Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

- Editor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Kita melihat dengan sangat prihatin fenomena yang makin merajalela di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara: seolah-olah satu-satunya cara untuk menyelesaikan segala perselisihan dan masalah hanyalah melalui kekerasan, kekuatan fisik, atau bahkan ancaman senjata. Padahal bangsa ini dibangun di atas landasan yang luhur: Pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila kelimanya menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kamis 6 Agustus 2026

Sungguh ironis jika bangsa yang mengaku berketuhanan dan berkeadilan, namun dalam kenyataannya masih terbiasa dan mengandalkan kekerasan untuk memutus segala persoalan. Apakah ini yang pantas disebut sebagai peradaban yang beradab? Apakah Tuhan merestui penyelesaian yang menumpahkan darah dan menyakiti sesama anak manusia?

Sejarah dunia telah mencatat ribuan kali pelajaran yang sama: bangsa atau kekaisaran yang selalu mengandalkan senjata dan kekuatan untuk menundukkan orang lain, pada akhirnya pasti akan runtuh juga. Lihatlah Uni Soviet, yang dulunya dianggap kekuatan militer terkuat kedua di dunia, terus-menerus menekan daerah-daerah yang ingin merdeka, namun akhirnya justru pecah berantakan menjadi belasan negara merdeka menurut kehendak rakyatnya sendiri. Begitu pula Kekaisaran Romawi, yang mengandalkan pedang dan pasukan untuk menguasai hampir seluruh dunia dikenal saat itu, akhirnya terpecah dan lenyap karena kekerasan yang terus berputar tanpa henti di dalam tubuhnya sendiri. Demikian pula yang terjadi pada Yugoslavia, yang berusaha dipertahankan dengan kekuatan namun akhirnya terpisah-pisah sesuai keinginan rakyat yang telah lama ditekan.

Baca Juga:  Tancap Gas hingga Kehabisan Bensin, Dua Pelaku Curanmor Tersungkur di Tangan Polisi dan Warga

Kekerasan sesungguhnya tidak pernah mampu memadamkan masalah, melainkan hanya menunda waktu dan menimbulkan masalah baru yang jauh lebih besar. Luka yang dihasilkan oleh pukulan atau senjata mungkin bisa sembuh, namun dendam yang tertanam di dalam hati akan terus hidup dan kelak meledak kembali dengan kekuatan yang berlipat ganda. Kekerasan hanya menciptakan ketundukan karena rasa takut, bukan ketundukan yang lahir dari hati yang ikhlas karena keadilan yang ditegakkan. Pada akhirnya, kehendak rakyat, hak keadilan, dan kemerdekaan yang dipilih oleh rakyat itulah yang akan berdiri tegak, di luar segala usaha paksaan senjata.

Jika kita benar-benar memegang teguh Pancasila dan iman kepada Tuhan, maka jalan yang seharusnya kita tuju adalah dialog, musyawarah, dan penegakan keadilan yang jujur. Kekuatan sejati sebuah bangsa bukanlah terletak pada seberapa tajam senjatanya, melainkan pada seberapa mampu ia menyelesaikan segala perbedaan dengan hati yang lapang dan akal budi yang jernih.

Sudah saatnya kita kembali pada jati diri yang sesungguhnya. Jangan biarkan kekerasan menjadi kebiasaan, hingga kita lupa bahwa kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan keadilan.

Berita Terkait

Menghargai Guru: Kunci Mutlak Lahirnya Generasi Emas
Kerusakan Moral Generasi dan Bahaya Demi Mengejar Ketenaran
Keadilan yang Tak Kunjung Tiba: Di Balik Seruan Kedaulatan Papua dan Maluku
Keadilan yang Tertunda: Negara Wajib Hadir Membawa Kesejahteraan Bagi Seluruh Daerah
Wanita Cerdas Mengelola Keuangan, Wanita yang Tak Mau Belajar Tetap Berjalan di Tempat
beranilah negaraku: berikan hak kedaulatan, hentikan perang sia-sia, bangun persaudaraan setara
Bayu Anugerah Gugat Otto Hasibuan dan Presiden RI, Kepatuhan Putusan MK Jadi Sorotan
Jasa Raharja DKI Gelar FGD FKLL, Bersama Stakeholder Petakan Strategi Tekan Kecelakaan di Jakarta Utara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:05

PSR Bukan Program Bagi-Bagi Lahan dan Tanpa Aturan. Petani Wajib Ikuti Mekanisme dan Regulasi Pemerintah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 03:55

Lakukan Pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 02:46

Bencana Terus Mengancam, Pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin Sangat Mendesak

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:34

Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:00

Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Koridor Strategis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14

Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:20

Hutama Karya dan Pemangku Kepentingan Bahas Percepatan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:47

Data Sosial Disorot, Aci Temukan Warga Rentan Tak Sesuai Desil

Berita Terbaru