Operasi Penuh Risiko, Tim URC Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman Bersenjata di Sultan Daulat

- Editor

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam– tribuneindonesia.com Suasana malam yang semula tenang di Desa Gunung Bakti, Kecamatan Sultan Daulat, mendadak berubah menjadi mencekam. Layaknya pertandingan yang memasuki menit-menit penuh ketegangan, sebuah konflik keluarga berkembang menjadi aksi pengancaman yang membuat penghuni rumah berhamburan menyelamatkan diri.

Di tengah situasi tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Subulussalam tampil bak pemain bertahan yang sigap menjaga gawang terakhir masyarakat dari ancaman bahaya.

Peristiwa bermula pada Rabu malam, 10 Juni 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat keluarga tengah berkumpul di rumah, seorang pria berinisial S.G. (50) diduga datang dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol. Kedatangannya bukan membawa kabar baik, melainkan sebilah parang dan senapan angin yang langsung mengubah suasana menjadi penuh ketakutan.

Menurut hasil penyelidikan, terduga pelaku diduga melontarkan ancaman kepada seluruh penghuni rumah. Ketegangan memuncak ketika parang yang dibawanya diayunkan ke arah salah seorang anggota keluarga. Beruntung, aksi berbahaya itu berhasil digagalkan oleh seorang saksi yang dengan cepat menahan tangan pelaku hingga senjata tajam tersebut terlepas.

Namun drama belum berakhir.Layaknya serangan balik yang datang tiba-tiba, terduga pelaku kemudian mengambil senapan angin yang dibawanya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban. Beruntung, peluru tidak mengenai sasaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut membuat seluruh penghuni rumah dilanda kepanikan dan ketakutan sehingga memilih meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan kepada pihak kepolisian.

Laporan masyarakat yang masuk ke Polres Subulussalam langsung mendapat respons cepat. Tim URC Satreskrim bersama personel Pamapta I SPKT yang dipimpin KBO Satreskrim IPDA Ariq Falah Permana, S.Tr.I.K., didampingi IPDA Andos Samuel Ondihon Sitorus, S.Tr.I.K., bergerak menuju lokasi guna melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan.

Namun medan yang dihadapi tidaklah mudah.Rumah kebun yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku berada di kawasan perkebunan terpencil dengan penerangan minim. Informasi yang diperoleh petugas menyebutkan pelaku masih menguasai senjata dan berpotensi melakukan perlawanan. Bahkan lokasi tersebut dijaga sekitar 16 ekor anjing yang menambah tingkat risiko operasi.

Dengan mempertimbangkan keselamatan warga dan personel, tim memilih memainkan strategi yang lebih terukur. Penangkapan tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan menunggu waktu yang tepat demi menghindari kemungkinan terburuk.

Baca Juga:  PT Jasa Raharja kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Pasang Spanduk Himbauan Keselamatan Tindaklanjut dapat FGD FKLL dengan mitra Jakarta pusat

Kesempatan itu akhirnya datang pada Kamis siang, 11 Juni 2026.Berdasarkan informasi masyarakat, pelaku diketahui berada di area kebun sekitar rumahnya. Tim URC kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis sesuai prosedur kepolisian.

Saat petugas melakukan penyisiran, S.G. muncul dari areal kebun sawit dan mengaku baru selesai bekerja. Setelah diberikan penjelasan terkait laporan yang diterima polisi, pria tersebut akhirnya mengakui perbuatannya.

Meski demikian, proses belum selesai. Dalam pemeriksaan awal, pelaku sempat mencoba mengelabui petugas dengan menyatakan bahwa senapan angin telah diamankan oleh anaknya. Namun setelah dilakukan pengecekan, keterangan tersebut terbukti tidak benar.

Bak pemain yang akhirnya kehilangan ruang gerak, pelaku kemudian mengaku bahwa senapan angin sengaja disembunyikan di dalam lubang batang kayu lapuk di belakang rumah kebun agar tidak ditemukan petugas.

Pengakuan itu menjadi titik balik operasi.
Tim URC akhirnya berhasil menemukan dua unit senapan angin yang disembunyikan dalam kondisi masih berisi amunisi dan siap digunakan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kedua senapan tersebut diduga telah dimodifikasi sehingga mampu menggunakan peluru berukuran lebih besar dari spesifikasi standar, yang berpotensi meningkatkan daya rusak dan tingkat bahayanya.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan 19 butir peluru kaliber 8,5 mm, empat bilah parang, dua botol minuman keras tradisional jenis Tuak Nias, serta sejumlah peralatan kelistrikan yang diduga dirusak saat aksi pengancaman berlangsung.

Seluruh barang bukti langsung diamankan, sementara terduga pelaku dibawa ke Polres Subulussalam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu konflik keluarga yang diperburuk oleh pengaruh minuman beralkohol. Namun motif pasti masih terus didalami penyidik melalui proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Polres Subulussalam menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Melalui keberhasilan operasi ini, Polres Subulussalam kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat. Ketika ancaman muncul dan rasa takut menyelimuti warga, aparat hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan hukum tetap menjadi pemenang hingga peluit akhir dibunyikan

Redaksi:Syahbudin Padank FRN Aceh

Berita Terkait

Rakyat Kecewa Harga Pertamax Melonjak, TAMPERAK-LHI dan PEPABRI Ingatkan Potensi Peralihan ke Pertalite dan Solar
Sorotan Pengelolaan Limbah B3, PT Alam Karya Alam Sukses Diminta Buka Kejelasan Izin Operasional di Namo rambe
Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman
Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?
TAMPERAK, LHI dan PEPABRI Soroti Gaji PPPK Paruh Waktu di Aceh Tamiang, Hanya Rp200 Ribu per Bulan
OKNUM KADUS BUKET KARENG BERANI ANCAM WARTAWAN: “JANGAN SAMPAI PIHAK HUKUM DATANG KE RUMAHMU
Massa Kepung Polresta, Desak Usut Dugaan Korupsi APBDes Desa Sidoarjo I Jati Baru
Momen Bersejarah di Pasir Belo: Mobil BUMDes Diserahkan, Masyarakat Jadi Saksi Langsung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:16

Kepala Dinas P dan K Bireuen, Dr. Muslim, M.Pd.,gelar temu ramah dengan media

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:08

Nani Souvenir Aceh Ikut Meriahkan Pekan Raya Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:28

Pemkab Bireuen Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Aceh

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:48

Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:57

Revitalisasi SD Negeri Muara Situlen Rp913 Juta: Proyek Pemulihan atau Sekadar Tambal Sulam

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:55

​Langkah Strategis Pemkot Bitung Wujudkan Iklim Kerja Aman dan Sejahtera di Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:26

Hadir di Peluncuran FK UNIMA, Wali Kota Hengky Honandar Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Kesehatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:39

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia. PMI Bireuen Kumpulkan 115 Kantong Darah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

132 Administrator Diasah, Birokrasi Deli Serdang Dipacu Lebih Presisi

Jumat, 12 Jun 2026 - 15:38