia menyebut penghargaan itu sebagai dorongan untuk memperbaiki kualitas kerja aparatur dan pelayanan kepada masyarakat.
Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kualitas perencanaan pembangunan semakin baik dan tentunya penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas kerja dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Asri Ludin. ia juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah dan masyarakat yang ikut menopang pelaksanaan program pembangunan.
namun penghargaan nasional memiliki konsekuensi lain. ukuran keberhasilan tidak berhenti pada posisi kedua. Rachmat Pambudy mengingatkan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi pemacu agar pemerintah daerah bekerja lebih keras.
menurut Rachmat, pembangunan nasional merupakan akumulasi pembangunan daerah. Karena itu, rencana yang tersusun di pusat harus diterjemahkan melalui program daerah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. pesan serupa disampaikan Ribka Haluk. Ia menyoroti konsistensi antara RPJM dan RPJMD sebagai salah satu hal penting yang dinilai.
yang dinilai adalah bagaimana pemerintah daerah itu konsisten antara RPJM dan juga RPJMD,” ujar Ribka. ia juga mengingatkan pentingnya data akurat sebagai dasar penyusunan program. tanpa data yang kuat, ukuran keberhasilan pembangunan akan mudah berhenti pada angka administratif.
di sinilah peringkat kedua PPD 2026 menghadapi ujian berikutnya. Penghargaan telah diterima, penilaian telah dilewati, tetapi ukuran akhirnya tetap berada pada hasil program setelah anggaran dibelanjakan dan kebijakan dijalankan. catatan sejarah memperlihatkan capaian serupa pernah diraih pada 2013 melalui Anugerah Pangripta Nusantara, ketika daerah tersebut menempati peringkat pertama tingkat kabupaten/kota pada masa Amri Tambunan.
PPD sendiri telah digelar sejak 2011 dan sebelumnya dikenal sebagai Anugerah Pangripta Nusantara. ajang itu dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan sekaligus mempertemukan praktik pembangunan yang dinilai berhasil. kini, peringkat kedua kembali tercatat. Tantangannya lebih berat daripada mempertahankan posisi. Setiap program yang menjadi dasar penilaian harus terus diuji melalui hasil, data dan manfaat yang dapat diukur.(Ilham Gondrong)













