Aktivis RPM Minta Kepolisian Polres Pandeglang Segera Menindak Oknum Guru SMPN 1 Sukaresmi Yang Diduga Lecehkan Beberapa Siswi

- Editor

Senin, 21 September 2026 - 02:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com | Pandeglang – Aktivis Muda Rohmat minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Polres Pandeglang Segera menangkap salah satu oknum guru SMPN 1 Sukaresmi yang sudah ramai di beberapa media sosial, Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru olahraga di salah satu SMPN 1 Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang menjadi perhatian serius dari kaangan aktivis dan wartawan, Kasus yang diduga berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, kini baru terungkap, adanya dugaan pelecehan tersebut, masyarakat dan beberapa Aktivis Mita penegak hukum kepolisian Polresta Pandeglang segera bertindak selidiki dan periksa oknum guru inisial ” LR” beserta kepala sekolah SMPN 1 Sukaresmi yang saat ini diduga pelaku oknum guru sudah melarikan diri sejak salah salah satu siswi kelas 8 mengadukan kepada kedua orang tuanya.

Oknum guru olahraga yah sudah di angkat PPPK berinisial ‘LR’ yang diperkirakan berumur (38) tahun warga Desa Karyasari Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Menurut keterangan beberapa masyarakat termasuk pihak keluarga LR sudah tidak ada di rumah, setelah beberapa wali murid mendatangi sekolah untuk mencari ‘LR’ yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya sendiri. Aksi tersebut diduga dilakukan di lingkungan sekolah (Ruang kelas).

SB, salah satu orang tua siswi kelas 8 mengaku baru mengetahui kejadian yang menimpa putrinya yang baru-baru ini mengaku selalu dilecehkan oknum guru berulangkali, Ia berharap oknum gitu tersebut dikeluarkan dari sekolah sekaligus dipecat, bukan hanya itu para orang tua atau wali murid (korban) berharap dan meminta segera menangkap oknum guru yang bejad, dan tidak bermoral, serta telah merusak mental (Psikologis) anak-anak SMP Sukaresmi yang baru duduk di kelas 8 dan kelas 9.

“Saya sangat amat kecewa dan benci rasanya. Saya juga sempat menyalahkan putri saya sendiri, kenapa baru mengadukan setelah dilecehkan yang ketiga kalinya.

Semetara salah satu korban “NV” siswi SMPN 1 Sukaresmi yang duduk di kelas 8 menjelaskan kronologis kejadian pelecehan yang dia alami, mengatakan, kejadian yang dilakukan oknum guru “LR” setiap ekskul pelajaran tambahan dibidang ola raga, menurutnya kejadian pelecehan dilakukan oleh oknum guru tersebut kerap dilakukan setiap ekskul selesai, disitu oknum guru melakukan aksinya dengan modus membawa salah satu siswi ke ruang kelas dengan alasan mau di ajari pasing bola keudian setelah itu siswi disuruh duduk di lantai lali oknum pelaku guru tersebut memijat- mijat lenga da dahi siswi dengan alasan biar jangan kaku, lalu terus meraba-raba dari atas ke payudara lalu ke bawah kemaluan siswi.

Baca Juga:  Polres Bireuen Imbau Pelaku Usaha Konter pulsa dan BRILink Antisipasi Aksi Penipuan Dan Kriminalitas

“ setelah selesai latihan diluar lalu saya di ajak ke ruangan kelas di ajak pasing bola tidak lama kemudian seperti biasa dia memijat-mijat lengan sampai ke dada terus ke bawah, Kataya saya kaku keras supaya cepet bisa, setelah itu pak guru bilang ke saya Jagan ngomong kesiapa-siapa nanti kamu yang kena masalah,seperti itu” Terangnya sambil menatap pandangan kosong.

Diduga pelaku ini sudah jelas adalah salah satu oknum guru di bidang olahraga. Modusnya latihan main poly bol, kemudian di bawa keruangan kelas salah satu siswi yang dia incar kemudian membetulkan baju, tetapi menyentuh bagian badan sensitif, selain itu juga ” NV’ mengatakan buka hanya dirinya tetapi temen-temen sekelasnya juga keluhkan hal yang sama terutama kelas 8 dan kelas 9, imbuhnya.

Semetara oknum guru “LR” yang sebelumnya bisa terhubung via WhatsApp, namun setelah ramai dan terbit pemberitaan no kontaknya sudah tida bisa di hubungi, menurut pihak keluarga oknum guru tersebut juga kewalahan untuk komunikasi.

Semetara ada informasi belum lama ini, ada pihak kepolisian yang datang ke sekolah SMPN 1 Sukaresmi, informasi yah di dapat kedua orang tua oknum guru dan istrinya di undang ke sekolah, sejauh ini belum tau jelas karena kepala sekolah sampai saat ini sulit ditemui atau dihubungi via tlp.

Rohmat sebagai inisiator aktivis Rakyat Pandeglang Melawan akan terus menggali informasi keberadaan oknum guru tersebut, selain itu juga Rohmat akan mengirimkan surat Audensi kepada dinas terkait juga BKD kabupaten Pandeglang.

” Saya berharap persoalan ini segera ditangani serius oleh pihak terkait, kepolisian polres Pandeglang segera bertindak karena ini kasus yang sangat serius, merusak mental anak-anak sekolah yang sangat rentan terganggu psikologisnya, saya dari kalangan lembaga sosial kontrol mewakili para wali murid yang putrinya sudah berulang kali dilecehkan oknum guru tersebut akan segera membuat laporan pengaduan ke aparat penegak hukum (APH).” Pungkasnya

Sampai dua kali tayang, wartawan penabanten.com belum bisa, sulit temui kepala sekolah.

(Red_ron)

Berita Terkait

Polres Bireuen Gencarkan Patroli Cegah Karhutla di Samalanga dan Peusangan
Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras
Menebar Kepedulian, Menghadirkan Kebahagiaan: Rutan Cipinang Gelar IMIPAS Peduli 2026
Danrem Bhaskara Jaya Ajak Prajurit Teladani Semangat Pahlawan melalui Doa Syukur Hari Pahlawan 2026
Antisipasi Bencana, Polres Bireuen Gelar Latihan Penyelamatan Korban Tenggelam di Laut Jangka
Sinergi Cegah Narkoba, Razia Gabungan di Lapas Bireuen Pastikan Kamar Hunian Steril
FPI Bireuen Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Korban Banjir Bandang di Samalanga
Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29