Pemimpin Bukan Mengubah-Ubah Kurikulum, Tapi Membangun Fondasi yang Kuat

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Seorang pemimpin yang benar-benar berpikir luas dan kritis, tidak akan sibuk mengubah-ubah kurikulum. Sekalipun ratusan buku diganti, program demi program dirombak tanpa arah yang jelas — yang terjadi bukan kemajuan, melainkan stagnasi, kebingungan yang mendalam bagi para pendidik maupun pelajar. Selasa, 11 Agustus 2026

Guru belum sepenuhnya memahami satu sistem, sudah datang sistem baru. Buku belum habis dipakai, sudah diganti edisi lain. Modul belum selesai disusun, sudah ada pedoman berbeda. Apakah ini cara membangun peradaban? Atau justru menanamkan kebingungan yang berkelanjutan?

Apakah bangsa ini menginginkan generasinya tumbuh dalam kebingungan terus-menerus? Apakah maksudnya membuat mereka bingung sehingga tidak mampu berdiri tegak? Apakah ini secara sengaja atau tidak disadari, menciptakan kebodohan dan kemunduran yang diwariskan dari tahun ke tahun?

Pemimpin tidak perlu turun tangan mengatur dan mengintervensi setiap langkah para pendidik maupun pelajar. Tugas utama pemimpin adalah: memutuskan kebijakan yang tegas, mensejahterakan, dan memberikan gaji yang besar kepada para guru. Karena merekalah pahlawan sesungguhnya, garda terdepan bangsa. Guru adalah sayap yang membangun cakrawala terang bagi dunia. Berikan mereka ketenangan, kepercayaan, dan jaminan hidup — maka mereka akan terbang membawa generasi ke arah yang jauh lebih tinggi.

Lihatlah Finlandia, salah satu negara dengan pendidikan terbaik di dunia! Mereka tidak gonta-ganti kurikulum setiap kali pemimpin berganti. Kurikulumnya disusun secara matang, konsisten, dan memberi kepercayaan besar kepada para guru untuk melaksanakannya dengan cara yang paling tepat. Pemimpin di sana tidak mencampuri ruang kelas — mereka menstabilkan kerangka dasarnya, lalu berfokus pada hal yang sesungguhnya penting: mensejahterakan guru, memperbaiki sarana sekolah, dan memastikan setiap anak mendapat perhatian yang sama.

Baca Juga:  Putra HRD Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat di Peusangan Selatan

Lihatlah Jepang! Kurikulumnya tidak berubah-ubah setiap saat. Mereka punya fondasi yang jelas — menyeimbangkan kecerdasan, budi pekerti, dan kesehatan — lalu dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun. Bukan berarti tidak pernah diperbarui, tetapi perubahannya dilakukan secara bertahap, dipikirkan panjang, dan tidak membuang apa yang sudah berjalan baik. Mereka tidak mengubah kurikulum hanya demi meninggalkan jejak nama di atas kertas.

Inilah pelajaran yang harus dipahami:
✅ Kurikulum yang baik adalah yang stabil, bukan yang baru setiap tahun
✅ Fokus pada kualitas guru dan kesejahteraannya, bukan sekadar dokumen di atas meja
✅ Pemimpin buat kebijakan dan jaminan hidup — biarkan guru yang mengajar
✅ Perubahan boleh ada, tetapi harus dipikirkan matang, diuji, dan tidak memutus jalannya pendidikan
✅ Jangan mengganti pedoman sebelum yang lama benar-benar dipahami dan dijalankan

Berhentilah merombak tanpa hasil. Satu hal yang belum selesai dipahami, sudah dibuat hal baru. Itu bukan kemajuan — itu kebingungan yang dibiarkan terjadi. Pemimpin yang benar-benar mencintai bangsanya akan membangun fondasi yang kuat, memberi arah yang jelas, mensejahterakan gurunya dengan layak, dan membiarkan mereka bekerja dengan tenang serta penuh kehormatan.

Jangan biarkan kebijakan yang tidak matang menjadi beban bagi guru dan murid. Jangan biarkan kebingungan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Penyerahan Aset Renovasi Puskesmas Langsa Barat Berjalan Tertib, Pengelolaan Kekayaan Negara Ditegaskan
Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke 81 Wartawan Gayo Gelar Lomba Photo dan Karya Tulis Jurnalistik
Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Tuntaskan Pembangunan Tempat Wudhu, Kini Siap Dimanfaatkan Santri dan Jamaah
Dr. Dedy Cahyadi, S.SiT., MT. Berhasil Raih Gelar Doktor dari ITL Trisakti
Guru adalah Pahlawan Sesungguhnya yang Membangun Peradaban Bangsa
Arief Martha Rahadyan Serukan Gerakan Bersama Cegah Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem
PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Gelar Bakti Sosial di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Jakarta Timur
​Respon Cepat Karhutla, Polsek Ranowulu Bahu-Membahu Padamkan Api di Batu Putih Bawah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:20

TAMPERAK dan PEPABRI Soroti Stok Menipis, Harga Semen di Aceh Melambung hingga Rp90 Ribu per Zak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:03

Mengangkat Rasa Nusantara, Menghidupkan Kuta: Gerakan Baru Industri F&B Bali

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:06

BUPATI SIMEULUE SAMPAIKAN PESAN KEPADA MAHASISWA BARU UTU KAMPUS PAHLAWAN NASIONAL

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:36

BUPATI SIMEULUE RESMIKAN CAR FREE DAY, DORONG SILATURAHMI DAN PENGGERAK EKONOMI UMKM*

Senin, 10 Agustus 2026 - 03:48

LAPAS KLAS III SIMEULUE OPTIMALKAN PEMBINAAN WARGA BINAAN PERKUAT PROGRAM KEROHANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:29

Al Amin, S.Pd., M.Si Kepala UPTD KPH Wilayah X Aceh Mengucapkan DIRGAHAYU HUT RI KE-81 BERSATU BERDAULAT, RAKYAT SEJAHTERA, INDONESIA MAJU🇮🇩

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:18

HUT IWO ke-14, IWO Bali Perkuat Komitmen: Pers Merdeka, Organisasi Makin Solid

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:58

KELUARGA 8 TERDAKWA KASUS DUGAAN PEMALSUAN STNK DAN MOTOR BODONG DI SIMEULUE DESAK PENEGAKAN ASAS PERSAMAAN HUKUM*

Berita Terbaru