BEKASI/Tribuneindonesia.com
Pertumbuhan ekonomi, masuknya investasi, dan kemajuan teknologi harus didukung dan didorong. Bisnis dan investasi memang penting — itu membangun roda perjalanan bangsa untuk negara. Tetapi kita tidak bisa terus menekan demi pertumbuhan dan kepentingan investor semata, karena dampak fatalnya bisa jatuh jauh ke depan bagi rakyat. Sabtu 15 Agustus 2026
Lihatlah China. Luas daratannya jauh lebih besar daripada Indonesia. Namun pemimpin di sana tidak pernah melakukan hal yang ambisius dalam satu hari, seolah membalikkan telapak tangan. Mereka tahu membangun peradaban butuh waktu, tidak bisa dipaksa mendadak. Sejarah mencatat perubahan di sana dimulai sejak tahun 1985 — dibangun bertahap, diperluas perlahan, dan hingga sampai hari ini pun minyak tetap berfungsi, tetap berjalan, dan beriringan berdampingan bersama kendaraan listrik. Tidak dihapus, tidak dilarang mendadak. Yang penting, kendaraan berbahan bakar minyak yang tetap berjalan itu harus memenuhi mutu dan standar emisi yang ketat — sehingga tidak mengotori udara, lulus dari batas karbon, dan tetap layak digunakan.
Dan sekian luas dan besarnya China pun, masih banyak daerah yang belum semuanya terpenuhi infrastrukturnya. Pemimpin di sana tidak memaksakan yang belum siap — mereka memikirkan bagaimana berjalan bersama pertumbuhan rakyatnya, membangun infrastruktur, dan menjaga kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu.
Di Indonesia sendiri, keadaan belum maksimal di mana-mana. Pasokan listrik belum merata, harga kendaraan listrik belum terjangkau semua, dan stasiun pengisian belum menjangkau daerah-daerah terluar. Memacu terlalu cepat justru bisa memberatkan rakyat yang belum mampu beralih.
Silakan kembangkan listrik, silakan sambut investasi, silakan bangun kemajuan. Tetapi biarkan minyak tetap berjalan — selama masih bermutu, tidak mengotori udara, dan lulus standar — sampai listrik benar-benar siap di seluruh penjuru negeri. Bukan menolak maju — melainkan memastikan kemajuan itu dinikmati oleh semua, bukan hanya sebagian. Biarkan rakyat memilih sesuai kemampuan dan kebutuhan. Keduanya bisa berjalan berdampingan — membangun bersama, bergerak bersama, sampai saat yang tepat tiba dengan sendirinya.

















