Lubuk Pakam I TribuneIndonesia.com–Gebrakan Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dengan menggelar Job Fair perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Mei 2026. Program ini adalah agenda strategi konkret untuk memperluas akses kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Balairung Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Senin (4/5/2026). dalam semangat solidaritas buruh, Bupati menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai jembatan aktif antara pencari kerja dan dunia usaha.
ini adalah langkah pertama yang sangat penting. Untuk pertama kalinya, Deli Serdang menggelar Job Fair sebagai ruang temu langsung antara perusahaan dan para pencari kerja. Ini peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
kegiatan rekrutmen, Job Fair ini dirancang sebagai platform terbuka yang mempertemukan kepentingan tenaga kerja dan pelaku usaha dalam satu ruang yang transparan dan terkoordinasi.
Pemerintah daerah, dalam hal ini, mengambil posisi strategis untuk memastikan proses berjalan adil dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Bupati menekankan bahwa kehadiran Job Fair merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada satu momen, melainkan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
kita ingin ini bukan cuma acara tahunan, tapi menjadi gerakan berkelanjutan. Yang paling penting, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama di daerahnya sendiri,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Deli Serdang tidak ingin masyarakatnya hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Prioritas bagi tenaga kerja lokal dinilai sebagai langkah strategis agar manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
dalam pandangan Bupati, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur atau investasi semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
setiap aktivitas usaha pada akhirnya bermuara ke daerah. Maka sudah menjadi kewajiban kita memastikan manfaat itu kembali ke masyarakat. Ini soal keadilan ekonomi,” tegasnya.
tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia mendorong seluruh perusahaan yang terlibat dalam Job Fair agar membuka akses seluas-luasnya dan menjalankan proses seleksi secara profesional tanpa diskriminasi.
di sisi lain, meskipun kewenangan penyelesaian perselisihan hubungan industrial berada di tingkat provinsi, Pemkab Deli Serdang menegaskan tidak akan lepas tangan. Peran mediasi dan koordinasi tetap akan diperkuat demi menjaga stabilitas hubungan antara pekerja dan pengusaha.
kami akan tetap hadir. Mediasi akan terus kita lakukan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan yang merugikan semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia May Day 2026, Evi Linus Gea, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati dalam peringatan Hari Buruh. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pekerja.
Ia juga menegaskan bahwa sebanyak 62 serikat buruh dan pekerja yang terlibat dalam perayaan May Day tahun ini menyatakan komitmen penuh untuk mendukung seluruh program pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan Job Fair.
kami siap bersinergi. apa yang dilakukan pemerintah hari ini adalah langkah maju untuk kesejahteraan pekerja. Kami dari 62 serikat buruh berkomitmen mendukung penuh,” ujarnya.
dengan dukungan berbagai pihak, Job Fair perdana Deli Serdang diharapkan menjadi momen penting yang tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membangun kepercayaan antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.
Lebih dari itu, langkah ini menjadi penanda bahwa Deli Serdang sedang bergerak menuju masa depan ketenagakerjaan yang lebih inklusif, terbuka, dan berkeadilan. Sebuah langkah awal yang, jika dijaga konsistensinya, berpotensi mengubah wajah ekonomi daerah secara signifikan.
Ilham Gondrong

















