Adnen Nurdin : Pembangunan Bireuen Harus Terukur dan Tepat Sasaran, Jangan Monopoli Proyek Infrastruktur

- Editor

Senin, 11 Mei 2026 - 06:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Adnen Nurdin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bireuen harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat serta memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kualitas pelayanan publik.

Sebagai Anggota Komisi IV DPRK Bireuen yang membidangi pembangunan, infrastruktur, dan teknologi, Adnen menilai Bupati Bireuen perlu memperkuat kualitas perencanaan serta memastikan setiap belanja pembangunan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

“Kami tentu mendukung pembangunan daerah. Namun dukungan itu juga harus dibarengi dengan evaluasi yang objektif agar anggaran yang besar benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Adnen kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, tantangan pembangunan Bireuen saat ini bukan hanya soal besarnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu menjawab persoalan dasar masyarakat seperti kondisi jalan, drainase, irigasi pertanian, hingga konektivitas antarwilayah.

Ia menilai masih terdapat beberapa pekerjaan pembangunan yang perlu ditingkatkan kualitas pengawasannya agar hasil proyek lebih tahan lama dan memberi nilai manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada tingginya angka realisasi anggaran. Yang lebih penting adalah kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi rakyat,” tegas Adnen.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bireuen mulai memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data dan teknologi, termasuk keterbukaan informasi proyek kepada publik agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan secara bersama-sama.

Menurutnya, transparansi dan pengawasan yang baik justru akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Bupati Mukhlis jangan salah pemahaman, kritik yang kami sampaikan bukan untuk melemahkan Bupati apalagi bentuk penyerangan pribadi. Dinamika politik itu hal yang biasa, kritikan kami menjadi bagian dari fungsi pengawasan agar pembangunan berjalan lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Fraksi PKB DPRK Bireuen, lanjut Adnen, akan terus mendorong agar prioritas pembangunan daerah lebih fokus pada infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan sektor-sektor produktif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Bireuen memiliki potensi besar, yang dibutuhkan sekarang adalah pembangunan yang konsisten, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Adnen.

Baca Juga:  Pemilihan Keuchik Gampong  Seuneubok Saboh Behasil Unggul kan Oleh TGK Muda 

Jangan Ada Monopoli Proyek Infrastruktur

Adnen Nurdin juga mengingatkan Bupati Bireuen agar pelaksanaan proyek infrastruktur dilakukan secara adil, transparan, dan memberi ruang yang sama kepada seluruh kontraktor lokal yang memiliki kemampuan dan memenuhi syarat.

Adnen menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok atau perusahaan tertentu. Pemerintah harus memastikan distribusi pekerjaan berjalan sehat, baik melalui mekanisme tender maupun pengadaan langsung.

“Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, Bupati harus memperhatikan dan memberdayakan kontraktor lainnya. Jangan sampai ada perusahaan yang memonopoli pekerjaan, baik melalui tender maupun pengadaan langsung. Pembangunan daerah harus menciptakan pemerataan kesempatan usaha,” tegasnya.

Fraksi PKB menilai praktik dominasi proyek oleh segelintir perusahaan berpotensi merusak iklim usaha, mematikan kompetisi sehat, serta menimbulkan kecurigaan publik terhadap proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Karena itu, dirinya menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan secara serius terhadap seluruh proses pelaksanaan proyek pemerintah, terutama pada sektor infrastruktur yang menyerap anggaran besar setiap tahunnya.

“Kami akan melaksanakan fungsi pengawasan secara ketat untuk memastikan rekanan dan kontraktor lainnya juga diberdayakan. Jika kami menemukan ada perusahaan yang terlalu mendominasi proyek, tentu akan kami dalami lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya benturan kepentingan dengan Bupati Bireuen,” ujarnya.

Fraksi PKB juga meminta seluruh proses pengadaan dijalankan secara terbuka, profesional, dan sesuai regulasi, sehingga tidak menimbulkan persepsi adanya kedekatan politik, balas jasa, maupun praktik penguasaan proyek oleh kelompok tertentu.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memahami bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dikerjakan, tetapi juga dari sejauh mana proyek tersebut menghadirkan keadilan ekonomi dan memberdayakan pelaku usaha lokal secara merata.

“APBK adalah uang rakyat. Maka distribusi manfaatnya juga harus dirasakan luas oleh masyarakat dan pelaku usaha daerah, bukan hanya berputar pada nama-nama tertentu,” demikian Adnen Nurdin. (*)

Berita Terkait

HRD Kembali Serahkan Usulan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim Kepada Menteri PU
Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta melakukan safety campaign
Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede
Kemeriahan Ganda di Polres Bitung: Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Rayakan Ultah Ketua Bhayangkari
​Presiden Buka PENAS XVII di Gorontalo, Hengky Honandar Boyong Kontingen Bitung Demi Sinergi Pangan Nasional
​Hari Bhayangkara ke-80: Polres Bitung Teguhkan Semangat Presisi Lewat Ziarah Pahlawan
Jembatan Enang-Enang: Ketangguhan Masyarakat dan Pelajaran dari Sebuah Struktur
Suku Mayoritas Alas Kecewa pada Peringatan HUT ke-52 Aceh Tenggara, Budaya Lokal Dinilai Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:03

Kecewa Dengan Putusan Praperadilan Nomor 53/Pid.Pra/2026/PN MDN, Penasehat Hukum Pemohon Tempuh Laporan Ke KY, Bawas MA, KPT Medan, dan Komisi III DPR

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:44

Perkara Lae Saga Masih Berproses, Surya Darma Berhak Mendapat Perlindungan Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:06

PW Law Firm Medan Perkuat Layanan Hukum bagi Klien Internasional di Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:07

PW Law Firm Medan Perkuat Layanan Hukum Internasional bagi Klien Global

Senin, 15 Juni 2026 - 12:42

Dugaan Penipuan Investasi Villa di Kuta Utara, Investor Australia Laporkan WNA Brazil ke Polres Badung

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:58

Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33

Operasi Penuh Risiko, Tim URC Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman Bersenjata di Sultan Daulat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:44

Judi Togel Aseng Kayu Menggurita di 11 Desa, Polisi Didesak Bertindak Tegas

Berita Terbaru