Batu Bara I TribuneIndonesia.com-Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menjadi pusat perhatian setelah puluhan wartawan media online dan media cetak menggelar aksi damai guna menyuarakan dugaan intimidasi serta penghalangan peliputan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik, Senin (11/5/2026).
Aksi yang berlangsung tertib itu juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di dalam lapas, menyusul dugaan percobaan kaburnya seorang tahanan yang sempat menjadi perhatian publik. Massa menilai persoalan tersebut harus dijelaskan secara terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
di bawah pengamanan personel Polres Batu Bara dan Polsek Talawi, para wartawan menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap kinerja humas lapas yang dinilai tidak maksimal dalam membangun komunikasi dan keterbukaan informasi publik.
Koordinator aksi, Mariati AB, menegaskan bahwa aksi damai tersebut digelar untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penghalangan tugas jurnalistik saat wartawan melakukan peliputan di lingkungan lapas, termasuk saat mencoba memperoleh informasi mengenai dugaan tahanan yang sempat melarikan diri.
Selain meminta evaluasi terhadap bagian humas, massa juga mendesak dibentuknya tim investigasi independen guna menelusuri berbagai persoalan yang disebut terjadi di dalam lapas.
Situasi berubah lebih kondusif ketika Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, turun langsung menemui massa aksi dan mengajak insan pers berdialog secara terbuka di halaman lapas.
dalam pertemuan itu, penanggung jawab aksi sekaligus Ketua Forum Wartawan Hukum Tindak Pidana Korupsi (FORWAKUM TIPIKOR), Alaiaro Nduru, meminta agar pihak lapas, khususnya humas, lebih kooperatif dan konsisten dalam memberikan pelayanan informasi kepada wartawan.
Wartawan bukan musuh, melainkan pilar keempat demokrasi. Keterbukaan informasi publik harus dijalankan dengan baik,” tegas Alaiaro di hadapan massa aksi dan pihak lapas.
Ia juga meminta pihak lapas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers atas kesalahpahaman yang terjadi pasca munculnya informasi terkait dugaan percobaan kaburnya tahanan.
menanggapi tuntutan tersebut, Kalapas Hamdi Hasibuan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wartawan dan lembaga pers yang hadir.
Hamdi mengakui adanya miskomunikasi di lapangan dan berjanji akan melakukan pembenahan internal demi memperbaiki hubungan antara pihak lapas dan insan pers.
tidak hanya itu, pihak lapas juga berencana menggelar pertemuan silaturahmi dalam bentuk coffee morning bersama wartawan di Kabupaten Batu Bara sebagai langkah memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi publik ke depan.
aksi damai tersebut berakhir dengan suasana kondusif setelah dialog antara wartawan dan pihak lapas berlangsung secara terbuka serta disambut positif oleh seluruh peserta aksi.
Ilham Gondrong
















