Denpasar |Tribuneindonesia.com Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali menggelar pemotongan hewan kurban di halaman Gedung LDII Padang Griya, Denpasar, Rabu (27/5/2026). Kegiatan diawali dengan Sholat Idul Adha pukul 07.00 WITA dan dilanjutkan dengan penyembelihan serta penyaluran daging kurban ke masyarakat.
Tahun 2026 ini, LDII Bali memotong sebanyak 146 ekor sapi dan 289 ekor kambing, yang disebar ke seluruh kabupaten/kota. Rinciannya: Denpasar 77 sapi dan 146 kambing, Badung 27 sapi dan 57 kambing, Tabanan 13 sapi dan 24 kambing, Gianyar 8 sapi dan 17 kambing, Karangasem 9 sapi dan 13 kambing, Buleleng 2 sapi dan 7 kambing, serta Jembrana 10 sapi dan 5 kambing.
Ketua DPW LDII Wilayah Bali, H. Olih Solihat Karso, menjelaskan penyaluran daging kurban dilakukan dengan tetap mempertahankan tradisi ngejot. Tradisi turun-temurun itu berupa pembagian daging ke rumah-rumah tetangga yang beragama non-Muslim.
“Kita sebagai orang Muslim harus dekat dengan siapa saja. Dalam ibadah memang berbeda, tapi dalam kehidupan sosial kita jaga kerukunan. Intinya kita tetap menyama braya Ini menumbuhkan kepercayaan dan keutuhan Indonesia yang memang beragam agama,” ujar Haji Solihat.
Hal senada disampaikan Tokoh Puri Gerenceng, Anak Agung Ngurah Agung, yang turut berkurban hewan kambing. Ia mengapresiasi LDII Bali yang konsisten menjaga hubungan antar umat beragama.
“Saya salut dengan LDII Provinsi Bali. Hubungan antar agama di sini sangat kental. Mereka punya konsep menyama braya tidak hanya untuk warga Muslim, tapi umat Kristen, Buddha, dan lainnya juga mendapat bagian. Fakir miskin dan anak terlantar juga sudah didata,” katanya.
Anak Agung menambahkan, kedekatan umat Hindu dengan Muslim di Bali sudah berlangsung sejak dulu, terutama di kampung-kampung Muslim tradisional seperti Kampung Jawa, Kepaon, dan Kampung Bugis Serangan.
“Di Bali ini milik kita bersama. Di mana bumi dipuja, di sana langit dijunjung. Jadi di mana kita makan, di sana kita berbuat baik. Jaga Bali itu intinya,” tegasnya.
Ia juga menyebut LDII di seluruh kabupaten/kota aktif membantu pemerintah dan menjalankan aturan yang berlaku. Saat ini, kegiatan serupa digelar di seluruh kabupaten kecuali Klungkung dan Bangli yang belum memiliki pengurus LDII.
LDII Bali menegaskan, kegiatan kurban tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan lintas agama di Pulau Dewata.(red)


















